
Tenggorokan Cahaya bagai tercekat sesuatu, Apalagi disaat Pangeran As'ad mengangkat dagunya dan pandangan mereka beradu.
Entah keberanian seperti apa yang datang, membuat Pangeran As'ad berani untuk mencium bibir gadis dalam rengkuhan nya.
Namun yang jelas,Cahaya tersentak.Dua bola matanya melebar sempurna.Sekelibat bayangan menutup penglihatannya,dan menampilkan sebuah kejadian diluar perkiraannya.
Dalam bayangan itu,ia melihat Maulana meregang nyawa dalam pelukannya.Rohnya tercabut lalu ditarik oleh Medan waktu.Cahaya juga dapat melihat dengan jelas,roh Maulana masuk ke dalam tubuh Pangeran As'ad yang terbujur kaku.Seketika itu juga,Pangeran As'ad langsung sadar dan sembuh seperti sedia kala.
Cahaya meneteskan air matanya, kini ia tahu.Kenapa kekuatannya tumpul kepada pria yang baru saja bertemu -langsung mengatakan cinta kepada nya.
Sekarang ia tahu,pria yang sangat menjengkelkan baginya ternyata adalah orang yang selama ini dirindukannya.
Pangeran As'ad belum menyadari jika wanita yang tengah dicumbunya itu menangis.Ia hanya merasakan sesuatu yang aneh memancar dari tubuh Cahaya .
Ciumannya terhenti, kelopak matanya terbuka.Dan ia cukup tercengang melihat tubuh Cahaya bersinar kebiruan.
Apakah ini yang dimaksud dengan kekuatannya ??
Pangeran As'ad melihat dua bulir air mata mengalir perlahan dari balik mata yang masih tertutup.Tubuh yang bercahaya itu terguncang disebabkan Isak tangisan.
Pangeran As'ad mengangkat tangannya, membelai pipi yang basah.Namun tangan Cahaya justru menggenggamnya erat.Gadis itu semakin terisak-isak.
Fajar yang sememangnya memilih memunggungi balkon, karena tidak ingin menyaksikan dua insan itu bermesraan. Secara refleks membalikkan tubuhnya saat mendengar suara Isak tangisan.Ia gegas turun dan berlari membuka pintu balkon.
"Apa yang kamu lakukan ?"sergahnya murka."Kak ..apa yang terjadi ??"Fajar merangkul bahu Kakaknya dengan erat.
"Dia...dia..."Cahaya masih tidak berani membuka matanya.Namun genggamannya semakin erat pada lengan Pangeran As'ad.
Fajar menjeling tajam,Pangeran As'ad menanggapi dengan gelengan kepala.Ia sama sekali tidak mengerti apa yang telah terjadi ?Apa Cahaya benar-benar menangis karena dia mencium nya?? Apakah kini dia telah berani lancang atau telah menodai si gadis walaupun hanya sebuah ciuman ??
"Tolong jelaskan Pangeran ,apa yang terjadi ??"Tanya Fajar dengan garang.
"A-aku...ha-hanya,men-ciumnya..."Pangeran As'ad menjawab gugup.
"Itu tidak mungkin, lalu kenapa dia memegang tangan Pangeran dengan erat??Apa Pangeran memukul nya??"Fajar semakin menyudutkan dengan berbagai macam pertanyaan.
"Ti-tidak...mana aku berani...tanyakan saja pada nya"
Fajar tak puas hati,namun ia tetap menerima ide dari sang pangeran.
Cahaya menggeleng.
"Nah tu kan?"Pangeran As'ad lega melihat jawaban Cahaya .
"Terus??kenapa Kakak menangis ?"
Cahaya menunjuk Pangeran As'ad.
"Dia...di dalam jiwanya,ada roh Maulana "
Fajar terkejut, matanya melongo tak percaya.Perlahan Cahaya baru membuka matanya meskipun ragu.Yah..dia ragu, karena takut bayangan Maulana hilang dalam penglihatannya.
"Apa maksud dari ucapannya ?"Pangeran As'ad masih belum mengerti.Fajar pun tak dapat menjelaskan apapun, karena dirinya juga masih belum mempercayai semuanya.
"Ayo kak...kita masuk dulu"pinta Fajar ,Cahaya menolak.Ia terus mencengkram kuat tangan Pangeran As'ad .
"Kak... jangan mudah percaya dulu,kita sama-sama belum tahu kejadian sebenarnya"
Cahaya mendongak menatap sang adik.
"Jadi kamu tidak percaya padaku ??"
"Bu-bukan begitu Kak ...tapi kita cari tahu dulu kebenarannya"
"Itu benar... barusan aku melihat semua nya,roh Maulana masuk ke dalam tubuhnya saat dia berada diantara hidup dan mati.Kalau saja roh Maulana tidak bertransmigrasi ke dalam tubuhnya.Dia mungkin sudah mati"
"Dan Kakak percaya itu??"
"Pasti aku percaya, karena aku sudah pernah melakukannya dalam keadaan hidup-hidup "
Fajar terdiam,jika Kakaknya sudah mengatakan demikian.Berarti sudah pasti itu benar.Apalagi setelah ia mengingat apa yang pernah diceritakan oleh Pangeran As'ad ? Penyebab dia bisa melihat makhluk tak kasat mata.
"Ok! baiklah... Pangeran...ayo bawa Kakak saya masuk.Dia tidak akan mudah melepaskan Pangeran"
"Oh begitu,ya udah ayo"dengan senangnya Pangeran As'ad merangkul bahu Cahaya .Dalam hatinya berkata,ia tidak masalah jika Cahaya tidak mau melepaskan nya.Justru itu yang ia harapkan hehehehehe...