Blue Eyes

Blue Eyes
KETAKUTAN 46



Dua bola mata Soraya mendadak melebar, nafasnya tertahan tiba-tiba.Idris sontak kaget dengan ekspresi wajah kekasihnya yang sebelumnya biasa saja.


"Ada apa sayang ??hem??"Tanya Idris penuh kekhawatiran.


"Poppy..."gumam Soraya, tangannya gemetar melihat bayangan yang terlihat jelas.


"Kenapa dengan Poppy ??"Idris semakin panik.


"Dia...dia sudah membunuh gadis tadi"


"Gadis?? maksud mu yang kamu tolong tadi??"


Soraya mengiyakan.


"Ko-kok bisa ??? Emang dia melakukannya di sekolah ini ???"


Soraya menggeleng, ia sangat gusar.Ternyata Poppy benar-benar ganas sekarang.


*


*


Jam istirahat sudah usai,kini tinggal mengikuti jam pelajaran terakhir lalu pulang.Saat Bu guru meminta salah satu murid untuk mengerjakan soal di papan tulis, tiba-tiba terdengar ketukan pintu.


TOK TOK TOK TOK


"Masuk!"Seru sang guru, Pintu terbuka.Rupanya Poppy,ia muncul dengan senyuman puas.


"Maaf Bu saya telat karena perut saya mules"Poppy memberikan alasan kenapa ia lambat masuk.


"Ya sudah... cepatlah duduk "Tanggap Bu guru.


"Terimakasih Bu.."


Poppy melangkah menuju tempat duduknya,ia tersenyum melawan tatapan mata dari Soraya.


Ujung lidah nya membasahi bibirnya, sembari tersenyum ia berucap.


"Ahhh kenyang"


Soraya menjeling tajam, perasaannya sangat marah.Tapi ia benar-benar tidak berdaya.


*


Poppy bangkit dari duduknya lalu mendekati meja Soraya.Ia menyanggahkan tangannya di atas bangku.


"Ternyata Dewi Fortuna masih berpihak padaku,kau tadi bilang apa?? tidak akan membiarkan aku bertindak semauku??"Poppy tersenyum mencemooh.


Soraya berdiri,ia melipat tangan di dadanya.


"Jangan sombong dulu iblis,akan ku buat kau menyesal karena telah merasuki sahabat ku"


"Lakukanlah semua yang ingin kau lakukan padaku.. yang pastinya kau akan kalah..Hem"Poppy mendengus lalu pergi.


Soraya memukul meja dengan geram,ia marah dan sangat kesal.


Idris segera menghampiri,ia mengusap punggung Soraya agar gadis itu tenang.


"Yang sabar sayang...jangan emosi seperti ini"


"Kamu nggak tahu kan apa yang ia lakukan pada siswi tadi,dia memakan nya hidup-hidup..."


Idris tercengang,ia tidak mengira jika Poppy akan bertindak diluar nalar.


Soraya menutup wajahnya,ia sudah tidak sanggup lagi menahan amarah dan kekesalannya.Air matanya mengalir perlahan.


Idris menarik Soraya ke dalam pelukannya,ia tahu saat ini hanya tempat bersandar yang diperlukan oleh Soraya.


"Aku ingin pulang..."


"Yah...ayo kita pulang"ajak Idris.


"Kamu yakin??"Idris tidak bisa meninggalkan Soraya dalam keadaan seperti ini,meskipun gadis itu mengangguk yakin.


Sebab itulah,saat Soraya sudah menaiki mobil.Idris mengikutinya dari belakang dengan Mogenya.


Di Kejauhan,Lana memperhatikan dua sejoli itu.Sejak ia tahu Aya' menjalin hubungan dengan keponakan nya.Lana memilih untuk tidak bersaing.Namun tak dapat dipungkiri bahwa ia sering memperhatikan Soraya dari kejauhan.Pesona sang gadis tidak mampu ia elakkan.


"Hemmm apa enaknya cuma ngeliatin aja"Suara Luna terdengar disampingnya,Lana berdecih.Ia bangkit dan berjalan menuju tempat parkir.Luna mengikuti dengan tergesa.


"Ayolah LAN...kita bisa kerjasama untuk mendapatkan apa yang kita inginkan"


"Tidak semua hal bisa kita dapatkan Lun"Lana membuka pintu dan masuk ke dalam perut mobil.Luna mengikuti,ia masuk dari sisi lain.


"Tapi selama ini kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan Lan..kamu tahu itu?"


"Tidak dengan Cinta Lun.."


"CK...aku yakin kalau Idris mau memberi kan kesempatan kepada ku untuk menghuni hatinya,dia pasti akan mencintai ku"Ucap Luna yakin.


"Mungkin...tapi tidak akan mencintai mu sepenuhnya "Bantah Lana,ia mulai memutar kemudi dan menginjak gas dengan perlahan.


Luna mencebikkan bibirnya,ia sangat jengkel dengan prinsip Kakaknya yang tidak sepaham dengan dirinya.


*


*


Soraya berlari masuk ke dalam setelah ia keluar dari dalam mobil.Idris memperhatikan dari kejauhan.Rasanya sakit sekali jika tidak bisa berbuat apa-apa disaat orang terkasih tengah dirundung duka.Tapi apalah daya,Soraya menginginkan waktu untuk sendiri.


Gadis itu berlari menuju kamar sang Bapak angkat.Pak Luyo yang baru saja membenahi sarung nya dengan dibantu seorang perawat heran melihat putrinya yang datang langsung memeluk nya.


"Eh kenapa sayang ??"Pak Luyo mengusap punggung putri nya itu,Soraya menumpahkan tangisnya dalam pelukan hangat sang bapak.Ia menangis tanpa perduli jika ia tengah diperhatikan oleh pria muda yang merawat Pak Luyo .


"Menangis lah Nak... sampai air mata mu tidak mau keluar lagi"Gumam Pak Luyo dengan penuh kasih.


Soraya benar-benar menangis sejadi-jadinya, setelah puas ia pun merenggangkan pelukannya dan mengesat wajahnya yang basah.


"Duduklah.... cerita kanlah apa yang membuatmu sedih"Pak Luyo menarik Soraya untuk duduk di bibir kasur.


"Aya' punya teman Pak,dia bersekutu dengan iblis.Aya' sedih karena Aya' tidak berdaya untuk menolong nya.Bahkan saat dia memangsa teman sekolah kita,Aya' nggak bisa berbuat apa-apa "


Pak Luyo manggut-manggut,ia mengerti sekarang.


"Sayang...di dunia ini tidak ada yang sempurna, Kesempurnaan hanya milik Allah.Rosullullah saja , adalah manusia suci yang paling dicintai Allah.Beliau saja tidak bisa menolong semua ummat nya yang kufur.Padahal beliau sangat ingin menolong semua ummat nya tanpa terkecuali.Tapi....dia tidak berdaya, meskipun semua permintaan nya tidak mungkin Allah tolak "


"Jadi ..kau tidak perlu merasa bersalah,karena ini bukan salahmu nak..ini adalah jalan yang dipilih oleh temanmu.Resikonya akan dia tanggung sendiri di akhirat nanti.Yang perlu kau lakukan adalah membentengi dirimu agar tidak terjerumus sama dengan nya.Karena biasa nya Iblis akan menghasut orang-orang disekitarnya agar mengikuti jejaknya "Pak Luyo memberikan wejangan yang mampu menenangkan hati Soraya.


"Lalu Aya' harus gimana Pak??dia jahat sekali dengan teman-teman yang lain "


"Bertakwalah Nak...Allah pasti akan memberikan petunjuk kepada semua hambanya yang mempunyai niat baik.Bapak tahu,pasti kamu ingin melindungi teman-temanmu dari iblis itu kan?"


Soraya mengangguk.


"Sabarlah dan terus minta petunjuk kepada Allah "Pak Luyo mengusap punggung putri nya dengan lembut.


Ahmad Khusairi,diam mematung tanpa jeda memperhatikan gadis yang selama ini membuat jantung nya berdetak tak menentu.


Namun ia sadar diri,jika Aya' hanya bisa ia kagumi tanpa bisa ia miliki.


"Pak... kenapa dia menatapku terus?"Soraya baru sadar jika ia diperhatikan oleh perawat Bapaknya.Pak Luyo tersenyum tipis.


"Ahmad..."Suara lembut Pak Luyo memanggil.


"Ah iya Pak"Ahmad auto gugup, wajahnya bersemu merah.


"Tolong keluar ya Nak,aku ingin bicara secara pribadi dengan putri ku"


"Ba-ba-baik Pak"Ahmad membungkukkan badannya,lalu melangkah keluar kamar.


Setelah pintu ditutup, Ahmad memegang dadanya.Degupan jantungnya berpacu dengan cepat.Sampai ia tak mampu mengontrol dirinya.