Blue Eyes

Blue Eyes
JANJI YANG TERUCAP 151



Sinar matahari memancar hangat menyapu tubuh Fajar yang masih terlena.Ia mengeliat,matanya silau dan segera ia tutup wajahnya dengan tangannya.


"Dimana aku?-*Gumamnya pelan,ia terlalu mabuk hingga tak begitu yakin jika ia berada di kamarnya sendiri.


Ia mendudukkan tubuhnya, setelah diperhatikan. Fajar baru menyadari jika ia tidak memakai sehelai benang pun.Hanya selimut tebal menutupi bagian pinggang ke bawah.


"Hah???kok aku bisa nggak pakai baju sih??"Fajar kebingungan sendiri,ada rasa takut menghantui dirinya.


Tetiba pintu kamar nya terbuka,Cahaya muncul membawa nampan kecil di tangan.


"Kau sudah bangun rupanya"Cahaya melangkah menghampiri.


"Kakak???"


"Kau kenapa ?"Cahaya tak mengerti dengan reaksi adiknya,mata pria itu membulat disertai rona merah di pipi.


"Anu ..eeee a...apa.."


"Kau makan apa semalam ?"potong Cahaya cepat,Fajar menggeleng bingung"Jalan sempoyongan, muntah-muntah,dan sekarang kamu jadi gagu"


Fajar menutup matanya,ia semakin yakin jika Kakaknya lah yang telah menelanjangi dirinya.


"Fajar ..."Cahaya duduk di samping adiknya,tapi Fajar justru terlonjak kaget.Semakin membuat Cahaya bingung tak mengerti.


"Kamu kenapa ??"


Fajar meraup wajahnya,ia malu bercampur takut.Seumur-umur Fajar tidak pernah menunjukkan senjatanya kepada siapapun.Tapi kali ini... Kakaknya yang telah membuka semuanya.Tentu bukan atas persetujuan dirinya.


"Aneh deh kamu...sudah cepat minum air jahe ini.Agar tubuh kamu enakan habis muntah banyak,terus kamu mandi...bauk"Cahaya bangkit untuk meninggalkan adiknya.


"Ohya dan satu lagi, kalau ada telfon dari kekasihku.. cepat antar telfonnya ke aku ya"Cahaya mengerlingkan matanya,tapi Fajar justru merunduk dalam.


*


*


Sesuai dugaan,Pangeran As'ad menelfon.Dan Fajar pun mengikuti perintah Kakaknya sesuai pesanan.


"Kak..."Fajar menghampiri Cahaya yang tengah melakukan semedi/yoga.Pada saat itu,Cahaya memejamkan matanya. Angin sepoi-sepoi memainkan anak rambut yang tidak terikat.Menambah aura kecantikan yang alami.


Fajar tersenyum tipis,andai Cahaya bukan Kakaknya.Ia rela terlihat bugil di depan nya.Andai Cahaya bukan Kakaknya,tak kan rela dia memberikan si gadis kepada Pangeran di negeri seberang.Tapi kenyataannya,Cahaya adalah Kakak kandung nya.


TRING TRING TRING


Deringan ponsel menyadarkan Fajar dari lamunan,Cahaya pun juga terganggu hingga ia membuka matanya.


"Fajar ..."


Fajar tersenyum gugup.


"Apa itu telfon dari Pangeran As'ad ??"


Fajar mengiyakan,tangan Cahaya cepat menyambar ponsel adiknya itu.


"Hallo "


Pangeran As'ad melakukan video call dengan Cahaya .


"Hay"Cahaya melambaikan tangannya "gimana?"


"Kamu dari mana saja ?dari tadi malam aku telpon kok nggak diangkat-angkat "Pangeran As'ad membebel tak perduli dengan pertanyaan Cahaya .


"Aku..aku ikut tuyul ini"Cahaya menyebut Fajar sebagai tuyul.Spontan Fajar terkesiap kaget.


"Kemana ?"


"Ke rumah teman nya, kebetulan ada jedag-jedug terus ada tragedi kematian juga"


"Kamu sendiri gimana ??jadi mau kesini,atau aku yang kesana?"


Pangeran As'ad terdiam...bukan dia tidak ingin datang.Atau pun Cahaya yang datang,tapi... kesehatan Ibunya yang menjadi taruhannya.


"Kenapa diam dan hanya menatap ku??Apa kamu akan membohongi ku?"Cahaya mulai cemas.


Pangeran As'ad menghindari camera, ia menangis.


"Hey...hey..."seru Cahaya ,namun Pangeran As'ad tetap tak menunjukkan wajah nya.


"Kenapa?"Fajar jadi kepo,ia turut melihat layar ponselnya.


"Aku tidak tahu kenapa dia tidak mau menunjukkan wajah nya??"Cahaya menyerahkan benda pipih itu kepada sang adik.Wajahnya cemas penuh kekhawatiran.


"Pangeran..."Fajar memanggil,Pangeran As'ad diseberang berusaha menenangkan diri.Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan.


"Iya..."


Fajar dapat melihat sisa-sisa air mata pada wajah sang Pangeran.


"Apakah sesuatu telah terjadi ?"


Pangeran As'ad diam,ia tidak tahu harus berkata apa.Cahaya dapat merasakan sesuatu yang tidak diinginkan telah terjadi,ia memeluk kedua lututnya dan menangis disana.


"Saya bisa mengerti situasi anda pangeran, karena itu saya sudah mengatakan sebelumnya bukan??"


Pangeran As'ad menggeleng..


"Aku akan berjuang sampai akhir,aku janji...aku akan datang untuk menikahi Cahaya"


"Pangeran..."


"Pegang kata-kata ku"Pangeran As'ad memotong kalimat,dan mematikan sambungan tanpa kata lagi.


Fajar terdiam,ia melirik sang Kakak yang masih meringkuk sedih.


*


*


Sejak Pangeran As'ad meminta waktu tiga hari,dia menemui Ibunya dan mengutarakan keinginannya untuk pergi ke Indonesia.


"Nanda Pangeran,Ibu tidak tahu sebesar apa cinta mu kepada gadis itu.Tapi Nanda harus tahu, bahwa hanya Ibunda yang mencintai Nanda setulus hati.Tegakah Nanda meninggalkan Bunda, sedangkan di pundak ini terdapat banyak harapan dari rakyat agar Nanda naik tahta.Jika Nanda pergi dan menepikan keinginan rakyat,apa yang akan terjadi ???"


Ibunda Pangeran As'ad tertunduk sedih.Pangeran As'ad terdiam,,, ia berdiri dengan mata lurus ke ujung jari kaki.


"Bunda...saya tidak ingin mengecewakan hati Bunda dan juga rakyat yang telah mendukung saya Bunda...Tapi,, Pangeran Arif lebih berhak atas tahta dari pada saya Bunda"


Wanita yang telah melahirkan Pangeran As'ad itu menatap sayu putranya yang berdiri tegap di depannya.


"Nanda...tahukah Nanda bagaimana kita ditepikan dulu??karena Nanda dan Bunda hanyalah seorang anak dari wanita selir yang dipandang sebelah mata.Bunda berjuang agar Nanda mempunyai kelayakan untuk menjadi seorang sultan,Dan setelah perjuangan Bunda sedikit menampakkan hasil?Nanda ingin melepaskan gelar kebangsawanan itu dengan mudah hanya demi seorang wanita ??Tega sekali Nanda kepada Bunda...tega sekali "


"Ampuni hamba Bunda... ampuni hamba "Pangeran As'ad berlutut di hadapan sang Ibu tanpa berani mengangkat wajahnya.


"Pergilah jika cinta Ibumu ini sudah tidak ada artinya Pangeran "Ibunda Pangeran As'ad membuang muka di hadapan putranya.


"Ampuni hamba Ibunda"Pangeran As'ad mencium lantai yang dingin demi mendapatkan pengampunan dari Ibunya.


Sang Ibu hanya membuang nafas kesal.


"Jangan sampai orang di kubu Pangeran Arif mendengar jika Pangeran As'ad akan pergi ke Indonesia selamanya.Jika hal itu sampai terjadi ??maka semua akan binasa dalam sekejap mata "


Pangeran As'ad tidak menyahut,ia terus bersujud tanpa lelah di depan sang Ibu