Blue Eyes

Blue Eyes
Blue Eyes : 2



"Hah?"


"Kenapa?"


"Calon suami? calon istri?" bingung Krist, setelah membuat lebih ketakutan dibandingan hantu-hantu tadi sekarang wanita cantik ini mengatakan sesuatu yg menimbulkan pertanyaan dibenak Krist.


"Iya, kita adalah pasangan yg ditakdirkan, kita adalah takdir benang merah"


"T-tunggu dulu, aku tidak tahu siapa kamu ini. Aku bersyukur kamu menyelamatkanku tadi, Aku tahu kamu bukan manusia sepertiku dan sekarang kamu bilang kamu calon istriku? Astaga" Krist frustasi dengan wanita didepannya itu. Lelaki tampan itu juga tetap waspada takut jika sosok itu akan menyakitinya nanti. Ia tak boleh mempercayai orang asing, apalagi wanita cantik ini Krist sendiri tidak tahu manusia apa bukan?


"Aku tahu kamu pasti bingung sekarang" kata sosok itu "Baiklah Krist, biar aku jelaskan satu-persatu"


"Kamu tahu namaku dari mana?"


"Sudah kubilang kamu adalah calon suamiku, takdirku"


"Namaku Anna, terserah kau ingin menganggapku manusia, iblis, hantu atau apa tapi kamu adalah calon suamiku" kata Anna


"Aku bukan suamimu" jawab Krist "Maksudku calon suamimu" lanjutnya.


"Kamu tidak percaya?" tanya Anna


"Orang lain juga tidak akan percaya dengan perkataanmu saat ini" kata Krist


"Mau kubuktikan?" tanya Anna


"Apa?"


"Dijari manis tangan kirimu ada benang merah yg terikat dengan milikku, kita adalah takdir. Dan kamu adalah calon suamiku, benar-benar calon suamiku" kata Anna


"Dimana? benang merahnya saja tidak ada. Aku tahu soal kepercayaan tentang takdir benang merah, tapi tolong hari ini aku sudah terlalu lelah dengan semuanya. Banyak yg tidak kumengerti dan juga... " kata Krist sambil menatap Anna "Mengapa aku yg harus jadi suamimu?" lanjutnya kian frustasi.


"Karena sudah kubilang kita adalah takdir"


"Aku tidak percaya"


Anna mendekat kearah Krist yg membuatnya langsung waspada, tapi tubuhnya tak bisa digerakkan. Mata biru itu seolah menghipnotisnya.


"Mau apa kam-"


Dimalam itu saat ulang tahunnya Krist menerima ciuman dari sosok bukan manusia, gila rasanya. Belum lagi, dijari manisnya sekarang sudah terlihat benang merah yg terhubung dijari milik Anna.


"Kamu percaya sekarang?" tanya Anna.


Krist ingin menjawab, ingin bertanya lebih lanjut tapi tidak bisa karena kepalanya terasa berputar. Krist kehilangan kesadarannya.


"Mungkin dia tak bisa menerima kenyataan sebanyak ini"


"Energi spiritualmu memang banyak sekali, aku harus ekstra menjagamu kalau begini"


-


Krist terbangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling dan heran kenapa ia sudah berada dirumah.


Disamping tempat tidur sudah ada sarapan, susu dan air putih yg entah disiapkan oleh siapa? Krist tidak memilih pusing, mengesampingkan rasa penasarannya ia ambil air putih tadi, tenggorokannya benar-bemar kering.


"Sudah bangun-" Byurrr...


Air minum tadi tersembur keluar, Krist menatap Horor Anna yg berada didepan pintu kamarnya. Bagaimana bisa wanita itu masuk apartementnya dan juga...


"Kamu yg membawaku kesini?" tanya tak percaya


"Iya, kamu berat sekali tahu" keluh Anna.


Wanita cantik itu sudah tampil rapi layaknya manusia biasanya, dan yg anehnya mata biru itu sekarang berwarna hitam. Penampilan Anna berbeda dengan yg semalam ia lihat, tapi Krist masih bisa mengenalinya.


"Cepat bangun, setelah itu kita berangkat kerja bersama" ucap Anna sambil memegang Kamera milik Krist.


"Maksudmu apa?" Krist masih belum mengerti dengan situasi yg dihadapinya sekarang.


"Bekerja, kamu tak ingat? Hari ini ada pemotretan bukan?" kata Anna mengingatkan sang calon suaminya itu.


"Iya aku tahu aku ada pemotretan hari ini, tapi kenapa kita harus berangkat bersama? bukankah kamu bukan manusia?" tanya Krist.


"Dasar bodoh, mulai sekarang Aku yg jadi modelmu. Kamu akan bekerja denganku sayang"


Astaga apalagi ini....