
Dominic menunggu Cahaya di dalam mobil.Gadis itu tengah bersiap-siap untuk ikut dengan nya seperti biasa ke lokasi syuting.Tapi sebelum itu,ia berencana pergi ke Bandara untuk menjemput Celine.
"Lama sekali sih?"Gerutu Dante, bibirnya monyong ke kiri dan kanan mengikuti logat kemayunya.
"Aku yang salah lupa ngasih tahu kalau kita akan berangkat pagi"Tukas Dominic.
"Tapi kan perempuan harus nya bisa bangun pagi dong"Dante tetap menyalahkan Cahaya .Baru saja Dominic ingin menyahut,Cahaya sudah muncul.Gadis itu terlihat lebih modis dengan memakai setelan lengan panjang dan celana pendek.Sepatu boots serta sebuah tas selempang.
Dominic tersenyum lucu,emang isi apa-an itu tas.
"Maaf ya lama"Cahaya masuk dan duduk di samping Dominic di bagian tengah mobil.
"Kau cantik sekali"puji Dominic ,Cahaya tersenyum malu"Belajar fashion dari siapa?"
"Emmm aku memperhatikan semua orang yang berada di sekitar mu kemarin"Jawab Cahaya .
"Ohya??? genius sekali,ini tas isi apa-an ??"
"Sanca"Cahaya menjawab dengan santai.
"Hah??Sanca??jadi tas Kakakku ini kau pakai untuk tempatnya Sanca?"Dominic membulatkan matanya,Cahaya mengangguk yakin.
"Sanca siapa sih Ne'?"timpal Dante.
"Nih..."Cahaya menunjuk kan isi tasnya ke sebelah Dante.
"Aw AW AW AW..."Dante berteriak ketakutan begitu ia melihat isi tas Cahaya ."Gila kau ya.. bandit banget kau ya..tas mahal-mahal kau isi ular"
Cahaya tertawa renyah.. membuat Dante semakin kesal.Dominic menarik tas Cahaya lalu menutup resleting nya agar Sanca aman di dalam.
"Murry pasti akan murka di alam kubur begitu tahu tasnya kau pakai untuk tempat ular"Dante membebel.
"Dia terlalu sibuk dengan malaikat,jadi tak ada waktu mengurus tas"Celutuk Cahaya seenaknya.Dante merengut kesal...
*
*
Saat tiba di area penjemputan,Cahaya terlihat bingung karena lokasinya tak sama dengan yang kemarin.
"Kita dimana?"tanya Cahaya begitu ia sampai.
"Di Bandara,kita akan menjemput Celine .Hari ini dia baru pulang dari Bali,jadi sebelum kita ke lokasi syuting.Kita jemput dia terlebih dahulu"Jawab Dominic seraya menarik pintu mobil yang dibuka dengan cara menggeser.
Raut wajah Cahaya langsung berubah,sesak di dadanya kembali terasa.
Dante melihat perubahan wajah itu,ia tersenyum licik.Disini Dante mempunyai rencana agar Cahaya bisa semakin terluka.
Bersamaan dengan itu,Lana juga baru saja tiba.Tak sengaja ia melihat Cahaya turun dari dalam mobil.Lana terpegun, sinar kebiruan yang terpancar dari tubuh Cahaya membuat ia berdiri terpaku.
Dadanya bergemuruh hebat, sampai Lana menekan dadanya sendiri.Perasaan ini dulu ia rasakan hanya untuk Soraya.Tapi sekarang ?? kenapa ??dana siapa dia??.
"Sayang..."Sebuah suara menyentak lamunan Lana.Ia langsung tersenyum saat Ella berlari kecil sambil mengheret kopernya menghampiri.Wanita itu langsung memeluk erat pria yang dicintainya.
"Makasih ya sayang..udah menyempatkan diri untuk menjemput ku"
Lana hanya menjawab dengan seulas senyuman.Ia melirik gadis yang telah berhasil menggetarkan relung hati nya.
Cahaya tertunduk pilu,dadanya semakin nyeri melihat bagaimana mesranya Dominic dan Celine berpelukan.
Dante diam-diam membisikkan sesuatu,Celine langsung merespon dengan anggukan kepala.
"Sayang aku ikut kamu ke lokasi syuting ya?"Celine dengan manja bergelayut di lengan Dominic .
"Kamu nggak capek sayang ??"
Celine menggeleng cepat.
"Ya udah nggak apa-apa, nanti kalau kamu capek kamu bisa istirahat di mobil"
Celine mengangguk setuju..Ia sengaja nempel terus agar Cahaya semakin terluka.
Saat semua sudah masuk dalam mobil, Cahaya juga mau masuk tapi dicegah oleh Celine .
"Kau mau duduk dimana?? disini sudah penuh"
Cahaya melihat sebenarnya tempat duduknya bisa untuk tiga orang.
"Duduk di belakang sana!lagian kamu kan cuma bodyguard, ngapain duduk sama Majikan "ketus Celine .
Cahaya melihat ke bagian belakang mobil.Disana banyak sekali barang-barang Dominic untuk perlengkapan syuting.
"Sayang...di belakang kan tempat barang.Kamu geseran kesini saja biar Cahaya bisa duduk "sanggah Dominic .
"Sayang aku capek,aku juga mau istirahat.Mana enak aku istirahat dengan duduk yang berdesakan "bantah Celine .
Cahaya akhirnya mengalah,ia pun masuk dari pintu belakang tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Sayang...ayo jalan..."Pinta Ella ,ia heran melihat Lana yang terdiam memperhatikan mobil Dominic .
"Siapa gadis itu ?"tanya Lana to the points.
"Yang mana?"
"Yang masuk lewat pintu belakang "
"Ohhh aku kurang tahu,aku baru pertama kali ini melihat nya.Mungkin gadis yang dicemburui oleh Celine "
"Celine cemburu ??"
"Iya..kan tempo hari Dominic mengalami kecelakaan pesawat.Dan ditolong oleh gadis itu,Dominic membawa nya ke sini.Katanya mau dijadikan pengawal pribadi nya.Celine nggak terima,karena merasa itu aneh.Gadis muda yang terlihat kurus biasa saja,mau dijadikan pengawal pribadi"
"Tahulah kan Dominic itu sedikit mata keranjang.Jadi Celine cemburu..."
Lana mengangguk mengerti.
"Setelah ini kau mau aku antar kemana?"tanya Lana.
"Aku laper sayang...kita makan dulu ya"Ella merayu manja.
"Ok ..aku juga belum sarapan"
*
*
Di lokasi syuting,Cahaya merasa capek melihat Celine yang nempel terus di sisi Dominic .Ia akhirnya memutuskan untuk masuk ke mobil dan istirahat di sana.
Karena hanya sendirian,Cahaya mengeluarkan Sanca dari dalam tasnya.
"Kau kenapa Ca??"tanya Sanca.
"Entahlah...kenapa ya aku akhir-akhir ini merasakan sakit di dadaku?"
Sanca memperhatikan wajah Cahaya.Ia bisa merasakan jika gadis itu sudah mulai menyukai seorang pria.
"Kau menyukai Dominic ya?"
"Suka?? maksud nya??"
"Kau merasa kan sakit di dadamu saat melihat Dominic bersama wanita lain??"
Cahaya membenarkan.
"Itu artinya kau menyukai Dominic ,tapi kalau Lucy tahu? dia tidak akan mengijinkan mu menyukai Dominic "
"Kenapa?"
"Karena dulu katanya saudara kembar Lucy menyukai pria yang ternyata mencintai Lucy.Sehingga membuat kesalahan fatal yang mengakibatkan Lucy kehilangan saudarinya.Dia tidak akan mengijinkan mu menyukai pria yang sudah mencintai wanita lain "
"Begitu ??"
Sanca mengiyakan,Cahaya menyandarkan punggungnya.Ia memejamkan matanya erat-erat, sampai sesuatu yang bening mengalir perlahan.
"Tapi...hati ini sakit Sanca..."gumam Cahaya lirih.
"Kau harus melawannya Ca..."
"Tidak bisa.."Cahaya menggeleng lemah"kecuali aku pergi..."
"Daripada aku melihatmu seperti ini Ca...lebih baik kita pergi saja yuk"
"Kemana ??"Cahaya Mengangkat kepalanya.
"Kemana saja ?? kembali ke hutan larangan pun nggak apa-apa .Aku nggak bisa lihat kamu seperti ini Ca"
"Tapi bagaimana dengan Dominic -?dia dalam bahaya jika aku pergi"
"Untuk apa kau perduli dengannya?? kau tidak punya hutang budi dengannya, dia yang punya hutang nyawa kepadamu Ca"
Cahaya terdiam,ada perasaan tak ingin pergi jika mengingat tentang Dominic .
Pada saat itu Cahaya melihat Celine datang menghampiri mobilnya.Ia mengetuk pintu mobil dengan kasar.
"Wah wah wah... kau ini kan seorang pengawal! ngapain tidur di mobil?? tugasmu adalah mengawal, bukan tiduran di mobil"Celine marah-marah sambil berkacak pinggang.
"Maaf..."Cahaya menjawab sendu.
"Maaf.. maaf..enak aja minta maaf.Cepat turun!!!"
Cahaya pun keluar dari dalam mobil dengan diikuti oleh Celine .
Frans yang melihat hal itu seperti mempunyai celah untuk melawan Cahaya .