
"Lalu kenapa genderuwo itu mengikuti mu??"Tanya Idris.
Poppy tak mampu menjawab,rasa takut,malu bercampur aduk.Namun usapan lembut di bahunya membuat dadanya sebak.
"Cerita lah, disini hanya ada kita bertiga"Soraya bertutur kata dengan lembut, membuat hati Poppy yang bimbang jadi yakin untuk menceritakan semua masalah yang tak sanggup dipikul nya seorang diri.
"Papa dan Mama ternyata menumbalkan Kakak kembar ku kepada Genderuwo.Sejak kecil ia dibesarkan di ruang bawah tanah seorang diri tanpa siapa pun yang menjaga nya.Hanya Mama dan Papa akan menjenguk nya untuk mengantar makanan.Aku tidak tahu lebih detail tentang kehidupan Kakakku disana"
"Hingga kemarin saat aku pulang sekolah,Papa dan Mama memanggil ku.Mereka terlihat putus asa, dengan terbata-bata Mama mengatakan jika saat ini adalah waktu bagiku untuk membalas Budi kepada kedua orang tua ku"
FLASH BACK
"Ada apa ini Ma??kenapa tiba-tiba Mama Mengatakan hal yang aneh..balas budi??balas Budi apa??"Poppy menatap ke-dua orang tuanya secara bergantian.Ibu Poppy menelan saliva,ia tak sanggup rasanya jika harus mengorbankan Poppy.Anak kesayangannya!!
"Poppy...Papa mau menanyakan beberapa pertanyaan sama kamu,Kamu tinggal jawab ya atau tidak!Ok??"Papa Poppy ambil giliran untuk bicara dengan putrinya.Poppy mengangguk setuju.
"Apakah Papa dan Mama pernah tidak menuruti kemauan mu??"
Poppy menggeleng..
"Apakah Kami pernah memarahi mu??"
Poppy menggeleng lagi...
"Seingat Papa, semenjak kamu terlahir ke dunia ini.Kami selalu memberikan yang terbaik padamu "
Kali ini Poppy mengiyakan.
"Saat ini sesuatu telah terjadi diluar rencana kami...Kakakmu... telah tiada "
Poppy mengernyitkan keningnya.
"Kakak??? maksudnya Kak Farhan??"Poppy menyebut nama saudara tertuanya yang sudah berkeluarga.Papa Poppy menggeleng.
"Bukan Farhan,tapi....Pyta"Suara Papa Poppy tersekat hampir tidak terdengar.
"Pyta???siapa Pyta??"Poppy benar-benar bingung.
"Kita bawa kesana saja Ma"Papa Poppy mengusulkan sebuah rencana.
"Tapi Pa... Poppy anak kita...anak kesayangan kita"Mama Poppy menangis,ia memegang erat pergelangan tangan Poppy seperti tak ingin melepaskan.
"Dia juga anak kesayanganku Ma...tapi mau gimana lagi?-Apa Mama mau kita hidup miskin kembali "
Mama Poppy menggeleng cepat.
"Poppy sayang... Poppy juga nggak mau kan hidup melarat ?"Papa Poppy bertanya dengan sedikit memohon.Otomatis Poppy menggeleng cepat.
"Kenapa Papa dan Mama bicara seperti ini??Apa Papa bangkrut ??"Wajah Poppy penuh kecemasan.
"Nggak sayang...Papa nggak bangkrut, tapi kalau Poppy tidak bantu Papa.Kemungkinan hal itu bisa terjadi "
"Apa yang bisa Poppy lakukan untuk membantu Papa dan Mama?"
Papa Poppy tersenyum mendengar ulasan putrinya.
"Poppy anak yang baik dan pengertian,Papa yakin Poppy pasti bisa melakukannya.Ayo ikut Papa"
Tangan Poppy diraih oleh sang Ayah,namun Mama Poppy menahan tangan yang sebelah lagi.Wanita itu seperti tidak rela Poppy dibawa oleh Ayahnya.
"Ma... cobalah untuk ikhlas,ini demi kita semua "Papa Poppy masih menahan sabar agar Istrinya bisa mengerti.
"Ayo Ma..."Poppy yang masih belum memahami semuanya turut membujuk sang Ibu.Akhirnya Mama Poppy pun mengikuti langkah suaminya bersama dengan sang putri.
Papa Poppy membawa anak dan istrinya masuk ke gudang di belakang rumah.Gudang yang merupakan tempat terlarang bagi Poppy sejak kecil.Jangankan masuk??bermain di sekitar Gudang saja,Papa Poppy akan melarang dengan tegas.
Tapi kini,ia dibawa masuk oleh orang tua nya ke dalam gudang.Saat pintu terbuka,aroma dupa langsung menyeruak.Poppy digiring masuk lebih dalam melewati pintu.
Di balik pintu itu ternyata ada tangga yang menuju ke ruang bawah tanah.Poppy berjalan dengan di apit oleh Ayah dan Ibunya menuruni tangga.
Setiap jarak dua meter,ada obor di dinding yang dinyalakan oleh sang Ayah yang memandu perjalanan.
Semakin masuk, Poppy mencium aroma bangkai.Ia terpaksa menutupi hidungnya.
"Bau apa ini Ma?"Tanya Poppy,tapi Ibunya justru memberi aba-aba agar diam.
Akhirnya mereka sampai di lantai dasar,Papa Poppy menyalakan semua obor yang mengelilingi ruangan itu.Ruangan besar yang hanya ada sebuah dipan kayu di tengah-tengah.Dan di atas dipan terbujur kaku seonggok tubuh yang kurus kering.
Poppy memicingkan matanya,berjalan mendekati dipan itu.Ia penasaran dengan tubuh perempuan yang tak bergerak sedikitpun.
"Siapa dia Pa?"tanya Poppy dengan suara yang sumbang karena hidung nya ditutup.
"Dialah Pyta..Kakak kembar mu"
Pupil mata Poppy membesar...
"Saudara kembar ku???"Poppy sangat tidak percaya itu, karena ia sama sekali tidak menemukan kemiripan dirinya dengan tubuh kaku tersebut.
"Iya...sejak kecil dia sudah ada disini, diruangan ini"Ibu Poppy menambahkan.
"Kenapa disini??kenapa dia tidak tinggal bersama kita di rumah ??"Pertanyaan yang begitu polos keluar dari bibir Poppy.Papa Poppy menggeleng perlahan.Ia menarik sebuah tuas yang menempel di bawah obor.
Sebuah tirai tersingkap,dan nampaklah sosok patung besar berwujud Betarakala.
Poppy terperanjat, matanya membulat bertembung dengan mata Betarakala yang melotot nan besar.Taring panjang dari dua sisi bibir nya menambah kesan sangar dan menyeramkan.Meskipun itu hanya sebuah patung,akan tetapi patung tersebut seakan-akan hidup.
"Ini adalah yang mulia Betarakala...Dialah yang membantu kehidupan kita agar terus sejahtera.Dan Pyta...adalah pengantin nya"Papa Poppy menjelaskan yang tentu saja membuat Poppy bertambah shock.
"Pyta pengantin nya???jadi maksud Papa ,Pyta menikah dengan patung ???"Sungguh sangat diluar nalar manusia.Poppy menggelengkan kepalanya, ini sangat mustahil baginya.
"Bersujud lah...Papa akan menunjukkan wujud yang mulia Betarakala,calon pengantin mu"sambung Papa Poppy.
"Apa??!!!calon pengantin ku???Papa sudah gila ???"
"Maafkan Mama nak"Mama Poppy menyentuh tangan anaknya,namun Poppy menepisnya kasar.
"Jadi?? selama ini,aku menikmati kekayaan yang tak pernah habis ini?karena Papa dan Mama memberikan Kakakku sebagai pengantin nya DIA!!!"Poppy menunjuk patung dengan tangan kirinya.
"POPPY!!!"Suara lantang menggema, Poppy terpana.Karena seumur hidupnya,sang Papa tidak pernah berkata kasar sama sekali.
"Hati-hati kamu kalau bicara,jangan sampai membuat Yang Mulia Betarakala murka"
Poppy tercekat, ia bertambah shock mendengar kata-kata kasar dan keras.Sang Ibu mengerti, beliau segera mendekat dan memeluk putrinya.
"Mama... Poppy tidak mau menjadi pengantin"Tangisan Poppy pecah saat pelukan hangat itu merengkuhnya.
"Iya sayang...iya...Mama nggak akan memaksa Poppy kalau Poppy nggak mau"Ucap Sang Ibu dengan lembut.
"Kalau kamu tidak mau menjadi pengantin,maka semua kemewahan yang kau nikmati selama ini akan musnah.Hidupmu akan berubah seratus delapan puluh derajat.Kau mungkin akan putus sekolah,dan menjadi gelandangan"Papa Poppy mendongak menatap patung yang dipertuhankan nya.