
"Tidak!!aku tidak percaya"Ella menolak kebenaran.
"Ell...ayo kita keluar,kita bicara di tempat yang nyaman"Lana meraih lengan pacarnya,namun lagi-lagi Ella menepisnya.
"Aku ingin semuanya jelas disini!!di depan wanita kampungan itu "Ella sedikit meninggi kan suaranya.
Maulana diam sejenak,ia menatap Ella dengan begitu mendalam.
"Kenapa diam??"Hardik Ella kembali.
"Apakah saat ini kau menguji kesabaran ku??"Maulana balik bertanya.
"Aku hanya ingin kamu jujur Lan,kenapa dia ada disini ??"
"Bukankah aku sudah menjawabnya dengan jujur " Maulana menjawab dengan tegas.
"Aku tidak percaya itu,apa sih kemampuan dia sampai kamu memperkerjakan dia di sini?"
"Dia mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain,dan aku yakin Dominic tahu akan hal ini"
Ella tercekat, ia seperti kehilangan kata-kata.
"Sekarang aku mohon kamu pulang lah dulu, nanti malam bukankah kita sudah janji untuk makan malam bersama "Maulana masih berusaha untuk membujuk Ella.
Gadis itu melirik Cahaya dengan ekor matanya.
"Dan tentang Cahaya , tolong rahasia kan dari Celine ataupun Dominic "sambung Maulana.
"Kenapa ?? kenapa mereka tidak boleh tahu??"
"Karena dia tidak ingin ada diantara mereka lagi"
"Cih..."Ella berdecih lantang"Mereka sekarang sudah putus,jadi tidak usah berlagak sok merasa bersalah.Karena memang itu rencana dia,kau harus tahu itu Lan.Dan cepatlah sadar,usir dia dari sini"
"Ella...bisa nggak kamu percaya sama aku?? Apapun yang terjadi dengan Dominic dan Celine ,aku yakin itu bukan salah Cahaya "
"Kau tahu apa hah??? Seharusnya kau tidak dibutakan oleh kecantikannya Lan..."Ella tetap kekeuh dengan pendiriannya.
"Cukup Ella!! Cukup!!!Habis sudah kesabaran ku padamu,jika memang kau mencintaiku seharusnya kamu percaya padaku.Bukan bertahan dengan argumen-argumen yang kamu sendiri tidak tahu dengan jelas"
"Lana...Celine sahabat ku,jelas aku percaya dengan nya"Ella menegaskan diri.
"Oh ok...aku mau kita taruhan,coba kau selidiki kenapa mereka putus.Jika benar itu semua karena Cahaya ,maka detik itu juga aku akan usir Cahaya . Tapi kalau seandainya semua pernyataan mu itu salah,maka...jangan pernah ganggu hidup aku dan Cahaya "
Ella membulatkan matanya,ia tidak percaya Lana akan mengatakan hal itu.
"Dan satu hal lagi,kau harus menyertakan semua bukti yang konkrit.Jangan hanya mengandalkan cerita yang seperti gendang di tabuh sebelah saja"
"Ka-kamu ingin kita putus ??"Ella merasa darah di dalam tubuhnya berdesir panas.
"Iya..jika kamu tidak bisa membuktikan bahwa tuduhan mu itu benar ??maka lebih baik kita akhiri saja semua nya"
Ella menggeleng pelan..
"Tega kamu Lan...kamu mempertaruhkan cinta kita hanya demi dia!"Ella menunjuk Cahaya yang masih berada di belakang tubuh Maulana.
"Ini bukan masalah tentang Cahaya lagi ,tapi sebuah kepercayaan Ell..Kalau kamu sudah tidak mempercayai aku lagi dan lebih percaya kepada Celine .Maka untuk apa aku bertahan dengan wanita seperti itu?? sedangkan kepercayaanku padamu jauh melebihi siapapun sampai Luna saja tidak aku hiraukan meskipun dia tidak suka padamu"Cecar Lana dengan emosi yang tidak tertahankan.
Ella menundukkan wajahnya,apa yang dikatakan oleh Lana itu semua benar.Selama ini memang Lana menunjukkan kasih sayang yang tulus kepada dirinya.Ella merasa menyesal sekali tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh pria yang sangat ia cintai.
"Kenapa kau langsung berubah pikiran ?? Bukankah kamu percaya kepada Celine ??"
Ella tak menjawab, ia hanya semakin menundukkan kepalanya.
"Pergilah... tunggu aku malam nanti "
Refleks Ella langsung mendongakkan wajahnya.
"Kita..kita akan makan malam ?"Ella bertanya dengan suara bergetar,Maulan mengiyakan.Gadis itu langsung tersenyum lebar.
"Baiklah...aku akan tunggu.."Ella sangat girang sekali, akhirnya Lana bisa merubah keputusannya.Ella melambaikan tangan lalu keluar dari ruangan sang Dokter.
Cahaya keluar dari belakang punggung Maulana,ia terus mengikuti langkah Ella dengan gerakan bola matanya dari balik kaca.
"Kau takut dengan Ella?"tanya Maulana seraya duduk di kursi kebesaran nya.
"Dia pasti akan memberi tahu tentang diriku kepada Dominic "
"Sampai saat ini aku tidak tahu apa alasan mu lari dari nya??"Lana sengaja memancing pengakuan Cahaya ,tapi gadis itu hanya membisu.
"Apa aku tidak boleh tahu??"
Cahaya tetap diam,ia tidak ingin siapapun tahu akan hati nya kecuali Sanca.
"Kau sudah dengar bukan apa yang aku katakan kepada Ella.Aku sanggup mempertaruhkan hubungan ku dengan nya karena sebuah kepercayaan.Tapi kamu tidak percaya padaku seperti aku percaya padamu"
Hati Cahaya seperti tercekat, ia tidak mengira Lana bisa membuat perasaannya menjadi goyah.
"Baiklah..."Lana menarik nafas dalam-dalam,lalu menghembuskan perlahan "Kalau kau tetap diam,aku tidak akan memaksa mu untuk percaya"
"Aku menyukai Dominic "Cahaya akhirnya menjawab dengan cepat.
Kini keadaan jadi terbalik,Lana mendadak merasakan sesuatu yang menekan dadanya hingga ia sulit untuk bernafas.
"Tapi aku tahu,Dominic dan Celine mempunyai hubungan.Jadi aku memilih untuk pergi,tapi aku sudah menyelesaikan tugas ku sebelum kepergian ku"
"Menyelesaikan tugas ??"Maulana agak bingung dengan kalimat tersebut.
"Yah!!Dominic meminta ku untuk melindungi nya dari Frans"
Maulana berpikir keras hingga ia menemukan sebuah kesimpulan.
"A-apa kamu....yang sudah ..mem-bunuh..Frans??"
Pupil mata Maulana melebar saat melihat anggukan kepala Cahaya .Jadi itu yang dimaksud dari ucapan Cahaya saat ia mengancam Wewe gombel, bahwa Cahaya sudah pernah membunuh.
"Kalau aku tidak lakukan itu, tugas ku tidak akan selesai.Dan aku akan terus merasakan sesak nafas jika melihat kemesraan Dominic dan Celine"
"Terus kenapa justru Celine dan Dominic sekarang putus?-padahal setahu ku Celine sangat cemburu padamu.Seharusnya mereka akan langgeng karena kamu sudah pergi"
Cahaya menggeleng..
"Aku tidak tahu"
Jawaban yang singkat dan padat, menghentikan segala pertanyaan.Menciptakan keheningan sesaat.