
Poppy berdiri termenung menatap cermin.Ia memperhatikan dirinya sendiri yang sangat mengenaskan baginya.
Tiba-tiba bayangan dirinya di cermin tersenyum.Padahal Poppy tidak merasa kalau ia sedang senyum.
"Hay...kamu kenapa ??kamu insecure dengan tubuh mu yang gemuk,lemak dimana-mana ?"Bayangan Poppy berbicara dengan Poppy.Gadis gembul itu menatap dirinya tak percaya.
"Aku bisa bantu kamu loh,,aku bisa membuat kamu kurus dan cantik"
Poppy menautkan kedua alisnya,ia merasa kurang yakin dengan ucapan bayangan nya sendiri yang tersenyum padanya.
"Kalau kamu tidak percaya,kamu bisa mencobanya.Jika aku tidak berhasil ??aku akan pergi "Si Bayangan terus gencar meyakinkan Poppy.Dan akhirnya POPPY pun sedikit terhasut.
"Benarkah ???"
Bayangan Poppy mengangguk.
"Bagaimana caranya kamu membantu ku??"
Si Bayangan tidak menjawab ia hanya melemparkan senyuman mistis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Soraya celingukan,sudah seminggu ini dia tidak melihat Poppy.Sejak peristiwa hari itu, Poppy bolos sekolah.
"Sepertinya dia absen lagi hari ini ?"Tukas Idris yang turut menunggu kedatangan Poppy.
"Aku benar-benar sangat mengkhawatirkannya,apa kita ke rumah nya saja?"Soraya berinisiatif.
"Kamu tahu rumah nya dimana?"
Soraya menggeleng kecewa.
"Eh...itu si gemuk bukan??"
Soraya tersentap kaget mendengar seseorang berseru, begitu juga dengan Idris.Mereka menoleh ke arah yang dituju beberapa siswi yang kebetulan lewat di depan mereka.
"Hah???"Biji mata Soraya hampir terkeluar melihat penampilan Poppy.Gadis gemuk itu sudah sedikit kurusan.Ia juga memakai pakaian seragam yang terbilang ****.Dandanannya pun terlihat lebih cantik dari sebelumnya yang biasanya Poppy hanya memakai bando saja.
"Poppy..."Soraya memanggil, temannya itu menoleh.Ia tersenyum menggoda,dan datang menghampiri.
"Hay..."Poppy justru menyapa Idris, dengan centilnya Poppy membelai pipi pria yang terbilang cowok yang ganteng di sekolah.
"Ha???"Soraya terpelongo,ia bergantian menatap Poppy dan Idris.
"Gimana menurutmu ??apa aku cantik ??"
PLOK
Soraya memukul jidat Poppy sampai gadis itu terhuyung-huyung ke belakang.
"Kau kesurupan setan apa sih Pop??"Hardik Soraya"Datang-datang langsung menggoda Idris,kamu tahu kan Idris itu milikku "
Poppy tersenyum mengejek.
"Emang kalian sudah nikah ???Kalau pun sudah nikah,nggak salah dong kalau aku bisa merebut dia dari mu"Poppy menjawab dengan jutek.Soraya semakin dibuat shock dengan perubahan sikap temannya itu.
"Benar-benar minta di rukiah kamu ya..Ayo ikut aku"Soraya menarik paksa pergelangan tangan Poppy,namun Poppy menepisnya.
"Enak aja main tarik tangan aku,jangan macem-macem kamu ya... ingat itu!!"Poppy menunjuk tepat di wajah Soraya.Lalu ia pun melangkah pergi dari hadapan Soraya.
"Kamu lihat itu kan?? Poppy sudah tidak waras"Soraya begitu geram sekali.
"Dia bukan tidak waras,tapi dia bukan Poppy "Idris mengutarakan hasil pemikiran nya.
"Apa??"Soraya terhenyak tak percaya.Ia memperhatikan punggung sahabat nya yang berbelok dan masuk ke dalam kelas.
"Tapi aku tidak melihat hal yang lain dari dirinya"Gumam Soraya.
"Aku juga,tapi Poppy kita tidak akan bersikap demikian kepada kita.Sepertinya ini kita harus selidiki.Apakah mungkin Poppy sudah menjadi pengantin Genderuwo ??"
Soraya terdiam, kalau itu benar terjadi.Berarti sahabat nya sudah bersekutu dengan setan.
"Kita susul dia"Soraya menarik tangan Idris agar turut menyusul Poppy ke dalam kelas.
*
Saat pelajaran berlangsung, Soraya tidak fokus dengan keterangan guru.Ia justru memperhatikan Poppy yang duduk di depannya.
Soraya tidak menemukan hal ganjil kecuali sikap yang berubah dari temannya itu.Dia juga tidak menemukan sang Genderuwo yang dulu di lihat nya mengikuti Poppy.
Tiba-tiba, Poppy menoleh.Ia berseringai mistis melawan tatapan Soraya.Lalu kembali memutar Kepa menghadap ke depan.
"Aku yakin,ada sesuatu yang tidak beres dengan Poppy selama dia tidak datang ke sekolah "
__
Pulang sekolah,Soraya mengajak Idris untuk mengikuti Poppy agar mereka bisa tahu dimana rumah nya.Dan menyelidiki hal ini lebih lanjut.
Dengan memakai mobil yang biasa dinaiki Soraya.Kedua pasangan muda itu diam-diam terus membuntuti mobil jemputan Poppy.
Dan berhenti tepat di sebuah rumah yang berada dijajaran perumahan elit.Poppy turun dari dalam mobil,lalu setengah berlari kecil menaiki teras rumah.
Terlihat kedatangan Poppy disambut mesra oleh sang Ibu.Namun yang mengejutkan adalah Ibu Poppy memalingkan wajahnya ke arah tempat persembunyian Soraya dan Idris.Tatapan matanya tajam dan terkesan mengerikan.
"Kenapa ??"Idris bertanya"Apa yang kau lihat ??"
Soraya menggeleng,,,ia tidak mampu mengatakan apapun.
"Mang...ayo cepat pulang "Soraya memberikan perintah.
"Baik Non.."Sukri segera memutar kemudi.
"Kalau kamu mengetahui sesuatu, lebih baik kamu katakan padaku "Idris penasaran dengan raut wajah Soraya yang mengeras.Gadis itu tetap menggeleng dan memilih diam.
Soraya meminta Sukri untuk mengantar Idris terlebih dahulu ke rumah nya.Setelah itu barulah pulang.Karena tadi Idris meninggalkan Mogenya di sekolah.
"Kamu benar nggak apa-apa ?"Idris masih ragu untuk melepaskan Soraya untuk pulang.Karena ia merasa gadisnya menyembunyikan sesuatu.
"Aku nggak apa-apa"Soraya menjawab disertai senyuman yang dipaksakan.
"Kalau ada apa-apa, tolong jangan sembunyi kan apapun dari ku...kau tahu aku sangat mencintaimu dan tidak ingin terjadi apa-apa padamu"
Soraya mengangguk..
"Nanti aku akan telfon kamu"Soraya mengkuotakan janji.
"Ok!!aku tunggu"
Soraya mengangguk yakin, barulah Idris merelakan kepulangan Soraya.Ia terus memperhatikan punggung mobil yang perlahan menjauh.
Setelah tak terlihat, barulah Idris masuk ke pekarangan rumah nya.Rupanya di teras depan rumah sudah menunggu Fitri,gadis itu bangkit dari duduknya sewaktu Idris datang.
"Hay..."Sapanya sembari tersenyum semanis mungkin.
"Fitri ??? ngapain kamu disini ??"
"Emmm tadi aku kurang mengerti dengan pelajaran yang disampaikan oleh Bu guru.Jadi aku ingin belajar bersama kamu.Boleh kan??"
"Kenapa tidak tanya kalau kurang mengerti ?? Pasti akan dijelaskan lebih rinci "Idris merasa itu alasan yang kurang logis.
"Emmmm aku malu kalau terlihat bodoh Dimata anak-anak yang lain.. Apalagi di depan Soraya "Fitri memberikan alasan lagi.
Idris menarik nafas berat.Ia pun melanjutkan langkahnya masuk ke dalam dan diikuti oleh Fitri.Gadis itu terlihat girang sekali bisa berduaan dengan Idris tanpa gangguan siapapun, termasuk Soraya.
"Silahkan duduk..."Idris menawarkan untuk duduk di ruang tamu.Fitri mengangguk dan ia pun duduk.
"Aku ganti baju dulu,kamu tunggu disini.Tolong persiapkan semua materi yang akan kamu pelajari.Aku tidak bisa lama-lama karena aku harus tidur siang "ucap Idris, yang dijawab dengan anggukan penuh semangat.
Sementara Fitri mengeluarkan buku, Idris masuk ke dalam.
Saat hendak menaiki tangga, Idris berpapasan dengan salah satu Bodyguard Papa nya.
"Eh Paman.. boleh bantu saya"Tiba-tiba Idris mempunyai ide.
"Iya Tuan Muda...saya siap menjalankan perintah "Sang Bodyguard berdiri tegap laksana seorang ajudan.
"Emmm di ruang tamu ada teman saya,dia mau belajar bareng.Tapi saya males mau istirahat.Tolong bantu dia ya Paman,Paman kan genius.Jadi bisa dong jadi guru dadakan teman saya"
"Oh baik Tuan muda,siap laksanakan!!"Sang Bodyguard berjalan menuju tempat yang dimaksud.Idris tersenyum senang,ia pun menaiki tangga menuju kamarnya dengan riangnya.
*
Sementara itu, Fitri sibuk Selfi dan mengirim fotonya ke nomor Soraya.Sebagai pertanda bahwa ia sedang bersama pria yang dicintai sepupunya itu.
Tiba-tiba ia heran melihat seorang pria segak datang duduk di sebelahnya.
"Maaf.. apakah Nona teman Tuan Muda yang mau belajar ?"
"I-i-iya"Fitri menjawab dengan gugup.
"Baiklah..mari kita mulai pelajaran yang ingin anda ketahui "
"Ta-tapi Idris ??mana?"
"Tuan muda sedang butuh istirahat,jadi beliau memerintahkan saya untuk mengajari Nona"Sang Bodyguard menjawab dengan tegas.
"Apa??-tidak!!aku tidak mau!!Mana kamar Idris,aku mau belajar sama dia"Fitri menolak tegas.
"Nona...anda lancang,Tuan Muda kami akan istirahat.Jadi jangan memaksa"
"Tapi saya mau belajar dengan Idris,bukan dengan kamu..Udah berumur masih saja gatel deketin anak gadis"Gerutu Fitri kesal.Wajah sang Bodyguard langsung mengeras dan memerah.Ia bangkit dari duduknya dengan tegak.
"Nona... silahkan anda keluar dari rumah ini, sebelum saya seret anda keluar"
"Apa-??berani kamu ya ???kamu belum tahu siapa aku kan???"Fitri bangkit dengan menunjuk wajah sang Bodyguard.Pria segak itu berundur,ia melangkah keluar memanggil sekuriti.
Fitri melotot melihat dua orang sekuriti menghampiri nya.Lalu tanpa berkata apa-apa,dia sekuriti itu menarik paksa lengan Fitri.
"Hey..kalian mau apa?? lepasin!!! Lepasin nggak ??"Fitri berontak tapi tak dihiraukan,ia tetap diseret keluar dari rumah Idris.
Tubuh Fitri di dorong keluar sampai melewati pintu gerbang.
"Kurang ajar kalian yah!!aku tu tamu di rumah ini!!Akan ku adukan perbuatan kalian kepada keluarganya sultan!!"Ancaman Fitri tak digubris oleh kedua satpam.Meraka segera menutup pintu gerbang dan menguncinya dari dalam.
Fitri benar-benar dibuat geram,ia tidak menyangka jika orang-orang yang bekerja di rumah sultan ini akan bertindak sekasar itu padanya.