Blue Eyes

Blue Eyes
DENDAM ANGGI 150



Cahaya membenarkan letak mayat,lalu ia menutupi nya lagi dengan keranda.


"KENAPA KAMU PUKUL WAJAH KU?"tetiba muncul wajah menyeramkan di depan mata Cahaya , spontan tangan Cahaya melayangkan tamparan ke wajah hancur itu.


PLAK!!


Wajah itu membulat kan matanya,ia mungkin kaget karena di tampar oleh manusia.


Cahaya terperangah,ia melihat telapak tangannya dan wajah si buruk secara bergantian.


"Apakah itu sakit ?"


"Ya sakit be-gok!!"hardik si buruk rupa.


"Salah sendiri kenapa ngagetin aku?"


"Aku bukan mau ngagetin kamu, aku mau nakutin kamu . Tapi kenapa sih aku malah dipukul? kamu nggak takut sama aku??"


Cahaya menggeleng kan kepalanya.


"Hah?? serius ?? padahal wajahku hancur loh,,,,tuh lihat...rusak parah"si Buruk rupa melihat dirinya di cermin jendela.


"Mangkanya, kalau mau mati jangan di jalan.Gantung diri kek"Celutuk Cahaya tanpa bersalah.


"Emang ini kemauan ku uh"Si buruk rupa menjitak kepala Cahaya .


"Woy..sakit tauk"


"Lebih sakit wajahku yang kau tampar"Si buruk rupa memutar tubuhnya melayang menuju pintu.


"Eh kau mau kemana ?"Cahaya berlari mengejar.


"Mau pesta"


Daun pintu terbuka,tapi Cahaya cepat menutup nya kembali.


"Kau tidak boleh kemana-mana "Cahaya menekan pintu dengan punggung nya.


"Menyingkir lah,aku tidak ingin menyakiti mu"


"Wuih sombong,,,,sudah kamu disini saja, tunggu sampai jasad mu dikebumikan"


"Aku tidak punya alasan untuk patuh padamu"bantah si buruk rupa.


"Kalau kamu tidak mau,maka kamu akan mati dua kali"ancam Cahaya .


"Aku sudah mati,jika harus mati lagi?aku tidak perduli"


"Kalau ku tebas roh mu,maka kau tidak akan bisa kembali dengan wujud yang sempurna "


"Kesempurnaan seperti apa yang kamu maksud ?hah?? Dengan wajah hancur seperti ini,aku sudah tidak sempurna "


Cahaya diam,ia menatap dalam sosok roh Anggi dengan wajah hancur.


"Kau Sepertinya tidak ikhlas dengan kematian mu?"


HAHAHAHAHHAHAHAHAHHA


"Siapa yang bisa ikhlas kalau aku diperlakukan tidak adil seperti ini ??Bukan keinginan ku untuk lahir dan menjadi anak hasil dari perselingkuhan. Kalau aku bisa memilih? aku akan memilih terlahir dari orang tua yang utuh, meskipun harus hidup miskin dan serba kekurangan.Dari pada aku hidup bergelimang harta,tapi tidak bernasab"


Cahaya diam menyimak.


"Kenapa ?? setelah banyak aku menerima penghinaan dan sanksi sosial ,Aku harus mati seperti ini.Aku juga berhak bahagia,aku juga berhak punya teman"arwah Anggi menutup wajahnya, tubuhnya bergetar karena guncangan tangisan.


Cahaya tetap diam, ia tidak bisa ngapusi wujud hantu yang lagi labil.


Hihihihihihihi


Anggi tertawa sembari membuka wajahnya perlahan, jelingan matanya tajam penuh kemurkaan.


"Tapi kali ini,aku tidak akan diam lagi.Aku akan membawa nya ikut dengan ku"


"Siapa??"


"Saudara tiri ku,,,dia yang sudah menyusahkan hidupku selama ini.Dia juga yang menginginkan aku mati"


"Kenapa dia ingin kamu mati??"


"Aku tidak tahu,padahal aku sangat iri dan ingin sekali seperti dia.Tinggal di rumah besar, diperlakukan bak seorang putri.Papa sangat menyayangi nya,apapun keinginan nya Papa selalu menuruti nya.TERMASUK PESTA ULANG TAHUN INI!!"suara Anggi berubah serau dan bernada tinggi.


"Sedangkan aku??? sedangkan aku??? Meskipun Papa juga akan merayakan ulang tahun ku,tapi siapa yang mau datang??.Semua orang jijik padaku dan Ibuku,mereka menghina kami,mereka mencemooh kami.Mereka bilang lebih suka lihat tai dari pada wajah kami hiks hiks hiks hiks hiks "Anggi kembali menangis,memang benar-benar labil hantu yang satu ini.


"Sekarang aku sudah mati,,,Bagaimana dengan nasib ibuku ??Ia sekarang sendirian"


"Seseorang sudah memanggil Ibumu untuk mengurus jenazah mu"ujar Cahaya .


"Silvia yang menyuruh nya bukan??hah??Hahahahahahaha... perempuan Lak-nat itu juga harus mati bersama ku"


BRAK!!!


Anggi berhasil membuka pintu,ia melesat cepat.Cahaya kecolongan,dia sudah terlambat menahan hantu Anggi yang diselimuti dendam.


AAAAAKKKKKKKKKHHHHHH


Jeritan keras terdengar,Cahaya cepat-cepat menuju tempat pesta di rumah itu.Rumah Tuan Roberto memang lah sangat besar.Hampir sebelas dua belas dengan miliknya.


Suasana di pesta itu sangat kacau,mereka panik tiba-tiba kabel mikrofon melilit leher Silvia.Membuat dara cantik yang tengah memakai gaun mirip seorang princess itu bergelantungan.


Tangannya berusaha melepaskan kabel yang mencekik lehernya,kakinya menerajang ke sana kemari mencari tempat yang bisa untuk dipijak.


Tapi sayang, semuanya terlambat.Teman-teman yang berusaha menolong nya tak sempat menyelamatkan nyawa Silvia.


Ia mati tercekik oleh kabel mikrofon yang ia gunakan untuk bernyanyi.Memang sangat aneh, bagaimana bisa kabel mikrofon itu bisa melilit lehernya dan menarik nya ke atas?Padahal kabel itu berserakan di lantai,tidak ada yang digantung.


Sungguh sangat aneh...


Fajar dkk mabuk ,mereka tidak tahu jika sang Tuan Rumah sudah meninggal.Cahaya yang mendapati adiknya sempoyongan, segera membawa nya pergi.Ia meninggalkan teman-teman Fajar di sana, sedangkan Cahaya diam-diam menyelinap terbang pergi bersama Fajar pulang ke rumah.


"Hah???Aku terbang?"tanya Fajar disela-sela cekukannya.


Cahaya tak menghiraukan,ia cepat membawa pulang si Fajar sebelum ada orang melihatnya terbang di antara pepohonan.