Blue Eyes

Blue Eyes
Blue Eyes : 12



"Nona Anna-"


"Panggil kakak saja, Aku kan seumuran dengan Krist" kata Anna sambil menatap Krist "Ya sedikit lebih tua sih"


"Kenapa kakak tidak bilang jika Kak Anna kekasih kakak?" tanya Zara sambil menatap tajam Krist.


"Kamu jahat sekali sayang tidak mau mengakui aku sebagai kekasihmu" Anna sudah berakting, dasar makhluk mengesalkan.


"Tenang Kak jangan menangis, Kak Krist memang bodoh orangnya" kata Zara sambil menenangkan Anna yg sedang berakting.


Mama datang dengan membawa minuman untuk Anna. Menatap wanita cantik itu dari ujung ke ujung.


"Kamu benar kekasih Krist?" tanya Mama.


"Iya Ma, saya kekasih Krist" jawab Anna.


Krist menatap horor kearah Anna yg dengan tidak tahu diri memanggil wanita didepannya itu dengan panggilan yg sama sepertinya.


"Ma, ayo kita keluar. biarkan Kakak meluangkan waktunya sebentar dengan Kak Anna" kata Zara "Nanti sore kakak ikut aku ya? Aku akan ajak kakak ketempat tempat yg indah disini" lanjut Zara sebelum keluar dengan Mama.


Lupakan masalah Papa, nyatanya dalam waktu singkat terselesaikan dengan kehadiran sosok Anna dirumah.


"Aku tidak tahu kalau Zara sangat mengidolakan sosokku" kata Anna memecah keheningan.


"Anna apa yg kamu lakukan disini?" tanya Krist


"Aku mengambil jatah libur yg sama denganmu tahu" kata Anna "Sangat membosankan tidak ada kamu" lanjutnya.


"Anna, ini bahkan belum lama kita berpisah" kata Krist frustasi.


"Kamu kenapa Krist? sakit kepala ya daritadi marah-marah terus?" tanya Anna.


"Sudahlah, keluar sana aku ingin tidur siang. Jangan ganggu aku" usir Krist.


"Aku dengan siapa kalau kamu tidur?"


"Main saja dengan Zara, kalian kan sejenis" kata Krist.


"Wow, Zara juga kekal sepertiku?"


"Kamu kenapa sangat mengesalkan sekali hari ini?" tanya Krist "Sudah sana keluar, aku mau tidur"


"Kenapa aku bisa menyukaimu sejauh ini, Krist?"


"Aku tak ingin menyakiti diriku dan dirimu seperti ini, tapi aku tak suka jika harus jauh darimu"


-


Krist bangun dari tidurnya, lelaki tampan itu keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Anna yg tidak ada dirumah.


"Ma, Mama lihat Anna?" tanya Krist.


"Tadi selesai berbicara dengan Papa ia keluar diajak bermain oleh Zara" kata Mama.


Hebat, dalam waktu singkat wanita aneh itu bisa menaklukan sang Papa. Krist geleng-geleng kepala saja, apa yg dipakainya sampai Papa takluk seperti itu.


"Kalau mereka sudah pulang beritahu Krist Ma" kata Krist.


Disini Zara dan Anna sekarang, sedang menikmati matahari tenggelam dengan damai.


"Kak, ayo kita pulang sudah mau malam. Nanti Mama mengomel jika belum pulang" kata Zara.


Sewaktu mereka akan pergi dari tempat itu segerombolan penjahat datang.


"Hai manis, beri kami uang"


"Kak, bagaimana ini? Aku takut" kata Zara


"Sudah tak usah takut, ada kakak disini" kata Anna.


"Dengar tidak, jika tidak memberi kami uang akan kami bunuh kalian" kata penjahat itu.


"Bunuh saja kalau kalian berani?" kata Anna.


Zara sedikit menjauh saat melihat Anna seperti yg bukan ia kenal, bukan model terkenal diseluruh negeri, bukan sebagai kekasih kakaknya. Siapa wanita ini? Matanya menatap Anna yg memberi pelajaran penjahat-penjahat tadi.


"Berani sekali kalian ingin macam-macam dengan adik iparku" kata Anna sambil menghajar salah satu penjahat.


Zara kagum, sangat kagum.


"Kak Anna bisa memakai sihir ternyata, hebatnya"