Blue Eyes

Blue Eyes
INGIN NIKAH 50



Ahmad heran melihat Sukri keluar dari kamar Soraya.Ia gegas mempercepat langkahnya.


"Mang...Apa Mamang Sukri ninggalin Non Aya' sendiri di kamar ?"


"Iya...Non Aya'yang suruh"jawab Sukri santai.


"Mamang gimana sih??kalau perempuan itu datang lagi gimana ??"Ahmad buru-buru mau masuk ke kamar Soraya,namun Sukri sigap menahan lengannya.


"Jangan...Non Aya' sedang nemenin temannya "


"Hah???"Ahmad terpelongo, dadanya terasa berdenyut sakit.


"Sudah-sudah ayo...kita tidak boleh terlalu ikut campur urusan majikan.Yang Penting Non Aya'baik -baik saja"Sukri menarik tangan Ahmad menjauh dari kamar Soraya.


Dengan berat hati, Ahmad pun mengikuti langkah Sukri.


*


Entah sudah ke berapa kalinya , Idris menyemburkan darah segar dari mulutnya.Luka dalamnya lumayan cukup parah.


Sampai akhirnya ia kembali tenang,tidur dengan nyaman.Soraya mengakhiri usaha pengobatan tenaga dalamnya.


Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.


"Alhamdulillah..."Soraya mengusap wajahnya,ia bersyukur Idris sudah sedikit lebih baik.


"Tidurlah...besok disaat kamu sudah bangun.Insya Allah kondisi mu akan jauh lebih baik"


Soraya merangkak untuk bangkit, tiba-tiba tangannya dicengkeram dan ditarik hingga tubuhnya menindih Idris.


UHUK UHUK UHUK


Idris terbatuk-batuk karena tekanan tubuh Aya' di atasnya.Refleks Aya' langsung menarik diri menjauh.


"Kamu nggak apa-apa ??hah??"


UHUK UHUK UHUK


"Dadaku sesak"wajah Idris meringis kesakitan.


"Sesak???Sakit banget ya ??"Soraya sangat panik,Idris mengiyakan.


"Dimana ??dimana yang sakit?"


"Disini"Idris menepuk dadanya pelan.Soraya menyentuh bagian tubuh yang ditunjuk oleh Idris.


Lagi-lagi Idris berbuat jahil,ia memegang pergelangan tangan Soraya.Lalu ditariknya dalam pelukannya.


Akh..


Keduanya kini saling berpelukan dengan posisi miring.


Pupil mata Soraya membulat,jarak diantara ia dan Idris sangat lah dekat.Hembusan nafas yang hangat menerpa wajahnya.


"Gimana keadaan mu Nona cantik ?"tanya Idris.


"Begini Kah caramu bertanya ??"Soraya memukul dada Idris dengan kepalan tangannya.Pria itu tergelak renyah.


"Lepasin...Atau ku bunuh Kau saat ini juga"Soraya melancarkan ancaman.


"Kau sudah membunuh ku sayang,aku harus mati berapa kali agar kamu puas?"


Soraya terdiam, pandangan Keduanya begitu lekat dan intens.


AKH..


Idris kalah,ia melepaskan pelukannya.Dan bangkit dari tidurnya.Helaan nafas berat keluar dari bibirnya.


"Aku tidak akan kuat iman jika terus begini"Idris mengacak rambutnya sendiri.Soraya tersenyum tipis,ia beranjak duduk di sisi Pria itu.


"Kau sendiri yang mencari perkara"pungkas Soraya.


HUUUFFFF


"Kita boleh nikah nggak ??"Seloroh Idris yang langsung mendapatkan pukulan di bahunya.


"Aku serius sayang"sambungnya,Soraya bangkit bertindak tak perduli.


"Aya'...."Idris bangkit menyusul sang kekasih yang keluar dari ruang belajar nya.


"Cepat pulang,,, orang tuamu pasti akan sangat mengkhawatirkan mu"Soraya cuek saja saat Idris mengekori nya.


"Kamu mengusir ku,sayang??"


Soraya tak menanggapi ucapan Idris.Ia membenahi kamarnya yang sebenarnya sudah rapi.


"Sayang..."Idris menarik lengan Soraya hingga membentur tubuhnya."Apa kamu mempermainkan perasaanku ??"


"RIS...kamu kenapa ??kita masih dibawah umur loh.."


"Aku tahu...tapi kalau aku selalu berdekatan dengan mu begini,imanku tidak akan kuat.Aku pria normal,malah semakin normal saat bersamamu.Kenormalan ku jadi tidak mengenal waktu, membayangkan kamu saja semua jadi bergetar hebat..Kamu paham nggak maksud aku sayang ??"


"Nggak!!"Dengan entengnya Soraya menjawab.Sehingga membuat Idris terpinga-pinga.


AW!!!


Idris tidak memberikan kesempatan untuk Soraya bangun.Ia langsung menindih tubuh Soraya dan melu-mat habis bibir sang gadis.


Bola mata Soraya melebar,tapi sesaat perlahan mulai terpejam.Menikmati gigitan lembut serta emmu-tan yang menggairahkan.


Dengan sengaja Idris menggesekkan batang pisang yang mengeras ke tengah-tengah harta Karun milik Soraya.


Gadis itu melenguh, kepalanya terangkat,tangannya meremas sprei dengan kuat.


Saat leher jenjangnya terpapar, Idris tidak melewatkannya.Ia menjelajahi dengan ciuman serta kecupan lembut.


"Stop.....stoppp .."Soraya meracau,namun Idris tak perduli.


"Aku mohon...stop!!!"pinta Soraya memelas.Akhirnya Idris berhenti,ia bangkit menegakkan tubuhnya.


Soraya masih terbaring, dadanya naik turun sambil ter-engah-engah.


"Sekarang kamu tahu maksud ku sayang"ujar Idris, Soraya menutup matanya rapat-rapat.Ia diam tak bergeming.


"Aya'...."


TOK TOK TOK TOK


Suara Pak Luyo memanggil disusul oleh ketukan pintu terdengar.Membuat Soraya bangkit serta merta.


"Iya Pak..."Soraya berlari membuka pintu "Iya Pak?"


Pak Luyo mengerutkan keningnya,ia melihat wajah putrinya seperti udang rebus.Pak Luyo menengok ke dalam kamar,yang Mana Idris berdiri tak bergeming disana.


"Kalian ngapain ?"Pak Luyo jadi curiga.


"Nggak... nggak ngapa-ngapain Pak"Soraya menggelengkan kepalanya cepat.


"Pak...."Idris berseru,ia mendekat"Saya ingin meni...@@@”Kalimat Idris terpotong karena mulutnya di sumpal oleh Soraya.


"Lepasin sayang..."Idris mendorong tangan Soraya,tapi gadis itu menutup mulutnya kembali.


"Pak.... tunggu di meja makan ya,bentar lagi kami turun"Soraya menutup pintu dengan menggunakan kakinya.


BRAK!!!


Belum sempat Pak Luyo menjawab pintu sudah tertutup rapat.Ahmad muncul mendekati Pak Luyo .


"Pak...ayo kita makan malam"


"Oh iya...kita tunggu Aya' dibawah"


Ahmad merangkul bahu Pak Luyo lalu digiringnya turun menuju lantai satu.Pria itu sesekali menatap daun pintu kamar anak majikannya dengan sayu.


"Sayang...kamu apa-apaan sih ??Aku kan mau ngomong sama Bapak"


"Mau ngomong apa ?udah lah jangan ngadi-ngadi ,kita ini masih dibawah umur.KTP aja belum punya.Emang kamu pikir menikah itu gampang?"


"Tapi dari pada kita berzina sayang "


"CK..Kau ni ah..ribet amat!udah nggak usah mikir yang begituan terus.Ok!!!"


Idris nampak kecewa, sebenarnya ia terinspirasi dari cerita sang Mama mengenai percintaannya dengan sang Papa.Jadi dia seperti ingin mengikuti jejaknya saat sudah menemukan gadis yang ia cintai.


_


Ahmad memperhatikan dua insan yang membuat hatinya terluka.Baru pertama kali menyukai seseorang,dia sudah tersakiti.


Tapi anehnya, Ahmad tidak mampu membenci Soraya.Justru ia semakin mencintai gadis itu.


"Cepat sekali kamu sembuh ya?"ujar Pak Luyo , Idris tersenyum tipis.


"Iya Pak,karena Soraya telah membantu penyembuhan saya"


Pak Luyo manggut-manggut.


"Ya'...kamu jangan lupa bilang makasih sama Ahmad.Karena dia kamu selamat"Sambung Pak Luyo .


"Hah???"Soraya terkejut, karena ia pikir Idris lah satu-satunya orang yang menyelamatkan dirinya.


"Pak...tolong jangan bicara seperti itu,saya tidak melakukan apa-apa Pak"Ahmad menyela,ia merasa malu saat Soraya Mengangkat wajahnya dan menatap dirinya.


"Ahmad.. kalau kamu tidak merukiyah perempuan itu,tentu kami tidak akan sadar jika hanya kalam-kalam Allah yang mampu membinasakan iblis.Kamu juga turut berjasa besar "sahut Pak Luyo .


Soraya bangkit dari meja makan,ia menghampiri Ahmad yang berdiri di belakang Pak Luyo .Disanalah ia selalu berada saat Pak Luyo tengah makan.


"Makasih ya Ahmad"Soraya mengulurkan tangannya, Ahmad auto grogi.


"Oh...kamu tidak akan bersalaman dengan selain muhrim ya"Soraya menyadari saat Ahmad tidak menyambut uluran tangannya.


"Bu-bukan begitu Non"Ahmad jadi merasa bersalah saat Soraya menarik tangan nya kembali.


"Ya sudah nggak apa-apa"Soraya kembali ke tempat duduknya di sisi Idris.


Pria yang sejak tadi merasa tidak nyaman dengan tatapan Ahmad kepada Soraya.