
Seorang pria tampan bertubuh atletis sedang menarik tali busur panah nya.Ia sudah menentukan target,lalu dengan luwesnya sang pria gagah melepaskan anak panah hingga melesat cepat menembus papan.
Tetiba seorang punggawa menghampiri,ia membisikkan sesuatu yang hanya di dengar oleh si pria.
Pria yang tak lain adalah Pangeran Arif tersenyum simpul.Ia menyerahkan busur panah nya kepada sang punggawa.Pelayannya itu menerima dengan takzim lalu meletakkan di tempat nya.
"Bagaimana ceritanya As'ad bisa memiliki keinginan untuk melepaskan gelar bangsawan nya??"Pangeran Arif duduk di sebuah kursi lalu meraih gelas yang berisi jus semangka susu kesukaannya.
"Kabarnya dia menyukai gadis salah satu cucu yang mulia Sultan Muhammad Ilyas "jawab sang Punggawa.
"Sultan Muhammad Ilyas ???dia memiliki cucu perempuan ??"Pangeran Arif seperti tidak percaya akan hal itu, karena setahu dia cucu Sultan Muhammad Ilyas adalah laki-laki.
"Ceritanya seperti itu Paduka "
Pangeran Arif manggut-manggut...
"Saya jadi punya rencana untuk mempermudah Paduka Pangeran bisa naik tahta tanpa harus bersaing dengan Pangeran As'ad "
"Apa itu ?"
"Paduka harus memberikan jalan yang mulus untuk Pangeran As'ad untuk melepaskan gelar nya"
HAHAHAHAHAHAHAHAHAH
Pangeran Arif tertawa lepas,entah apa yang membuat nya tertawa.Namun reaksi sang Punggawa justru bersujud mencium lantai.
"Ampuni hamba pangeran... ampuni hamba "
"You stupid,,, Kenapa kamu tidak menggunakan otakmu untuk berpikir panjang ?? Atau memang kamu Bo-doh ??hahahahahahah"
"Ampuni hamba paduka ampuni hamba yang bodoh ini"
Dua mata Pangeran Arif yang menyipit karena tarikan tawanya,tetiba berubah tajam dan serius.
"Panggil putri Delia menghadap ku,Dan juga siapkan keberangkatan ku ke Indonesia untuk besok pagi "
Si pelayan tercengang mendengar perintah yang diberikan junjungan nya terhadap dirinya.
"Kau dengar apa yang aku katakan ??!"
"Ah baik Paduka..akan hamba laksanakan"Si pelayan beringsut bangun lalu cepat-cepat pergi menjalankan perintah itu.
*
TAK TAK TAK
Bunyi sepatu high heels terdengar menggema,Pangeran Arif tetap memejamkan matanya dengan tubuh menyender di kursi kebesaran nya.
Saat aroma semerbak wewangian yang sangat dikenalnya tercium kuat,ia mulai membuka kelopak matanya perlahan.
Putri Delia tersenyum manis,ia mendudukkan dirinya di atas meja tepat di depan Pangeran Arif .
"Paduka memanggil ku??"tanya nya dengan suara mendesah.
"Percepat lah pernikahan mu dengan As'ad"ujar Pangeran Arif dengan intonasi yang datar.Putri Delia mengernyitkan keningnya..
"Kenapa tiba-tiba ?? bukankah tempo hari Pangeran Arif sendiri yang ingin menikahi ku?"
"Aku berubah pikiran "
Wajah Putri Delia mengeras,ia merasa sangat malu telah bersikap demikian sedangkan sang Pangeran justru meminta nya untuk menikahi pria lain.
"Semudah itu kah?? Padahal aku sudah rela melepaskan pakaian ku di depan mu Pangeran"
"Apakah aku meminta itu??"
Rasa panas menyeruak menerpa wajah cantik Putri Delia.Ia seperti di tampar oleh kata-kata Pangeran Arif yang sama sekali tidak mempertimbangkan perasaan nya.
"Kau jahat!!"
"Kau yang membuka nya sendiri dihadapan ku"
"Tapi kau yang meminta aku menikah dengan mu"bantah Putri Delia sembari turun dari atas meja.
"Aku tidak melakukan apapun dengan mu??Kita hanya sebatas ciuman bukan ?? meskipun aku tahu kau tidak akan menolak jika ku perawani,tapi aku takkan melakukan hal yang berisiko dengan kedudukanku"
"Kau akan menyesal Arif!!"Pekik putri Delia"Akan ku buat kau menyesal karena telah mencampakkan aku,Pangeran As'ad ...akan naik tahta,dan kau!!"Putri Delia menunjuk wajah lawan bicaranya"akan menangis Memohon-mohon padaku"
Pangeran Arif tersenyum tipis.
"Ohya??"
Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Putri Delia, membuat tubuh gadis itu terjerembab ke lantai.
"Laksanakan perintah ku atau??ku katakan kepada Ayahmu jika kau telah membuka pakaian mu dan menggoda ku"
Putri Delia mengangkat wajahnya seketika itu juga.Matanya merah nanar penuh ketakutan.
"Pergi sekarang juga selagi aku masih memberimu muka"Pangeran Arif membuang muka, memunggungi gadis itu.Putri Delia gemetar, ia merasa sudah tidak punya harga diri lagi.
Tubuhnya merangkak bangun, dengan hati yang terluka ia keluar dari ruangan sang pangeran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cahaya menatap kosong di depan cermin.Ia diam disana untuk beberapa saat, sebelum sebuah gunting ia angkat dan ia gunakan untuk memangkas rambut nya.
CRAS CRAS CRAS..
"Kakak"Fajar menjerit,ia melompat menahan tangan Cahaya yang memotong rambut nya secara acak.
"Apa yang Kakak lakukan ?- hentikan Kak!! jangan lakukan ini ?"
Cahaya tak perduli,ia terus saja memotong rambut nya meskipun Fajar terus berusaha mengambil gunting nya.
Fajar berhasil membuang gunting itu,ia memeluk Cahaya dengan erat.
"Tolong Kak... jangan lakukan apapun,kau tidak boleh seperti ini.."
Cahaya diam, kepedihan hatinya sudah cukup melukainya.Sudah dua kali ia merasakan hal yang serupa,tapi dibohongi ternyata lebih menyakitkan sekali.
"Cahaya ...Fajar ..."
Soraya memanggil anak-anaknya,ia berdiri di ambang pintu.
"Ya Ma"Fajar menjawab, pelukan nya ia lepas.
"Ada Pangeran"
Cahaya mendongak langsung,ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar baru saja.
"Tapi...bukan Pangeran As'ad "sambung Soraya.
Cahaya mengernyitkan dahinya,lalu siapa?
"Dia ingin bertemu dengan mu Ca"
Cahaya tidak segera menjawab,ia masih bingung.Fajar mengambil sisir,lalu ia membantu Kakaknya merapikan rambutnya.
"Temui dia Kak,siapa tahu Kakak bisa menemukan sesuatu jawaban"
Cahaya mengangguk,ia pun melangkah keluar melewati sang Ibu di dekat pintu.
"Apa yang terjadi ?"tanya Soraya kepada putra bungsu nya,ia menemukan rambut yang berserakan di lantai dan penampilan anak perempuan nya yang berubah.
"Kakak memotong rambut nya sendiri Ma"
Soraya menarik nafas dalam-dalam..
"Mama tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Kakakmu, Kami tidak pernah dekat.Hanya kamu Fajar yang bisa menjadi adik dan juga teman baginya"
Fajar tersenyum simpul.
"Iya Ma,Fajar ngerti kok.Tidak mudah untuk dekat dengan Kak Caca.Dia sangat introvert, mungkin karena ia tumbuh besar di hutan.Jadi itu sangat mendominasi kepribadian nya"
Soraya setuju dengan pemikiran Fajar .
*
"Pangeran..."seru pelayan nya saat ia melihat seorang gadis keluar.Pangeran Arif menoleh,ia tergamang melihat gadis spek bidadari melangkah mendekat.Tatapannya kosong namun tajam dan mendalam.Bibirnya tipis,kecil tanpa senyuman.
Balutan dress putih menggantung ringan diterpa angin menambah kesan anggunnya.Wajahnya polos sederhana namun sangat menggemaskan.Dia lah gadis yang digilai oleh Pangeran As'ad adiknya.
Cahaya duduk di sofa, Tatapan nya lurus ke wajah pria tampan setanding Pangeran As'ad kekasih nya.
"Andakah cucu Paduka sultan Muhammad Ilyas ??"sapa Pangeran Arif .
"Kau datang jauh-jauh hanya untuk mencari ku??"
Pangeran Arif tersenyum tipis.
"Ya.. karena saya ingin membawa anda ke kerajaan kami"