Blue Eyes

Blue Eyes
SEMUA KARENA RASA SAKIT 86



Saat Dominic tengah syuting,Frans mengirimkan pesan meminta Celine untuk menemui nya di mobil.


"Kau dimana ??"Celine langsung menelpon Frans.


"Aku tidak jauh dari mobil Dominic "jawab Frans dari seberang.Celine bergegas pergi, gerakannya di tangkap oleh penglihatan Cahaya .Ia menghidu ada yang tidak beres.Karena itu Cahaya diam-diam mengikuti Celine .


Celine masuk ke dalam mobil Frans saat anak buahnya membukakan pintu untuknya.


"Apa lagi yang kamu mau dariku Frans??"Celine gemetar menghadapi Frans yang berhati dingin.


"Hahahahaha aku tidak mau apa-apa,aku hanya ingin gadis itu menyingkir dari kehidupan Dominic "


"Kau sungguh takut padanya???"


Frans tersenyum kecut.


"Hah...apa yang sebenarnya Cahaya lakukan sampai kau benar-benar takut padanya?"


"Jangan banyak bicara Cel..kau mau atau tidak melakukan apa yang aku minta ??"


Celine membuang muka, sebenarnya itu yang ia inginkan.Tapi jika benar Cahaya bisa melindungi Dominic ,itu adalah hal yang bagus.


"Aku sudah melakukan nya Frans,tapi Dominic tidak mau.... awalnya aku tidak percaya,jika Cahaya benar-benar bisa melindungi Dominic .Aku pikir itu hanya akal-akalan Dominic saja karena ingin selalu dekat dengan Cahaya .Tapi ketika aku melihatmu seperti ini,aku jadi yakin bahwa Cahaya bisa melindungi Dominic "


"Kau..."Frans mencengkram geraham Celine dengan kuat"Bisa tidak kamu jangan banyak bicara,Atau kau lupa bahwa aku memiliki video mu dengan beberapa pria??Sekali aku bertindak,bukan hanya kau dipenjara.Tapi karirmu akan hancur Cel"


Frans mendorong wajah Celine hingga hampir membentur kaca mobil.


"Kau harus ingat bagaimana Dominic? semakin kau memberikan dia ruang,bukan tidak mustahil dia akan tertarik kepada gadis itu.Dia cantik dan masih belia, dibandingkan dengan dirimu yang sudah tak ranum lagi"


"Dan aku lihat,gadis itu kerap sedih melihat kemesraan kalian berdua.Aku yakin dia menyukai Dominic "


Celine diam, pikirannya mulai dimanipulasi oleh Frans.


"Baiklah...aku akan menyingkirkannya,tapi ingat...jika kamu berusaha mencelakai Dominic lagi, apalagi sampai ingin membunuh nya.Aku siap hancur dan masuk penjara,asal kejahatan mu terungkap "


Frans tersenyum smrik,Ia cukup senang mendengar jawaban Celine .


"Bagus gadis cantik,kau memang best of the best Celine ..Aku akan menunggu perkembangannya "Frans memberikan kode,anak buahnya membukakan pintu untuk Celine .Wanita itu keluar dan pergi tanpa menoleh lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Fajar bangkit dari duduknya begitu melihat Soraya dan Idris datang.Ia langsung berhambur memeluk sang Ibu.


"Ma... maaf kan Fajar.. ampuni Fajar..jangan pergi lagi Ma..jangan pergi lagi"


Soraya tersenyum, ia membalas pelukan putranya disertai ciuman di pipi Fajar.


"Sayang... seharusnya Mama yang minta maaf,Mama terlalu tenggelam dalam kesedihan.Sehingga melupakan mu.."ucap Soraya.Idris mengusap punggung Fajar dengan penuh rasa haru.


"Tidak Ma..Tidak..Mama tidak salah,Fajar janji akan membantu Mama mencari Kak Nur"


Soraya mengangguk,ia merasakan sebak di dadanya.


"Assalamualaikum..."


Semua langsung menoleh mendengar suara yang sangat tidak asing.


"Papa..."Idris terkejut melihat kemunculan Ilyas.Ia segera menyongsong kedatangan Papanya, diciumnya tangan Ilyas penuh khidmat.Soraya,Fajar ,dan Nicta juga melakukan hal yang sama.


Mereka menggiring Ilyas untuk duduk diantaranya.


"Alhamdulillah Papa sudah bersedia untuk keluar,kami menunggu Papa..."Idris sangat bahagia dengan kemunculan Papanya.Ilyas tersenyum tipis,wajahnya teduh dan tenang.


"Nur... kalian pasti bertanya tentang anak itu?"


Soraya mengangguk cepat.Ilyas menarik nafas dalam-dalam sebelum ingin mengatakan apa yang akan disampaikan nya.


"Bersabarlah,dia akan segera datang diantara kita"


"Tapi kenapa aku sama sekali tidak merasakan energi Kecubung Pa??"


HAHAHAHAHAHA


Ilyas justru tertawa lepas membuat semua terheran-heran.


"Anakmu,dia sudah menjadi manusia yang paling ditakuti oleh semua elemen.Kekuatan kecubung yang aku kirim untuk nya,hanya seperti seekor lalat yang ditangkap dan digenggamnya erat-erat"


"Kau sama sekali tidak akan bisa merasakan kekuatan Kecubung.Kecuali cahaya bola inti kehidupan yang menyatu dengan darah nya"


"Jadi???"Soraya tidak sabar untuk tahu kepastian nya.


"Bersabarlah..."Jawab Ilyas kemudian.Soraya sedikit kecewa,tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.


*


*


"Apa yang kamu lakukan di dalam mobil dengan penjahat itu ??"


Celine kaget tiba-tiba Cahaya sudah berada di belakangnya.


"A-apa maksud mu??"gemetar tubuh Celine ,dadanya naik turun karena takut.


"Aku melihatmu baru saja turun dari mobil nya,apa Dominic perlu tahu ini ?"


Celine tercengang,ia menggeleng cepat.


"Katakan apa yang kalian bicarakan ??"Cahaya melangkah maju satu langkah,Celine bangkit lututnya gemetar hingga ia tak mampu untuk menegakkan tubuhnya.


Cahaya membuang pandangannya ke arah Dominic yang tengah menatapnya,pria itu tersenyum.Dan Cahaya membalas senyuman itu.


"Aku akan memanggil nya"


"Jangan!!!"Celine mencegah dengan cepat.Ia terpaksa menarik tangan Cahaya dan membawa nya menjauhi keramaian.


Dominic menautkan kedua alisnya melihat dua wanita itu pergi.


"Frans... Frans meminta ku agar membuat kau pergi dari sisi Dominic .Hanya itu"


"Lalu?kau menyanggupi nya??"


Celine mengangguk ragu..Cahaya terdiam.Ia seperti memikirkan sesuatu.


"Boleh aku bertanya ??"sambung nya kemudian.


"Apa?"


"Seandainya Frans sudah tidak lagi membahayakan keselamatan Dominic .Apakah Dominic masih menginginkan aku untuk tinggal bersama nya??"


"Sudah tentu tidak,,,dia mengatakan padaku,jika dia tidak bisa mengembalikan kamu ke tempat asalmu karena masih membutuhkan mu untuk melawan Frans beserta antek-anteknya "


"Begitu kah??"Cahaya ingin semakin yakin.


"Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada nya"


Cahaya tercekat,dadanya kembali sakit.


"Kau harus pergi Cahaya "Sanca bersuara dari dalam tas.


"Baiklah..."Cahaya membalikkan badannya dan pergi.


"Baiklah ???Apa maksud nya??"Celine tidak mengerti apa maksud dari perkataan Cahaya .


*


Dominic menyelesaikan syuting untuk episode ini dengan baik.Ia mendapatkan ciuman kasih dari Celine di depan mata Cahaya .Gadis itu hanya diam, meskipun tangannya mengepal kuat.


Ia berusaha menguatkan hatinya sendiri.Rasa ingin pergi memupuk dalam dirinya.Namun ia harus menyingkirkan Frans terlebih dahulu.Karena jika Dominic dalam keadaan bahaya.Pria itu tidak mungkin melepaskan nya.


*


*


Frans Baru saja membersihkan dirinya,di atas tempat tidur berukuran king size.Sudah terlentang seorang wanita cantik dengan pose menantang.


Frans melepaskan bathrobe yang dipakai nya.Lalu meletakkan di sembarang tempat.Kemudian ia merangkak naik ke atas tubuh si wanita penghibur yang di sewanya.


Wanita itu menyerang Frans lebih dulu.Ia memang mahir dalam hal melayani pria hidung belang.Sehingga membuat Frans mendesah tak karuan.


BRAK!!!


Jendela yang tertutup rapat tiba-tiba terbanting keras.Membuat keduanya menghentikan adegan panasnya.


Seseorang melayang masuk dengan menggunakan topeng yang mengerikan.Di tangannya terdapat samurai tergenggam.


Wanita penghibur itu melompat ketakutan,ia sama sekali tidak perduli dengan tubuhnya yang telanjang.Sedangkan Frans menarik tubuhnya mundur hingga menyandar di hulu tilam.


Melihat kaki yang tak berpijak di lantai saja sudah mengerikan.Wanita itu segera keluar dari kamar pelanggan nya dan berlari tunggang langgang.


Frans pun ingin kabur, tapi orang bertopeng itu justru melayang mendekat.


"Si-siapa kau ??"Frans gemetar, tubuhnya menggigil ketakutan.


Namun orang itu sama sekali tidak menjawab,ia justru mengangkat pedang nya lalu menebas tanpa ampun.


Kedua mata Frans membulat, mulut nya yang menganga terbelah menjadi dua.Ia langsung mati seketika itu juga.