Blue Eyes

Blue Eyes
SEGERA PULANG 74



"Tiga..satu pria ,dua wanita"


Pasangan pasutri itu diam , namun pancaran matanya sangat tidak mengenakkan bagi Dominic .


"Kalian kenapa??hah??kalian nggak percaya kalau dia bisa bicara sama Anjing peliharaan kalian itu??Ca... Anjing itu bilang apa?"Dominic berbicara dengan pongahnya.


"Mereka punya anak,tiga..satu pria dan dua wanita "


Bola mata mereka terbelalak lebar mendengar penuturan Cahaya.


"Hemm??baru percaya kan??Caca ni bukan manusia biasa.Sekali tunjuk pisau-pisau itu akan menancap di tubuh kalian.Lihat tuh,tangannya dah putus "Dominic begitu bangga dengan gadis pelindungnya itu.


"Jadi jangan macam-macam..Ok!👌👌"


Tok tok tok tok


Suara ketukan pintu menghentikan ceramah dari Dominic .


"Ma...Pa... tolong buka,laper nih"terdengar seruan dari luar.


Kedua pasangan itu semakin heran.Kalau pintu tidak terkunci dari luar? lalu kenapa pintu tidak bisa terbuka?


CEKLEK


Pasangan kanibal semakin terbelalak saat ganggang pintu bergerak sendiri.Mereka menelan saliva menahan ketakutan yang mencekat tenggorokan.


"Pa...pa"Suara yang awalnya penuh semangat jadi berubah lirih Begitu melihat kedua orangtuanya.


"Apa yang terjadi ??"seorang pria muncul dari balik punggung wanita yang pertama kali masuk,Disusul seorang gadis belia.


"Mama"Gadis belia itu menjerit saat menemukan tangan Ibunya buntung.


"Siapa kalian ?? kalian apakan orang tua ku ?"Wanita yang pertama kali masuk begitu marah.


"Mereka yang mau membunuh kami,kami hanya melindungi diri kami"Jawab Dominic .


"Itu kan Dominic ..."seru si anak cowok.


Dominic tersenyum sambil melambaikan tangan.


"Jadi Papa menangkap Dominic sebagai sarapan pagi kami??"tanya si gadis bungsu.


"Sepertinya begitu "Tanggap si anak cowok.


"Dan mereka melawan sehingga mencelakai Mama"gumam si gadis sulung.


"Hebat juga kalian"Si anak cowok maju dengan tangan terlipat di dada.Si gadis sulung menyeringai.


"Tapi tidak untuk kami,sekali kalian masuk dalam lingkaran menu makanan kami.Kalian tidak akan bisa terlepas "


Tiga bersaudara itu melangkah maju,Cahaya melangkah mundur.Ia merentangkan kedua tangannya sebagai tanda agar Dominic dan si anjing berlindung di belakangnya.


"Ca lawan!!kok kamu takut ??"Dominic memberikan perintah.Ketiga saudara itu semakin menyudutkan mereka.Namun Cahaya tak bergeming, ia justru mendorong tubuh Dominic dan si anjing jauh ke belakang.


Si anak cowok meraih sebuah celurit besar yang berjejer rapi di atas meja bersama senjata tajam lainnya.


THAK


Cahaya menjentikkan jarinya, seketika itu juga semua senjata yang berada di dalam ruangan itu melayang dengan mata pisau mengepung ketiganya.


Sontak mereka kaget, celurit yang ada di tangan si anak cowok pun ketarik Medan magnet menyatu dengan senjata lainnya.


"Apa-apaan ini ?"Pekiknya.


"Ampun...tolong..ampuni kami"Tiba-tiba Ayah dari ketiga anak kanibal bersujud mencium lantai.


Si istri pun ikut bersujud meskipun tangannya masih berdarah-darah.


Melihat kedua orangtuanya melakukan hal demikian, ketiga anak itu nampak cemas.Setelah bertukar pandangan,mereka pun turut melakukan hal yang seperti apa yang dilakukan orang tuanya.


Dominic tersenyum jumawa,ia melangkah maju dengan membusung kan dada.


"Mangkanya...jadi orang jangan jahat, sekali dapat lawan yang tak sebanding.Malah nangis-nangis..hahahaha"


"Udah Ca..kita seret dia ke kantor polisi saja,biar pihak yang berwajib menghukum tindakan kejam nya"


Cahaya tak menjawab,ia tetap mengendalikan senjata-senjata itu dengan posisi siap menyerang.Karena ia mendengar dari si anjing bahwa keluarga itu hanya akting.


"Kak ampuni kami...aku mohon"Rengek si bungsu.


"Baiklah..."


Jawaban Cahaya mengagetkan Dominic .


"Ca jangan main-main kamu,mereka tidak pantas di maafkan "


"Tidak kak...kami serius "Si bungsu berjalan menggunakan lututnya mendekat kaki Cahaya .


KHOK


Si anjing justru menyerang si bungsu, rupanya gadis belia itu ingin membunuh Cahaya dengan menggunakan pisau yang terselip di dalam rok nya.Alhasil,,si anjing lah yang terkena serangan yang dilakukan oleh si bungsu.


Pisau itu menancap di tenggorokan si anjing, sehingga nyawa si Anjing tidak dapat tertolong.


Cahaya terpegun, ia tidak menyangka sama sekali.Kejadiannya begitu cepat.


Ternyata si Bungsu tidak menyerah,ia berteriak menarik pisau itu lalu menyerang Cahaya kembang.


Tapi sayang,Cahaya menepisnya cepat.Lalu tangannya mencengkram batang leher si bungsu dan mematahkan nya dengan sekali gerakan.


KRETEK...


Sekali patah, maka melayang lah nyawa di kandung badan.


"Adik..."Si ibu menjerit melihat tubuh si bungsu yang terkulai tak bernyawa ke lantai.Kakaknya pun meluruh mengelilingi mayat si bungsu.Mereka menangis meraung-raung secara berjamaah.


Sedang kan Cahaya , justru menggendong si Anjing lalu melangkah keluar dari kamar terkutuk itu.Dominic berlari menyusul,ia tidak mau tinggal sendirian disana.


Saat Cahaya yang menggendong mayat anjing bersama dengan Dominic berhasil keluar.Tiba-tiba tak tahu dari mana asalnya,percikan api biru menyulut rumah itu.Dalam sekejap mata, rumah itu terbakar bersama dengan manusia-manusia durjana yang berada di dalam.


Dominic terpana, ia pikir Cahaya akan membiarkan para kanibal itu tetap hidup.Rupanya mereka justru terpanggang hidup-hidup.


"Aku perhatikan,apinya berwarna biru..kenapa ya?"Gumam Dominic saat melihat kobaran api yang melahap rumah.


"Api biru adalah api yang terpanas"jawab Cahaya ,ia menatap mayat si anjing.Dan memeluk nya erat.Kedua kelopak mata Cahaya terpejam erat.


Hatinya sakit sekali dengan kematian tragis si anjing.Karena kalau si anjing tidak menolongnya, pasti dialah yang akan terluka.


"Sudah lah jangan sedih...dia sudah tenang disana"Dominic mengusap punggung Cahaya .Gadis itu diam saja.


"Ayo kita kubur dia,lalu kita pulang.Sebentar lagi matahari akan terbit,biar aku bawa taksi itu"Dominic menunjuk taksi milik si suami kanibal.


Cahaya mengangguk setuju.