
"Kepa4rat kau Musthafa!!main mukul aja"seru Irwan, bibirnya pecah mengeluarkan darah.Intan gegas membantu kekasihnya untuk berdiri.
"Nona tidak apa-apa ??"Musthafa masih sempat mengkhawatirkan Cahaya .Cahaya hanya tersenyum simpul.
"Kau pasti berbohong... tidak mungkin kamu bisa mengubah surat wasiat secepat itu,padahal kau baru saja dua hari kembali"Irwan ternyata tidak mudah dibodohi.
"Ohya??kamu yakin aku sudah dua hari sembuh ??"
Irwan tercengang, pandangannya beradu dengan Intan.
"Kau pikir aku akan muncul di hadapan tanpa persiapan?"
Irwan mulai terpengaruh.
"Sekarang semua keputusan ada di tanganmu. Kita berpisah baik-baik?? atau kita berpisah dan kamu masuk penjara"sambung Cahaya . Irwan tak bergeming,begitu pula dengan Intan.Keduanya seperti orang bodoh yang tidak dapat berbuat apa-apa.
"Kenapa kau harus membuat pilihan berpisah dengan baik-baik? Jika kamu bisa membuat Mas Irwan masuk penjara. Aku pikir kalau aku jadi kamu, aku pasti akan memasukkan Mas Irwan ke dalam penjara dan berpisah. Bukankah itu bisa membalas rasa Sakit hatimu kepada kami"Tukas Intan begitu bijak.
"Benar..itu benar sekali.Kamu pasti sedang menipu kami"Irwan menambahkan.
"Ohya...aku juga punya sesuatu untuk mu"Intan mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan hasil rekamannya.
Irwan membulatkan matanya , Tatapan nya bergantian antara layar ponsel dan istrinya.
"Si-siapa ini Rel?? Kau sungguh punya selingkuhan??"
Cahaya tak bergeming.
"Sepertinya pria itu orang kaya Mas, aku lihat dari mobil yang dia pakai , sejenis limited edition"Intan menambahkan.Irwan semakin kepanasan.
"Apa kalian sudah dengan usaha nya untuk menjatuhkan ku??"Cahaya akhirnya bersuara.
"Dengan bukti ini kau bisa ku tuntut Aurel "Hardik Irwan.
"Kau mau menuntut apa dari ku??"tantang Cahaya sengit.
"Akan ku buat kau membayar denda atas perselingkuhan mu yang mempermalukan diriku sebagai suami mu"
"Ohya??? kalau begitu baiklah, Musthafa!! tunjukkan pada mereka!"Cahaya memberikan perintah.Musthofa mengiyakan,ia mempertontonkan video pengakuan Intan tentang pembunuhan yang dilakukan oleh Irwan.
Intan terbelalak lebar,begitu juga dengan reaksi Irwan yang tidak jauh berbeda.
"Apa yang kamu lakukan ??hah??sudah ku bilang agar kau berhati-hati dalam berucap"Bisik Irwan menahan geram.
"Maaf.."Intan tertunduk, ia jadi kalah telak.
"Bagaimana ??Apa tuntutan mu lebih berat dari tuntutan ku??Jika ingin diviralkan juga nggak apa-apa,toh nanti masyarakat bisa menilai sendiri"
Irwan seperti dipukul mundur,ia benar-benar kalah total.
"Baiklah...kita berdamai saja.Aku akan menceraikan mu tanpa tuntutan apapun.Begitu juga dengan kamu,jangan perpanjang masalah ini.Kita akhiri saja semuanya "
Cahaya tersenyum tipis,namun Musthafa menarik lengan Cahaya sedikit menjauh.
"Nona akan benar-benar melepaskan mereka ??"bisik Musthafa sambil lalu melirik Irwan dan Intan.
"Kau tenang saja, yang terpenting perceraian ini terjadi.Sisanya aku sendiri yang akan mengurusnya,kalau mereka masih saja bertingkah.Hukuman penjara Terlalu ringan untuk mereka "Cahaya menepuk pundak Musthafa,pria itu mengangguk mengerti.
"Ok!!kapan surat cerai akan ditandatangani?"Sambung Cahaya .
"Besok!!"Intan menjawab cepat.
"Ok !! Musthafa antar mereka keluar!"titah Cahaya . Musthafa mengiyakan,ia pun menggiring Irwan dan Intan keluar dari rumah itu.
*
"Om... setelah tanda tangan surat perceraian besok, aku akan kembalikan semua seperti semula dan Om tidak usah khawatir .Aurel insyaallah akan segera sembuh"
Pak Adit bersusah payah menarik bibirnya untuk tersenyum.Air matanya menetes perlahan.
Dengan lembut,Cahaya mengusap pipi Pak Adit.
"Terimakasih..."batin Pak Adit berucap.
_
"Mas apakah kamu menyesal dengan kekalahan kita?"Intan bertanya ragu-ragu.Irwan tak menjawab, ia sedari tadi mendiamkan diri dan tidak bicara sepatah katapun.
"Mas..."Intan menyentuh pundak Irwan.Pria itu menepisnya dengan kasar.Intan merasa patah hati,ia terpuruk pilu.
"Sia-sia sudah perjuanganku selama bertahun-tahun, sejak aku berusaha mendapatkan hati Aurel . Hingga aku beranikan diri melamarnya dan menikah. Dengan mudah kau menghancurkannya hanya dalam beberapa menit saja"
"Padahal tinggal sedikit lagi... hanya sedikit lagi... aku bisa menguasai semuanya"sambung Irwan mengungkapkan isi hatinya.
"Aku akan melakukan apapun untukmu Mas. Penghasilanku sebagai dokter juga lumayan bagus, aku janji.. aku akan membuat Kau mempunyai perusahaan sendiri. Sehingga semua impian mu bisa tercapai "Intan mencoba membujuk.
"Kau pikir mendirikan perusahaan itu mudah ??hah?? Sedangkan jika dengan Aurel,aku hanya tinggal metik aja"
"Jadi apa yang dikatakan kamu sama Aurel tadi itu Benar Mas ,kamu benar-benar menyukai dia dan menjadikan aku sebagai batu loncatan untuk mendekati nya"
"Karena kamu lebih mudah aku dapatkan dari pada Aurel "
PLAK!!!
Intan merasa dadanya tiba-tiba sesak.Sehingga nafasnya terdengar berat dan cepat.
"Tega kamu Mas..."
Irwan mengusap pipinya yang panas karena Tamparan keras dari Intan.
"Padahal.. aku sudah sangat mempercayaimu lebih dari siapapun. Sampai aku sanggup menyakiti Aurel hanya untuk melihatmu berhasil"
"Sudah lah, tidak perlu lebay... sekarang Semua sudah berakhir .Aku gagal mendapatkan semua yang aku inginkan .Nanti kita pikirkan lagi apa rencana selanjutnya"Irwan memutar tubuhnya lalu pergi.Intan diam tak bergeming.Dalam otaknya timbul bermacam pikiran yang hanya terbuku dihati.
*
*
Seperti yang sudah dijanjikan, besok paginya Irwan datang kembali ke rumah Aurel bersama seorang pengacara. Mereka mempersiapkan lampiran kertas surat perceraian.
Saat pembubuhan stempel tanda tangan.Musthafa sigap menyerahkan stempel milik Aurel.
"Ternyata,,, stempel yang selama ini aku cari disimpan sama Musthafa"batin Irwan.
"Nanti... saat sidang perdana,kami akan menghubungi Ibu Aurel"ucap sang pengacara.
"Baik Pak ...Tapi kalau saya tidak ada di rumah-- saya cukup akan mewakilkan masalah sidang perceraian ini kepada pengacara saya "jawab Cahaya .
"Terserah Ibu saja... kalau begitu saya permisi dulu Bu..."Pengacara yang mendampingi Irwan gegas mengemas barang-barangnya.
"Silahkan Pak..."Cahaya mempersilahkan.Irwan dan pengacaranya pun bangkit untuk pulang.
Cahaya melambaikan tangannya melepaskan kepergian Irwan dan si Pengacara.Namun ia merasakan energi negatif datang.Hanya saja ia tidak tahu energi itu diantar untuk siapa ??