Blue Eyes

Blue Eyes
IG PANGERAN AS'AD 145



"Hemm"Cahaya berkacak pinggang dengan pongah."Benar kah kau akan melakukan apapun yang aku mau?"


"I-iya...apa yang anda inginkan ??Uang?? jabatan ??"


"Cih...kau pikir aku butuh itu?"


"Lalu??Apa yang anda inginkan ??"


"Santap suami istri itu!!"


"Si-siapa ?"


Cahaya menarik nafas panjang,ia mencoba mengingat siapa nama pasutri yang mengantar nya ke tempat ini.


"Mah-fudz"


"Ke-kenapa mereka harus ku makan?"


"Karena dia mengirim aku kesini, berarti dia ingin kamu memakan aku"


"Ta-tapi saya juga punya janji dengan nya,lagi pula malam ini bukan waktunya saya makan.Meskipun mereka melakukan kesalahan,tapi bukan waktunya saya makan"


"Oh begitu rupanya..jadi kamu cuma makan malam Jumat legi ?"


Iblis Merah mengiyakan.


"Hemmm baiklah,tapi kau harus janji untuk memakan mereka kalau sudah tiba malam Jumat legi "


Iblis Merah mengangguk setuju,Cahaya tersenyum tipis.


"Ta-tapi kalau saya boleh tahu,anda siapa? kenapa anda bisa begitu kuat??Dan bisa melawan saya?"


"Yakin kamu ingin tahu?"


"Yah...biar saya tahu,siapa Tuan saya sekarang "


"Saya tidak butuh kamu jadi hambaku.Tapi kalau kamu ingin tahu??baiklah...akan ku tunjukan siapa aku"


Cahaya menarik dari jarak jauh topeng iblis pencabut nyawa.Dalam sekejap mata, topeng itu kini sudah berada di genggamannya.Lalu,Cahaya pun memakai nya.Seketika itu juga, muncullah pedang samurai di tangan kanannya.Angin kencang berhembus menyapu dedaunan.


Si iblis Merah terbelalak lebar, tubuhnya menggigil ketakutan melihat makhluk kecil yang ia sadari bisa melenyapkan wujudnya hanya dalam satu kali tebas saja.


"Tuh kan benar...dia anak Lucy"sergah Sundel bolong.


"Kabul yuk..."Si pocong melompat mundur,lalu berputar melompat cepat.Kolor ijo pun bergegas pergi,sundel bolong mengikuti nya di belakang.


"Ampuni hamba"Si Iblis merah menunduk Mencium tanah.


Fajar yang memperhatikan dari jarak jauh tercengang melihat perubahan pada diri Kakak nya.


Ia baru saja mengetahui hal itu,jadi tidak heran jika ia sangat terkejut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cahaya duduk sehabis terjaga dari peraduan.Ia merenggangkan otot-ototnya dengan mengeliatkan badan.


Pertarungan semalam sungguh menguras tenaganya.Tapi ia cukup puas karena berhasil menaklukkan Iblis merah.


"Pagi Kak..."Fajar masuk seperti biasa tanpa mengetuk pintu sembari membawa nampan yang berisi makanan.


Cahaya tercengang,ia teringat Pangeran As'ad yang pernah membawakan nya sarapan pagi untuk pertama kalinya dan juga yang terakhir kali.


"Apakah dia datang ?"tanya Cahaya spontan kepada sang adik yang tengah meletakkan nampan di atas nakas.


"Dia siapa ?"Fajar balik bertanya,tapi ia pun paham maksud sang Kakak setelah pandangan nya beradu.


"Oh pangeran"


Fajar menggeleng lemah,ia duduk di bibir kasur di samping Kakaknya.


"Itu bukan hal yang mudah Kak"


"Jadi dia menipuku ?"


Fajar terdiam, Kakaknya terlalu lugu dan naif.Mungkin dia hebat dalam segala hal,tapi masalah hati?dia terlalu lurus.Tiba-tiba Fajar terpikirkan sesuatu cara.Ia merogoh ponsel nya,lalu mencari IG Pangeran As'ad .


"Itu"


"Iya Kak,in IG nya Pangeran As'ad .Kita bisa lihat apa yang ia lakukan terakhir kali"


"Coba lihat"


"Hemmm..dia baru saja update status"


"Apa itu ?"


"MERINDUKANMU..Itu yang dia tulis dengan caption menangis "


Cahaya tersenyum lebar.


"Katakan..aku juga merindukan nya, cepatlah datang "


"Ok...aku tulis di kolom komentar "


Cahaya semakin mendekat karena tertarik.


"Eh dia nge DM kak"ujar Fajar girang.


"Apa itu ??"


"Bagaimana keadaan Cahaya ?"


"Bilang, masalah Sikin sudah selesai.Katanya janji mau kembali setelah masalah Sikin selesai ?"


"Ok...aku tulis dulu"Fajar benar-benar menulis apa yang dikatakan oleh Kakaknya.


"Kak dia balas.."


"Apa katanya ?"


"Masalah nya belum selesai,dia bilang sekarang dia di kurung "


"Apa??di kurung ??aku akan kesana!"


"Mau kemana Kak?"


"Ke tempat nya"


"Itu jauh"


"Kamu ikut "


"Kapan??"


"Sekarang!!"


"Ya nggak bisa sekarang Kak,kita harus urus paspor dulu"


"Untuk apa?"


"Karena kita akan pergi ke luar negeri "


"Dimana itu?"


Fajar menghela nafas berat, susah juga menjelaskan nya.Tidak ada cara lain,Fajar menulis nomor nya agar Pangeran As'ad melakukan video call dengan nya.


Yaps!!Pangeran As'ad garcep langsung menelpon.Fajar menerima dan menyerahkan kepada Kakak nya.


"Hah??"Cahaya terpana melihat wajah Pangeran As'ad memenuhi layar ponsel.


"Hay sayang... kenapa baru terpikir untuk liat IG ku??"sapa Pangeran As'ad , matanya nampak berkaca-kaca.


"Ngapain kamu di dalam sana?? cepat kesini!!"Cahaya tak memperdulikan pertanyaan Pangeran As'ad .


Fajar jadi tepuk jidat mendengar celotehan sang Kakak.


"Iya sayang..aku memang akan datang.Tapi sekarang susah sekali.Aku di hukum"


Cahaya membolak-balik ponsel Fajar ,ia mengocok ponsel itu.Dalam pikiran nya agar Pangeran As'ad keluar dari dalam benda pipih tersebut.