
"Tidak mengherankan jika dia bersikap bar-bar,kan tinggal nya di hutan "Luna berkomentar setelah Maulana membawa Cahaya masuk.
"Fajar,,, bisakah kamu tidak ikut bicara jika orang tua tengah bicara"Soraya menegur anak bungsunya.Fajar terkesiap,ia tidak menyangka jika Ibunya akan mengatakan hal demikian.
"Aya'..tega kamu ya !malah nyalahin Fajar"Luna pasang badan membela Fajar.
"Kamu dengar sendiri tadi kan,aku membela fajar sehingga Nur kecewa padaku.Apa yang diucapkan Nur itu tidak salah?Fajar memang kurang ajar.Kita tidak tahu siapa sebenarnya yang dimaksud Ibu oleh Cahaya .Jika itu Iblis,tidak mungkin Cahaya bisa membedakan mana yang benar dan salah.Dia juga menunjukkan sikap patuh dan baik"Soraya mencecar panjang.
"Mama memang akan selalu membenarkan Kak Nur, meskipun dia hampir membunuh ku"ketus Fajar.
"Fajar...jaga bicaramu Nak"Nicta turut bicara.
KHEM KHEM KHEM
Ilyas berdehem menghentikan perdebatan yang terjadi.Semua pun langsung diam.
Maulana kembali ke ruang tamu,ia mendudukkan dirinya di tempat semula.
"Dimana dia sekarang ??"Idris bertanya,
"Di kamarnya"jawab Maulana.
"Apa dia tidak pernah bercerita sesuatu tentang dirinya Lan?"Soraya ingin tahu lebih jelas.
"Iya...aku pernah denger dia bilang mengenal Kujang.Aku rasa Kujang tahu tentang Cahaya dan siapa sebenarnya yang dimaksud Ibu oleh Cahaya "
"Itu masuk akal"Ilyas membuka suara"Karena setahuku,Hutan larangan adalah tempat berkumpulnya para makhluk tak kasat mata.Kita panggil Kujang sekarang!"
"Disini ??"Lana membulatkan matanya.Ilyas mengiyakan...
"Sayang... tolong bawa Fajar ke dalam "Ilyas memberikan perintah kepada istrinya.Nicta mengangguk patuh.Ia pun mengajak Fajar pergi dari ruang tamu itu.
Ilyas,Lana,Luna, Idris,dan Soraya duduk melantai membentuk lingkaran.Mereka secara serentak melakukan ritual pemanggilan Kujang.
Saat itu Kujang tengah tertidur pulas,karena ia baru saja menyelesaikan misi yang melelahkan bersama dengan Reyhan.
Tiba-tiba pusaran angin muncul di belakang punggung nya dan menyedot Kujang masuk kedalam putaran dimensi itu.Kujang terkejut, ia berusaha meloloskan diri dari sedotan pusaran angin.Namun usahanya sia-sia,ia pun tertelan habis oleh pusaran waktu.Menyisakan suara yang menjerit minta tolong.
BHUK
Tubuh Kujang terhempas di tengah-tengah lingkaran.Harimau putih itu bangkit,ia mengibaskan tubuhnya.Pandangannya menyapu ke sekeliling.
"Apa-apaan ini ??kenapa kalian memanggil ku Secara serentak ??"
"Lama tidak bertemu "Balas Ilyas.
"Tidak usah berbasa-basi deh..katakan ada apa?kau jahat sekali memanggil ku dengan paksaan "Gerutu Kujang.
"Jangan lah marah,kami membutuhkan mu"Luna menambahkan.
"Kalau itu aku sudah tahu, kalian tidak akan memanggil ku kalau tidak punya kepentingan"
"Kau kenal Nur??.eh salah.. Cahaya "Soraya bertanya.
"Cahaya ???siapa lagi dia?"Kujang nampak bingung.
"Seorang gadis dari Hutan larangan" Maulana menjawab.
"Busyet!!"Kujang terkejut bukan main "Kenapa dengan dia??A-apa kalian buat masalah dengan nya?? Kalian memanggil ku untuk itu??Tidak....aku tidak mau...aku tidak mau berurusan dengan gadis dari Hutan larangan itu"Kujang ketakutan,ia menolak keras.
"Berarti kau mengenal nya,tolong jelaskan siapa dia??Siapa yang dipanggil Ibu oleh nya??"Soraya bersemangat sekali untuk tahu lebih lanjut tentang anaknya.Kujang menggeleng perlahan..
"Dia seorang gadis yang disegani oleh para makhluk tak kasat mata,dan juga hewan-hewan disana.Hanya manusia saja yang tidak kenal dengan nya yang akan menyepelekan gadis cantik itu.Dia anak angkat Lucy, seorang wanita yang dijuluki sang pencabut nyawa yang tak terkalahkan"Kujang menjelaskan semua yang dia tahu.
"Apa kamu tidak tahu,jika Cahaya itu adalah anakku "Idris bersuara.
"Anakmu??"Kujang terlihat bingung"maksud mu anak bayi yang diculik Betarakala ??"
Idris mengiyakan..
"Sekarang sudah jelas, bahwa yang membesarkan Nur bukanlah Iblis itu "gumam Soraya.
"Kau sungguh tidak mengenali cucuku Kujang ?"Ilyas bertanya.
"Aku tidak pernah mengira bahwa anakmu diselamatkan oleh Lucy.Ini merupakan sesuatu berkah dan juga kutukan "Kujang berkomentar.
"Kutukan?? Kutukan apa?"Luna penasaran.
"Yang aku dengar,anak angkat Lucy akan dijadikan penerusnya sebagai sang pencabut nyawa"
Spontan semua terkejut mendengar hal itu.
"Pantas dia hebat sekali"Bergetar suara Ilyas terdengar.
"Kau sudah merasakan kekuatan nya??"Kujang bertanya, Ilyas menjawab dengan anggukan kepala pelan.
"Waduh...waduh..gawat ini"Kujang berjalan mondar-mandir "Kalau kau sudah merasakan kekuatan nya, lebih baik itu dijadikan sebagai pelajaran agar tidak membuat nya marah.Dia bisa membunuh hanya dengan sekali tebas "
"Itu aku sudah tahu "Maulana berucap.
"A-apa...mak-sudmu Lan??"Soraya sangat shock Setelah sedikit tahu tentang putrinya.
"Aku tahu... kalau Cahaya. Pernah membunuh orang dan...dan itu sangat mengerikan"Maulana menjelaskan dengan suara gugup.
"Kita harus usir dia"timpal Luna cepat.
"Tidak!!tidak ada yang boleh memisahkan aku dengan anakku lagi"bantah Soraya.
"Kau dengar tidak,kalau dia sangat berbahaya.Tadi saja dia sudah hampir membunuh Fajar"Luna menghardik keras.
"Iya itu karena Fajar membuat Nur emosi"Soraya tidak mau mengalah.
"Fajar hanya bertanya,dan itu wajar"Luna tetap membela Fajar.
"Sudah!Cukup!"Ilyas bersuara lantang, membuat semua jadi terdiam.Luna mendengus kesal, sedangkan Soraya berusaha ditenangkan oleh Idris.
"Kalian memperdebatkan aku?"Suara yang disegani terdengar mengalihkan semua perhatian.
Kujang melompat mundur, bersembunyi di balik sofa.Ia berusaha agar tidak terlihat oleh Cahaya .Namun tingkah lakunya justru membuat Cahaya Tersenyum tipis.
"Kujang...aku melihat ekormu"seru Cahaya , refleks KUJANG menarik ekornya dan menyembunyikan di bawah perutnya.
"Aku juga melihat daun telinga mu"Cahaya terus menggoda.Kujang melipat daun telinganya, membuat Cahaya cekikikan.Untuk sementara ia bisa melupakan kemarahan nya.
"Baaaaa"Cahaya naik ke atas sofa yang mana Kujang bersembunyi di sebaliknya.Kujang mendongak,ia terkesiap kaget tapi senyuman kuda langsung ia sunggingkan agar Cahaya tidak murka.
"Kau menemukanku hehehehe kau hebat"Kujang bertepuk tangan,raut wajah Cahaya langsung berubah masam.
"Kau takut padaku ya?"
"Ah tidak...tidak"Kujang melambaikan kedua tangannya.
"Kau bohong....kenapa kamu takut padaku??Apa aku pernah mencelakai mu??"
Kujang mati kutu,ia bingung.Kenapa dia takut pada Cahaya ??
"Eh iya...maaf kalau aku menyinggung mu"
KRIK KRIK
"Sudah lama aku mengenalmu, ternyata kamu bagian dari mereka.Yang kata Ibuku, Mereka keluarga ku"Cahaya duduk lemas, Kujang mendekat.Ia jadi iba melihat kesedihan di wajah Cahaya .
"Kenapa kamu sedih??"
"Aku rindu Ibu Kujang,aku sangat merindukan nya...dunia di luar hutan sangat kejam.Hati mereka tidak berperasaan.."Cahaya meneteskan air matanya.Sosok Lucy yang tegas namun tidak pernah berkata kasar sangat dirindukan oleh Cahaya .