Blue Eyes

Blue Eyes
OSPEK 28



Percakapan di dalam mobil membuat telinga Soraya sedikit panas.Ia lebih memilih cuek dengan memejamkan matanya.


"Hemm Mas, kalau seandainya Aya' berjodoh sama anak sultan itu.Gimana yah??hehehehe"Kartika menakup mulutnya menahan tawa.


"Jangan berkhayal berlebihan Ma,memanglah putri kita sangat cantik.Tapi untuk mendapatkan anaknya sultan,kayaknya cantik sih nggak cukup sayang "


Kartika mengangguk setuju..Ia melirik Soraya yang duduk di jok paling belakang.Sedangkan ia dan sang suami duduk di kursi tengah.


"Aku tidak ingin berlebihan dengan putri kita Mas... masalah jodoh ?? tolong jangan paksa Aya'..Biarkan dia bahagia dengan pilihannya "


Prabu Atmajaya tersenyum tipis, ia setuju sekali dengan keinginan Kartika.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu berlalu dengan cepat,kini Soraya sudah menginjak Sekolah Menengah Atas untuk pertama kalinya.Penampilannya yang semakin memukau menjadi pusat perhatian,Idris yang juga mendaftar di sekolah itu tercengang.Dan segera menutup wajahnya dengan buku.


"Gawat... ngapain dia sekolah disini juga??Mam-pus!!!"Idris menjauh,ia tidak ingin terlihat oleh Aya'.


"RIS..."


Luna menepuk pundak keponakannya itu, Idris kaget.


"Luna..."


"Kamu kenapa ??kok kayak ketakutan ??jangan bilang kamu ngeliat hantu?"


"Ah ... nggak kok"Mata Idris tetap waspada.


"Emm BTW..aku bakal jadi kakak kelas yang akan meng- ospek kamu loh..jadi kamu jangan nakal-nakal ya"goda Luna berniat untuk tidak menciptakan jarak diantara mereka.


"Wah untunglah...apa Lana juga?"


Luna menjawab dengan anggukan kepala.


"Besok kalian akan mulai di ospek..jadi bersiaplah"


Idris mengangguk patuh.


*


Rupanya di sekolah ini, Soraya dengan sangat mudah mendapatkan banyak teman.Karena memang ini sekolah elit,dan diantara nya memang orang-orang berduit.Jika kaya dan memiliki wajah cantik,maka akan banyak teman yang datang mendekat.Entah itu cowok ataupun cewek.


Yang jelas,dalam sekejap Soraya langsung populer di sekolah nya.


Luna yang mendengar tentang si mata biru nan cantik sering diucapkan oleh teman-temannya.Mendadak ia sangat cemas, karena gadis itu akan menjadi seangkatan Idris.Bagaimna jika mereka dekat ???


*


Esoknya,, kegiatan ospek di mulai.Semua murid baru berkumpul di lapangan.Mereka di pita,bagi para siswi dijadikan ikat rambut.Bagi para siswa dijadikan ikat kepala.


Kini Luna dengan sangat jelas sekali melihat wajah Blue Eyes,ia semakin sangat khawatir.Sedangkan Lana diam-diam melemparkan senyuman manis saat ia bertentangan mata dengan Soraya.


"Hey..kamu!!"Luna menunjuk Soraya dengan tongkat kecil yang dipegang nya.Soraya bangkit,ia menghadap kan diri.


"Jongkok seratus kali"Luna memberikan perintah.Soraya mengangguk patuh,ia siap berjongkok tiba-tiba suara Lana menghentikan.


"Lun... apa-apaan kamu?"



"Kenapa ?"


"Kita tidak diperbolehkan membuli mereka"


"Aku tidak membuli,aku hanya ingin mencoba ketangkasan nya.Apa itu salah?"


"100 jongkokan itu kamu sama saja menyiksa nya"


"Kau terlalu lemah dengan perempuan Lain, mentang-mentang dia cantik kau membelanya.Apa kalau aku meminta siswi yang melakukan nya,kau juga akan menentang ku?"


Semua yang ada disana tidak ada yang berani bersuara.Si kembar adalah murid yang disegani dan ditakuti.Para guru saja menghormati mereka,karena itu mereka sudah menjadi ketua OSIS dan berbagai organisasi sejak menginjak di bangku SMA.


POK POK...


"Bangun semua!!"Seru Lana...Para anggota ospek berdiri berjejer"Lari lah mengitari lapangan sebanyak tiga kali,lalu berkumpul kembali disini.Dimulai dari sekarang!!"


Semua berlari susul menyusul membentuk lingkaran.


Luna duduk dengan wajah masam,ia sangat kesal dengan sikap Lana yang sok jadi pahlawan.


Usai melakukan lari mengitari lapangan,Lana meminta dua temannya untuk memberikan bola kecil secara menyeluruh.Dua temannya itu pun melakukan apa yang diperintahkan.


"Ok... kalian sudah memegang bola kecil itu, silahkan periksa nomor yang ada di sisi bola.Lalu cocok kan dengan para siswa.Karena kalian akan menjadi sepasang jika mencocokkan nomor Bola itu.Carilah pasangan kalian "


POK POK...Lana bertepuk tangan agar semua anggota ospek segera melakukan perintah nya.


Soraya hanya menoleh ke kanan dan ke kiri.Ia merasa enggan untuk mencari, akhirnya ia mengangkat tangannya tinggi-tinggi menunjukkan angka 55 yang didapatkan nya.


Idris bertanya satu persatu siswi-siswi yang belum mendapatkan pasangan.Sampai ia melihat nomor yang sama diangkat tinggi -tinggi.Idris tersenyum lega,ia menyerlah keramaian mendekati nomor itu.Dan....


Senyumnya langsung hilang begitu ia bertatapan dengan Soraya.Gadis itu terlihat kaget melihat Idris.Ia baru menyadari jika Idris juga sedang ospek bersamanya.


"Kau??"


Idris menelan saliva,ia grogi abis berhadapan dengan gadis yang sejak pesta ulang tahunnya tak ia temui.Ia Mengangkat bolanya dengan gemetar.


"Apa??"Soraya shock,sekali lagi ia memeriksa bolanya sendiri.Benar...kini ia dituntut untuk menjadi pasangan dengan pria yang sangat dibencinya.


POK POK...


"Apa kalian sudah menemukan pasangan kalian ???"


Semua anggota ospek kembali berdiri berjejer ,tapi kini mereka menggandeng pasangan masing-masing.


Luna semakin tak tenang begitu melihat Idris berpasangan dengan Soraya.Sebenarnya Lana merasakan hal yang tidak jauh berbeda.Tapi ia berusaha setenang mungkin.


"Ok... sekarang kalian harus masuk kedalam karung itu bersama pasangan kalian.Dan berjalan hingga mencapai finis.Terserah ya..mau jalan atau lari, loncat...itu terserah usaha kalian asal kalian harus mencapai finis.10 pasangan yang lebih dulu sampai ?akan melanjutkan perlombaan.. you understand??!


"Yes!!!"jawab anggota ospek lantang.


"Good...ok!!!Lest gooo"


Semua berlari mengambil karung yang dijejer.Masuk ke dalam,ada yang melompat,ada yang berjalan,sampai banyak yang berjatuhan menciptakan suasana jadi lucu dan meriah.


Soraya terpaku, karena Idris tidak memulai untuk bergerak.


"Sampai kapan kita seperti ini ?"bisik Soraya.Idris menoleh...


"Kita akan jatuh"jawab Idris.


"Aku tidak suka kekalahan"Soraya menjeling tajam, Idris mengangguk.


"Ayo..."


Soraya mengangguk, mereka berdua mulai melompat.Soraya tertawa,karena permainan ini lumayan membuat ia merasa senang.Idris yang grogi sedikit demi sedikit mulai tenang karena melihat tawa gadis itu.Mereka melompat dengan kompak,tapi tiba-tiba kaki Idris keserimpet hingga hilang keseimbangan.Mereka jatuh,padahal finis sudah tinggal sedikit lagi.Sudah ada beberapa pasangan yang sudah mencapai finis dengan selamat.


Idris yang terintimidasi oleh kata-kata Soraya yang membenci kekalahan akhirnya mengambil inisiatif dengan cepat.Ia memeluk Soraya lalu menggulingkan tubuh mereka bersama-sama.Soraya terpegun, begitu dengan Idris.Rasa yang dulu bergetar saat berciuman kembali tercipta.Apalagi dengan posisi tubuh saling tindih menindih.


Sampai mereka tidak sadar jika sudah berhasil mencapai finis.Keduanya terus saja berguling-guling.


"Woy...woy...stop stop!!"


Seruan para Kakak-kakak pembina segera menyadarkan mereka.


"Oh... sorry.."


Idris merangkak bangkit,serta mengulurkan tangannya untuk membantu Soraya untuk bangun.


Luna mengepalkan tangannya dengan kuat,hatinya sakit sekali.Luka yang dulu saat melihat Idris berciuman dengan seorang gadis Kembali tergores.


(Disini Luna masih belum tahu jika Soraya yang dulu berciuman dengan Idris)