Blue Eyes

Blue Eyes
KEGANASAN POPPY 45



Fitri mendatangi Luna yang tengah bercengkrama dengan teman ganknya.


"Lun..."Fitri main nyaplok aja ketika Luna tengah mengobrol"Aku butuh bantuan kamu,kamu pasti bisa bantu aku kan?"


Luna sebenarnya kesal dengan sikap Fitri yang kurang sopan,tapi ia berusaha mengendalikan amarahnya karena masih perlu gadis itu untuk dijadikan alat penghancur hubungan Soraya dan Idris.


"Bantuan apa?"tanya Luna.


"Ngasih tahu sama semua staf yang bekerja di rumah sultan untuk sopan padaku saat aku datang, kalau perlu perlakukan aku seperti mereka bersikap kepada atasan mereka"Fitri berucap dengan penuh percaya diri.


Luna keheranan dengan maksud perkataan dari Fitri.


"Memang nya kamu datang ke rumah Idris ?"


"Iya...aku udah disambut baik sama si tampan,dia juga bersikap manis padaku.Eh tiba-tiba ada seorang pria menghampiri ku,berlagak mau mengajariku.Entah apa maksudnya?? Apa mungkin dia terpesona melihat kecantikan aku, sehingga berusaha menggoda aku ya?"


Luna mengatupkan bibirnya rapat-rapat menahan tawa.


"Dia tidak tahu kalau si cantik ini sangat setia dengan anak sultan"Fitri berucap dengan pongah dan bibir mencebik.


Luna dan teman-temannya sama-sama menahan tawa disebabkan melihat kesombongan Fitri yang jauh dari kenyataan.


"Gimana?kamu bisa kan bantu aku??kalau perlu kasih aku kekuasaan untuk menghukum staf yang kurang ajar padaku kemarin"sambung Fitri.


"Fitri... itu rumah Sultan,rumah sepupuku. Bukan rumah aku, jadi aku nggak bisa bantu kamu"


"Kamu kok gitu sih??"Fitri jadi kecewa.


"Iya karena yang gaji mereka tuh bukan aku tapi Sultan"


"Kamu kan saudaranya, keluarganya. Pasti kamu juga bisa punya kekuasaan dong di rumah itu"


"Ya nggak lah... rumahku ya rumahku rumah dia ya rumah dia"


"Ah kau ini...tak kirain kamu punya kuasa hingga mau jadi bekingan aku. Kalau tahu gini? Ogah aku kerja sama sama kamu.Hem"Fitri mendengus pergi


"Eh!"Luna mau menghentikan langkah Fitri namun dicegah oleh salah satu temannya yang bernama Iko.


"Sudahlah Lun.. gak ada untungnya kamu bekerja sama ,sama anak songong itu ,yang ada kamu Yang diperalat sama dia"


"Iya Lun... mending kita nggak usah deh berhubungan sama dia"tambah Monika.Luna mencerna pendapat temen-temennya dan ia pun akhirnya sependapat juga.


*


*


"Hay gemuk..."Seorang gadis menyapa Poppy saat keduanya berpapasan.Teman gadis itu mentertawai guyonan tersebut.


Poppy menghentikan langkahnya,lalu berpaling.


"Meskipun kamu lebih kurusan sekarang,dan terlihat jauh lebih cantik .Tapi kamu tetap saja gemuk"Gadis tadi tetap saja dengan hinaan nya,karena baginya itu sangat menyenangkan.


"Hahahahahaha"Ditambah lagi tawa yang menyambut.


Poppy menarik sebelah sudut bibirnya,ia berbalik lalu melanjutkan langkahnya.Tangannya mengepal kuat,ia memukul kayu penyangga koridor sekolah.


BRAK!!


Kayu penyangga itu patah,dan atap koridor langsung roboh.Bersamaan dengan itu, Poppy menyelipkan potongan kayu yang runcing lalu ia Lesatkan ke tubuh gadis yang mengolok-olok nya tadi.


AKHHHH...


Terdengar jeritan yang membuat Poppy langsung tersenyum.Ia membalikkan tubuhnya ingin melihat situasi yang ia ciptakan.


Para siswa terlihat shock, mereka berkumpul untuk menolong teman-teman mereka yang tertimpa atap ambruk.


Tapi yang mencengangkan,Gadis yang menjadi sasaran Poppy ternyata selamat.Ia berada di balik tubuh Soraya.


Rupanya gadis itu menjerit karena ditarik dengan tiba-tiba oleh Soraya hingga tubuhnya membentur dinding.


"Awas kau"Poppy bergumam dan hal itu bisa didengar dengan jelas oleh Soraya.


Dengan geram Poppy berbalik pergi masuk ke dalam kelas.


"Kau sengaja menabuh genderang perang sayang"Ujar Idris yang senantiasa berada di sisi kekasihnya.


"Aku tidak akan membiarkan Poppy bersikap semaunya..Ayo kita datangi dia"Soraya melangkah menyusul Poppy ke dalam kelas,Idris mengikuti dari belakang.


Baru saja hendak masuk, tiba-tiba Pintu terbanting.Tapi tangan Idris menahan dengan gerakan sigap.


Poppy tersenyum mistis,namun jelingan matanya sangat tidak bersahabat.


Idris mendorong pintu hingga terbuka lebar,lalu menarik tangan Soraya masuk ke dalam kelas.


Soraya duduk di tempat biasa,Ia sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya dari Poppy.Siswi yang berbadan bongsor itu melirik dengan ekor matanya.


"Kau sudah berani ikut campur urusan ku"Poppy berbicara dengan batinnya.


"Aku tidak akan membiarkan kamu mencelakai siapapun di sekolah ini"Soraya membalas dengan suara batin juga.


"Mentang-mentang kau memiliki bola inti kehidupan,aku akan takut padamu"


"Aku sama sekali tidak menganggap mu takut padaku,tapi jika kau melampaui batas.Maka jangan salah kan aku jika aku musnahkan dirimu"


Poppy tersenyum sinis.. Menurut nya itu lucu jika Soraya mengancam akan memusnahkan dirinya.


"Hey Idris..."Tiba-tiba Fitri datang, kehadirannya mensudahi percakapan gaib diantara Poppy dan Soraya.


"Seru ya kebersamaan kita kemarin,nanti aku datang lagi ya ke rumah mu"Fitri bersikap seolah-olah ia dan Idris telah melewati hari bersama.


Soraya menutup mulutnya menahan tawa,ia merasa itu sangat lucu.


"Apa kamu senyam-senyum ??!"Fitri tidak terima saat ia menangkap ekspresi Soraya yang terlihat menggelikan.


"Kenapa?? emang nggak boleh ??"Tanggap Soraya.


Geraham Fitri terlihat gertakan,ia seperti menahan marah dan malu karena tak hanya Soraya yang menahan tawa.Tapi Idris pun sama.


Poppy melihat seperti ada celah baginya untuk mengalahkan Soraya.Tinggal menunggu waktu saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gadis yang tadi mengolok-olok Poppy bernama Ambar.Ia terpaksa pulang lebih awal karena kondisinya masih shock pasca ambruknya atap koridor.


Anehnya tidak ada yang tahu penyebabnya, CCTV yang terpasang sama sekali tidak bisa merekam perbuatan Poppy.


Ambar membuka matanya perlahan,ia mendengar seseorang memanggilnya dari luar kamar.


"Masuuuuk"Seru Ambar,ia mengira itu adalah Mama ataupun salah satu pembantu nya.Tapi setelah menunggu beberapa saat, tidak ada gerakan pintu terbuka.


Ambar jadi penasaran,ia bangun lalu turun dari atas tempat tidur.Kakinya berjalan tanpa alas menyentuh lantai yang begitu dingin.


Saat pintu terbuka, pupil matanya melebar.Ia melihat Poppy sudah berdiri di depan pintu.Gadis yang terkenal dengan sebutan si gendut itu tersenyum tipis.


"Hay Ambar"Poppy melambaikan tangannya.


"Mau apa kamu kesini ??"Ambar panik,ia merasa jika kedatangan Poppy bukan dengan niatan yang baik.


"Aku ingin menuntaskan hal tadi pagi yang digagalkan oleh Aya'.Kau tahu???aku tidak suka dengan kegagalan "


Ambar tidak mengerti dengan maksud Poppy,tapi belum sempat ia bertanya.Poppy bergerak cepat menyambar tubuh Ambar masuk ke dalam kamar.


Daun pintu tertutup dengan sendirinya, Suara teriakan Ambar sama sekali tak terdengar oleh siapapun.


Gadis itu menjerit kesakitan saat tubuhnya dicabik-cabik tanpa perasaan oleh Poppy.Ia berusaha minta tolong,namun siapa yang akan menolong nya?Tangan Poppy menciduk jantung nya lalu menarik nya.Ia begitu lahap menyantap tubuh Ambar yang sudah tak bernyawa.