Blue Eyes

Blue Eyes
PESONA CAHAYA 132



Berita tentang meninggal nya Muhammad Ilyas cepat tersebar.Para rekan bisnis dan sahabat nya datang bertakziah.Termasuk utusan dari keluarga Brunei yang mengirim Pangeran As'ad salah satu cucu Sultan Zubair.


Pangeran As'ad sebenarnya enggan untuk hadir,selain dia tahu jika hubungan dua keluarga itu sudah lama renggang.Ia juga tidak tertarik untuk berbasa-basi,cucu Sultan Zubair dari Pangeran Abdul Jailani.


Seperti yang sudah diprediksi, karena putri Halimah tidak bisa menjadi istri dari Muhammad Idris.Tahta jatuh ke tangan Pangeran Abdul Jailani.Namun karena masih memikirkan seluruh rakyat Brunei Darussalam, Ilyas tidak membiarkan Begitu saja Tahta dikuasai oleh Pangeran Abdul Jailani.


Ia berhasil memukul mundur ke ikut sertaan England dalam proposal logam Brunei Darussalam.Ilyas juga menghapus kerja sama dengan England menggunakan kekuatannya sebagai pewaris yang sah.


Sehingga Pangeran Abdul Jailani tidak bisa lagi mendapatkan pengaruh dari England.


Jujur...pasukan kubu Pangeran Abdul Jailani tidak puas hati dengan sikap Ilyas,namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena stempel kesultanan masih beratas namakan Muhammad Ilyas.


Saat Pangeran As'ad hadir dan mengikuti acara pemakaman, Ia tidak banyak bicara.Hanya pelayan nya yang membantunya berkomunikasi dengan para pelayat dan juga keluarga besar Muhammad Ilyas.


Melihat hal itu,Fajar sangat tidak suka dengan kesombongan sang Pangeran.Ia justru memilih menghindar dan tidak bertegur sapa dengan As'ad.


Sekembalinya dari pemakaman, Pangeran As'ad dihaturkan untuk menyantap hidangan beserta para punggawa yang mengiringi.Namun beliau enggan untuk menyanggupi.Ia berbisik kepada pelayan kepercayaan nya bahwa ia memilih untuk beristirahat saja.


"Maafkan kelancangan kami, Pangeran sangat letih.Dan beliau ingin beristirahat"Sang pelayan berucap dengan merendahkan kepalanya.


Sebenarnya Idris tersinggung, namun Soraya memberi kode agar dibiarkan saja.


"Baiklah...saya akan meminta kepada pelayan saya untuk mempersiapkan kamar untuk sang Pangeran"Jawab Idris kemudian,Fajar berdecih diam-diam.Ia sangat meluat dengan kesombongan sang pangeran.


"Maafkan kami Paduka, sekali lagi kami memohon maaf.Biarkan kami yang membersihkan kamar itu sendiri,Paduka tunjukkan saja dimana letak kamar nya"


Idris menarik nafas kesal, ia pun mengalah dan meminta pembantu nya untuk menunjukkan jalan.


"Bik..."


Tiba-tiba Cahaya datang berseru,ia baru menampakkan diri setelah kematian Kakeknya.


"Iya non.."langkah sang Bibik jadi tertahan saat hendak menunjukkan jalan.Pangeran As'ad pun mengalihkan perhatiannya,ia terkesima melihat pesona kecantikan Cahaya.Sehingga tanpa sadar kedua bola matanya mengikuti pergerakan gadis itu.


"Aku mau minta sepiring nasi untuk Nenek,dia belum makan apapun sejak semalam"


"Oh...emm Non bisa ambil di dapur minta sama Limah,Bibik mau mengantarkan tamu ke kamar untuk istirahat"


Cahaya memperhatikan para tamu yang ditunjuk oleh sang pembantu.Sedetik pandangannya beradu dengan sang Pangeran yang terpaku menatapnya.


"Ok..aku akan ambil sendiri "


"Nur... bagaimana keadaan Nenek ??"Soraya bertanya.Cahaya menggeleng lemah,lalu memutar tubuhnya menuju dapur.


"Paman...aku sangat lapar "Ucapan Pangeran As'ad membuat semua terkejut"Aku mau makan"Sang Pangeran tidak menunggu jawaban,ia melangkah mengikuti Cahaya masuk ke dalam sebuah ruangan.


"CK... pasti karena Kakak"Celutuk Fajar.Soraya tersenyum begitu juga dengan Idris.


"Ampuni Pangeran kami Paduka"Pelayan kepercayaan pangeran As'ad membungkukkan badannya lebih mendalam.Di ikuti oleh para punggawa yang lainnya.


"Ah tidak apa-apa,mari... kalian juga harus makan menemani sang pangeran "Jawab Idris.


"Terimakasih atas kemurahan hati paduka "


*


Pangeran As'ad seperti orang bodoh mengikuti Cahaya masuk ke dapur.Cahaya mengambil piring di etalase, As'ad pun melakukan hal yang sama.Cahaya mengambil nasi, As'ad pun sama.


"Kau sedang apa -?"cetus Cahaya .


"Mau makan"


"Kau juga mau makan bukan ??"


"Tidak!!aku mau mengantarkan makanan untuk Nenek ku"


"Aku juga"


Cahaya mengernyitkan keningnya,


"Kak!!cepatlah masuk"seru Fajar yang datang mendahului para punggawa.Pangeran As'ad menoleh ke arah nya.


"Pangeran.. silahkan duduk... tempat anda disini"sambung Fajar sambil menarik kursi.Pada saat itulah,Cahaya pergi meninggalkan ruang makan.


"Eh"Pangeran As'ad sudah terlambat menahan sang gadis yang telah berhasil menarik perhatian nya.


"Silahkan Pangeran.."sekali lagi Fajar memperingatkan agar Pangeran As'ad duduk.Pria itu mendengus kesal, ia terpaksa mendudukkan dirinya di kursi yang di tunjuk oleh Fajar.


"Siapa dia??"


Pada saat pelayan pangeran As'ad menyiapkan makanan di atas piring untuk nya,ia mengemukakan pertanyaan.


"Siapa yang anda tanyakan Pangeran ??"tanya Idris berpura-pura tidak mengerti.


"Gadis yang baru saja pergi"


"Oh... .dia putri kami,anak sulung kami "


"Anak yang diculik oleh Putri Halimah "Fajar menambahkan dengan Tatapan tajam.Pangeran As'ad nampak terkejut, begitu juga dengan para pengawal nya.Wajahnya langsung berubah tak mengenakan.


"Maafkan kelancangan kami"Pangeran As'ad berdiri dan membungkukkan badannya.Ia merasa tidak sopan menyinggung hal yang berbau kontroversi.


"Tidak apa Pangeran,jangan sungkan... duduklah"Idris meminta agar Pangeran As'ad kembali ke tempat duduknya.


"Terimakasih"


Kini Pangeran As'ad bersikap lebih sopan.


"Jujur... mengenai putri Halimah,itu sangat disayangkan sekali.Beliau telah mencoreng nama baik kesultanan Brunei, sehingga Sultan Zubair Allahuyerham (Sebutan untuk orang yang sudah meninggal) mengasingkannya ke pulau tak berpenghuni "Ucap Pangeran As'ad dengan lembut.


"Itu semua sudah menjadi masa lalu kami,dan kami sudah melupakan nya"tanggap Idris.


"Paduka sangat bermurah hati"


Idris tersenyum tipis.


"Bila diijinkan...saya ingin tinggal disini untuk beberapa hari lagi"Pangeran As'ad menyambung kalimat nya yang sontak membuat semua orang yang mendengar nya terkejut.Termasuk para pengawal nya.


"Oh... silahkan..."Idris terpelongo,namun ia juga tidak bisa menolak.Fajar memicingkan matanya,menatap pangeran sombong itu lebih dalam.Ia semakin curiga jika sebenarnya As'ad memiliki niat terselubung dengan berubahnya rencana awal yang ingin cepat-cepat kembali ke Brunei Darussalam.


Pangeran As'ad tersenyum simpul, ia tidak menyadari jika Fajar tengah memperhatikan dirinya.


Pangeran As'ad mencari-cari kamar yang mana Cahaya berada.Namun ia sama sekali tidak menemukan nya.


"Pangeran... kamar Pangeran katanya di sebelah sana"Pelayan yang mengikuti Pangeran As'ad memberikan petunjuk sesuai arahan dari Idris.Karena Pangeran As'ad menolak untuk di iringi oleh pembantunya.


"Stttt"Pangeran As'ad meletakkan jari telunjuknya di bibir,lalu ia melanjutkan pencariannya lagi.


Pada saat ia mendorong sebuah daun pintu, ternyata ada yang menarik daun pintu dari arah dalam.Hampir saja Pangeran As'ad terdorong, namun tubuhnya refleks membatu Begitu melihat sosok yang dicari nya kini berada di hadapannya.