Blue Eyes

Blue Eyes
SORAYA LEMAH 47



Poppy membuka matanya saat tubuh Betarakala sudah tidak menindihnya.Ia bangkit, menarik selimut menutupi dadanya yang tak memakai sehelai benang.


"Jangan pergi!!"Poppy berseru saat Betarakala sudah memunggungi nya,sosok hitam besar bertaring itu membalikkan badannya kembali.


"Ada apa?"Suaranya besar nan serau.


"Aku punya masalah"


"Dengan siapa?"Tanya Betarakala.


"Dengan Soraya"


Betarakala terdiam, matanya yang merah menyala menatap Poppy.


"Apa yang kau inginkan ??"Sambung nya.


"Aku ingin dia mati,aku tidak suka karena dia selalu mengusik ku.Aku heran,kenapa Poppy yang gemuk ini bisa berteman dengan gadis populer seperti dia?"gerutu Poppy.


"Kau bisa melakukan nya sendiri "


"Caranya ??"Poppy menautkan kedua alisnya.


"Saat gerhana matahari adalah saat terlemah baginya.Dia tidak akan bisa melakukan apa-apa"


"Gerhana matahari ???"


Poppy cepat mengambil ponselnya lalu mengecek di google untuk mengetahui kapan gerhana matahari akan terjadi.


"Besok???"pekiknya tak percaya.


"Lakukan lah..."Betarakala berbalik untuk pergi.


"Kenapa kamu tidak mau membantu ku?"Seruan Poppy menghentikan langkah Betarakala.


"Kami tidak saling mengganggu dan mengusik.Akan terkena sanksi jika salah satu dari kami melewati batasan"Betarakala menjawab tanpa menoleh,ia pun kembali melangkah pergi.


Poppy mendengus kesal,jadi untuk apa dia melayani makhluk jelek itu jika tidak bisa dimanfaatkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kelas terakhir baru saja dimulai, mendadak Soraya merasa sekujur tubuhnya melemah.Keringat dingin merembes perlahan di sekujur tubuhnya.


Idris heran melihat kondisi sang kekasih yang nampak tidak baik-baik saja.Berbeda dengan Poppy,ia sudah tersenyum tipis melihat perubahan pada diri musuhnya.


"Sayang...kamu baik-baik saja ?"Idris mendekat dan berbicara setengah berbisik.


Soraya menggeleng lemah, Idris menyentuh kening Soraya.Tidak!dia tidak demam.Tapi kenapa Soraya terlihat kurang sehat.


"Apa perlu ku bawa dia ke UKS?"Poppy menawarkan jasa, Idris jadi curiga.Pada saat itu Idris melihat sekilas ponsel yang ia letakkan di atas meja.Ada notifikasi pesan dari google tentang perkiraan cuaca.Bahwa di tanggal ini akan terjadi gerhana matahari.


Baru lah Idris teringat akan cerita Soraya,bahwa ia akan melemah saat gerhana matahari terjadi.


"Bu...maaf..."Idris Mengangkat tangannya.Bu guru yang tengah menulis di papan menoleh.


"Aya' lagi sakit Bu,dia harus segera dibawa ke RS"


"Ohya??"Bu guru datang Menghampiri,ia melihat kondisi Soraya yang sudah sangat lemas.


"Ya sudah, cepat bawa dia"


"Baik Bu "Idris langsung Mengangkat tubuh Soraya ala-ala gaya bridal style.


Fitri yang melihat hal itu jadi gemas sendiri,tapi tak bisa berbuat lebih.


*


Pak Luyo yang tengah berjemur dengan ditemani oleh Ahmad Khusairi mendongak ke arah langit yang mendung.


Padahal ia sangat berharap panas matahari bisa menghangatkan tubuhnya.


"Hemmm cuaca mendung tapi tak berarti hujan"Gumam Pak Luyo yang disertai kekehan kecil.Ahmad ikut-ikutan tersenyum.


"Tadi saya sempat heran saat Bapak ingin berjemur,padahal hari ini akan terjadi gerhana matahari.Jadi mana mungkin akan ada panas"Sahut Ahmad.


"Apa kamu bilang ?? gerhana matahari ??"Pak Luyo ingin memastikan apa yang ia dengar itu salah.Ahmad justru mengangguk yakin.


"Ahmad, cepat kita harus menemui Aya'..dia dalam bahaya"seru Pak Luyo panik.


"Hah??"Mendengar nama gadis itu saja membuat Ahmad seperti orang linglung.


"Cepat "Pak Luyo menarik tangan Ahmad agar segera pergi.Untung Sukri belum berangkat,jadi Pak Luyo langsung meminta Sukri untuk mengantar nya ke sekolah.


Saat Sukri berada di tengah perjalanan, ponselnya berdering.Nama anak sultan terbaca di layar.Ia pun segera mengangkatnya.


"Hallo ?? Assalamualaikum"


Suara Idris Terdengar menggema karena Sukri menyambungkan ponselnya ke speaker mobil.


"Wa'alaikum salam...Ia Den ada apa ?"


"Mang...aku sekarang bersama Aya' ke rumah sakit.Mamang nanti langsung ke rumah sakit saja ya"


Pak Luyo melebar kan matanya mendengar hal itu.


"Aya' kenapa ??"Pak Luyo menimpali.


"Aya'...Aya' lemas"


"Jangan di bawa ke rumah sakit, cepat bawa pulang ke rumah.Kami tunggu di rumah,cepat ya"


"Ba-ba-baik "Idris semakin gugup dan khawatir.Apalagi Aya' sudah tak sadarkan diri sejak ia dibawa masuk ke dalam mobil taxi online.


Talian telfon terputus.


"Pak...kita berubah jalur, tolong antar kan kami pulang.Nanti saya akan bayar dua kali lipat"Pinta Idris kepada supir.


"Baik dek.. tolong tunjukkan jalannya"jawab supir.


"Iya Pak, nanti lampu merah kedua bapak ambil kiri.Dan masuk ke gank perumahan elit di Sangkrah"Idris menjelaskan,supir mengangguk mengerti.


CIIIIIITTTTT


Tubuh Idris terdorong ke depan karena supir taksi online menginjak rem tiba-tiba.


"Ada apa Pak?"tanya Idris heran.


"Ada cewek kena tabrak Dek"Pak supir segera membuka seatblet dan hendak keluar.


"Tunggu Pak!!"Idris menahan pundak si supir"Jangan keluar Pak...saya mohon"


"Ta-tapi gadis itu"


"Tunggu sebentar...Bapak tunggu..ok!!!"Idris berusaha menenangkan si supir,karena ia tahu kalau supir tersebut tengah panik.


Sebuah tangan memegang bagian kap mesin mobil.Lalu menyusul tangan lagi satu.Dan sosok wajah yang berlumuran darah berseringai mistis terangkat.


"Hah??"Supir Taxi terkejut,ia ingin membuka pintu mobil untuk menolong korban.Tapi Idris mencengkram baju si supir.


"Jangan Pak... jangan pernah membuka pintu kalau Bapak ingin selamat"


Tubuh si supir mematung,ia bingung antara ingin menolong dan ketakutan.


Poppy menggebrak kap mobil ,ia menuding lurus ke wajah Idris.


"Pak... cepat jalan!!"


"Ta-tapi Dek..."


"Dia bukan manusia Pak...dia akan memakan Bapak hidup-hidup "Idris berusaha menjelaskan,tapi Si supir jadi semakin kebingungan.


Poppy melangkah memutar,ia memaksa membuka pintu mobil di kursi tempat Idris memangku Soraya.


"Cepat Pak... cepat jalankan mobilnya "Idris panik, ia berusaha menahan kunci pintu agar tidak bisa dibuka oleh Poppy.


"Hah???hah??"Supir itu bingung.


"Pak...tolong berpikir jernih, kalau dia manusia.Pasti banyak orang datang kemari saat Bapak menabrak nya.Coba perhatikan di sekeliling Bapak,tidak ada satupun manusia yang datang.Karena gadis itu bukan manusia"


Supir itu memperhatikan ke sekeliling, memang benar.Biasanya kalau ada kecelakaan, pasti warga akan berkerumun.Entah hendak menolong, ataupun hanya ingin tahu saja.Tapi ini??? seperti mereka tidak melihat apa-apa.Padahal situasi jalanan sangat ramai.


"Sekarang Bapak percaya kan??"


Poppy terus menarik paksa ganggang pintu.Tapi tak berhasil.Ia pun mengambil langkah memutar untuk membuka pintu tempat supir.


"Pak cepat berangkat!!dia mendatangi Bapak"seru Idris, supir itu semakin panik.Ia menekan tombol stater mobil dan menginjak gas.


Tangan Poppy yang sudah berhasil menekan tombol pintu, ikut terbawa arus kendaraan.


"Tendang Pak ... tendang saja"Idris memberikan arahan.Untungnya Pak supir sudah mulai bekerja sama,ia menendang tangan Poppy hingga terlepas dan segera menutup kembali pintu mobil rapat-rapat.