
Entah kenapa author pengen banget menciptakan episode spesial ramadhan untuk Cahaya/Nur vs Muhammad Maulana.Jadi maaf jika cerita nya sedikit lebih maju ke depan,tapi ini hanya untuk satu episode saja!!Ok.. Selamat menikmati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bulan Ramadhan ini spesial karena Maulana berpuasa untuk pertama kalinya sebagai seorang suami untuk Cahaya.Begitu pun sebaliknya,dan semua itu bukan lah hal yang mudah untuk dilalui karena Cahaya masih belum mengerti apa yang tidak boleh dilakukan untuk mereka saat sedang menunaikan ibadah puasa.
Selepas shalat subuh,Cahaya rasa mengantuk.Maulana pun sama...mereka melanjutkan tidur untuk beberapa saat.
Berhubung semalaman hujan turun sangat deras,rasa dingin membuat Cahaya menyembunyikan tubuhnya dalam pelukan sang suami.
Tangan Cahaya tanpa sedar menjelajahi tubuh suaminya mencari bagian yang lumayan hangat.
Dan saat menyentuh benda yang panjang nan keras,ia pun meremas nya.Maulana refleks dalam keadaan terlelap memiringkan tubuhnya, memeluk sang istri dengan erat.
Cahaya tersenyum tipis, tangan nya lihai sekali mengelus-elus benda yang sekarang menjadi kesukaan nya.
"Sayang..."Maulana bergumam lirih.
"Hem???"
"Kita sedang puasa sayang "
Cahaya mendongak kan wajahnya, Ternyata sang suami sudah bangun.
"Emang kenapa ??"
"Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar,tapi juga menahan hawa nafsu.Salah satunya menahan diri untuk tidak melakukan hubungan suami istri"dengan sabar Maulana menjelaskan.
"Kan cuma megang doang"
"Iya tapi itu bahaya sayang,aku bisa kalap"
"Kalapin aja nggak apa-apa.. nanti kita puasa lagi"
Maulana tersenyum menahan tawa.
"Nggak boleh ya sayang..."dengan lembut Maulana menyingkirkan tangan istrinya keluar dari dalam sarung.
"Ihhhh kan cuma megang doang,masak puasanya batal sih"Cahaya manyun.
Cup..
Lana mengecup pipi sang istri dengan lembut.
"Sabar ya...nanti aku pulang awal,kamu nggak usah masak.Biar aku beli makanan kesukaan kamu"Maulana membujuk istri terkasih nya.
"Tetap saja aku pengen ini"Cahaya meremas kuat si ular keras kesukaan nya.
"Aw!! sakit sayang"Maulana spontan melonjak kaget.Tanpa rasa bersalah Cahaya ketawa seraya berlari masuk ke kamar mandi.
"Awas nanti malam kau ya"Seru Maulana kuat.
"Nggak takut"Balas Cahaya dari dalam kamar mandi.Maulana senyam-senyum sendiri,ia begitu bahagia menjalani biduk rumah tangga dengan orang yang paling Maulana cintai.Meskipun bersatunya ia dan sang istri banyak sekali mendapatkan tantangan serta cobaan.Karena Cahaya adalah termasuk cucunya.
*
Maulana sudah berpakaian rapi untuk pergi ke rumah sakit.Tiba-tiba ia mendengar Cahaya memanggil.
"Sayang..."
Maulana menoleh,dua bola matanya membeliak lebar melihat Cahaya keluar dari dalam kamar mandi tanpa sehelai benang.Jakunnya naik turun menelan saliva.
"Sayang... punggung ku kenapa??"Tanpa rasa bersalah Cahaya memperlihatkan punggung nya yang mulus tanpa cela.
"Tuh...merah kan??"Cahaya memperhatikan punggung nya sendiri di depan cermin"Ini lagi sayang..."Cahaya berbalik Mengangkat kepalanya menunjukkan leher nya yang jenjang"Merah-merah kenapa ya??"
"Sayang...kok diam aja sih??? tolong periksa..kamu kan Dokter,aku takut terkena penyakit serius "
Maulana hanya mampu tersenyum.
"Sayang...aku lagi puasa nih... tolong ya"lembut sekali suara Lana terdengar.
"Aku kan minta diperiksa sayang..kamu kan dokter,apa harus aku periksa sama Dokter lain"
"Oh jangan-jangan..ok...biar aku jelaskan"
Cahaya mengangguk setuju.
"Ini bukan penyakit sayang,tapi aku yang gigit semalam "
"Hah???"Cahaya terkejut mendengar penjelasan dari suaminya"Kamu gigit aku ??kapan??kok nggak sakit ??"
"Ya nggak sakit lah sayang, karena aku menggigit nya dengan penuh rasa cinta.Kamu juga cukup menikmati gigitanku"
"Ohya???masak sih???"
Maulana mengangguk yakin.
"Jadi ini bukan penyakit lah??"
"Bukan..."
"Syukurlah....ya udah aku lanjut mandi lagi"Cahaya berlari masuk kembali ke kamar mandi.Maulana menarik nafas dalam-dalam,ia mengelus dada menahan kesabaran.
*
*
Saat malam tiba,Cahaya dan Maulana yang masih menikmati indahnya pernikahan.Bergelut di balik selimut dengan penuh gairah.Diam-diam Cahaya menyimak cara Suaminya menggigit.Selain belajar,ia juga ingin memastikan apa yang dikatakan suaminya itu benar atau tidak.
Dan kini Cahaya yakin jika itu memang hasil kreasi ciptaan sang suami.Ia pun menirukan caranya,dan sungguh menyenangkan sekali.
Pagi harinya Maulana panik saat melihat kondisi lehernya yang hampir keseluruhan terdapat bekas merah kehitaman.
"Sayang....."Maulana menjerit kuat,
"Ya sayang..."Cahaya menyembulkan kepalanya di sela daun pintu kamar mandi.
"Apa yang kau lakukan?"Maulana histeris melihat dirinya di depan cermin kamar mandi.
"Kenapa ?"tanpa perasaan bersalah, atas masuk mendekati sang suami.
"Lihat ini?kapan kau melakukannya ??"
"Semalam...enak juga ya"Cahaya tersenyum smrik.
"Aduh gimana aku pergi kerja dengan kondisi seperti ini sayang ??"
"Emang apa masalah nya?? tinggal kerja aja,kok repot "Cahaya menjawab dengan santai.
"Ya malu aku sayang, pasti nanti aku digodain sama suster dan Dokter "
"Ya biarin aja sayang,biar mereka tahu kalau Muhammad Maulana sudah ada yang punya.Sengaja aku kasih stempel cinta biar nggak ada yang genit-genit sama kamu di Rumah Sakit "Cahaya melipat tangannya di dada.
"Hemmmmm kau cemburu sama Sarah??"
Cahaya Mengangkat kedua alisnya.Maulana tersenyum,ia sudah kehabisan kata-kata menghadapi tingkah polah istrinya.Apalagi kalau sudah cemburu ??hemmmm.