Blue Eyes

Blue Eyes
PERTARUNGAN 164



Ratu Syahira tersentak,Ratu Halimah ??Atau biasa disebut Putri Halimah ?? Bukankan beliau diasingkan ?? Kabarnya Putri sudah meninggal ?


"Ratu Halimah ?? Apakah dia yang sudah memisahkan aku dengan Ibuku ??"


Ular Derik itu menundukkan kepalanya.


"Dimana dia ?"sambung Cahaya .


"Tunggu!!dia bukan Ratu,tapi dia masih menjadi seorang putri saat di asing kan dan sampai dia tiada"Ratu Syahira menyela.


UGGHHHH


Pria berjanggut beringsut bangun meskipun tenaga nya masih belum pulih seutuhnya.


"Ratu Halimah tidak mati"Ujarnya,ia duduk bersila seolah-olah sedang mengatur ulang tenaganya.


"Dia bersekutu Iblis, kalau tidak salah.Namanya Betarakala.."


Cahaya menyimak dengan baik.


"Kami ditundukkan oleh nya,dan kenapa kami menyebut Ratu.Karena Ratu yang sekarang adalah Dia"


Ratu Syahira terbelalak tak percaya, Maksudnya Wa'isyah adalah putri Halimah ??


"Bagaimana mungkin ??Jadi??Sultan Abdul Jailani menikahi saudara nya"ucap Ratu Syahira.


Ular dan pria berjanggut menggeleng hampir bersamaan.


"Ibu Pangeran As'ad sudah meninggal,dan yang ada disini adalah jelmaan Ratu Halimah"Ular Derik menjelaskan.


"Begitu rupanya ???"Cahaya akhirnya berkomentar "Pantas aku merasa ada sesuatu yang ganjil di istana ini...hemmmm akhirnya,aku bisa bertemu dengan musuhku yang sebenarnya"


Tiga makhluk astral di depan Cahaya saling berpandangan satu sama lain.


"Baiklah... terimakasih atas kerjasamanya,aku akan mengunjungi nya malam ini juga"


Cahaya melangkah membuka pintu,tapi ia terdiam disana.Membuat ketiga makhluk astral merasa aneh.Apa yang membuat Cahaya terhenti?


Cahaya mengulum senyum kepada seseorang yang kini berdiri di luar pintu.Ia melangkah ke luar lalu menutup pintu rapat-rapat di belakang punggung nya.


Tiga makhluk astral bergerak cepat mengintip di lubang pintu.


"Putri Agung, sedang apa di kastil terlarang ini?"Tanya Ibu Pangeran As'ad .


"Yang Mulia Ratu pasti sudah tahu jawabannya "jawab Cahaya .


Hem...Hem Hem Hem


Ratu Wa'isyah tertawa anggun,,,


"Saya sarankan agar Putri Agung tidak ikut campur dalam urusan istana.Kalau ingin hubungan Putri Agung dengan Pangeran As'ad direstui "


"Ohya?? apakah ini ancaman ??"


"Meskipun Pangeran As'ad sangat mencintai Putri Agung, tapi... dia sangat mematuhi ibu nya "


"Betul sekali "Cahaya menambahkan"tapi kalau dia tahu bahwa wanita yang sekarang berdiri di hadapanku itu bukanlah ibunya, bagaimana??"


Refleks Sirat mata Ratu Wa'isyah berubah.


"Rupanya...tiga dedemit itu sudah mengkhianati ku"


"Baiklah...kau sudah tahu semuanya,aku tidak akan berpura-pura lagi padamu"


Ibu Pangeran As'ad menarik selaput kulit wajah nya.Robekan daging terdengar mengilukan.Wa'isyah mengelupaskan kulit wajah nya sendiri.


Cahaya memicingkan matanya, melihat darah segar mengalir dari luka bekas sobekan selaput kulit.


Kini wajah Ratu Wa'isyah berubah dan dipenuhi darah.


Ratu Syahira yang mengintip bersama pria berjanggut dan ular Derik, bergidik ngeri.


Lidah Ratu Wa'isyah terjulur panjang, menjilati wajahnya yang berdarah dengan sangat nikmat.


Ratu Wa'isyah atau sekarang sudah berubah menjadi Putri Halimah,berseringai miring.


"Aku kira kau sudah di makan Betarakala, kenapa setan jelek itu tidak pernah mengatakan jika kau masih hidup?"


"Apa itu penting ???"balas Cahaya .


"Hemmm tidak penting juga, karena kau akan mati di tangan ku"


Putri Halimah mengibas kan rambutnya, memukul Cahaya dengan kecepatan tinggi.Cahaya mendorong kan kakinya hingga tubuhnya melesat ke atas menghindari serangan Putri Halimah.


Tak pelak, pukulan itu menghantam pintu hingga terbelah dua dan menembus membelah tubuh Ular Derik.


Roh Ratu Syahira menakup mulutnya,ia menyaksikan kebinasaan Ular Derik.Tubuhnya terbagi dua menggelepar.


"Hemmm Kau memang Pantas ma-ti"gumam Putri Halimah.


Kepala berputar ke atas mencari musuhnya,di sana Cahaya sedang melayang memperhatikan dirinya.


"Hebat juga keturunan Soraya,tapi bagiku bukan masalah..HIYAAAAA"


Tangan putri Halimah terangkat, bersamaan dengan itu ubin-ubin yang menutupi tanah terangkat.Melesat cepat menyerang Cahaya .


Gadis itu menjulurkan kedua tangannya ✋✋, ubin-ubin itu pun mendadak berhenti bergerak.


Putri Halimah membeliak lebar,ia menekan kekuatan nya agar Ubin-ubin kiriman nya memukul telak musuhnya.


Tapi tetap saja, Ubin-ubin itu diam seperti patung.


"Sekarang giliran ku"


Cahaya menyatukan kedua tangannya, ubin-ubin itu pun bergerak memutar seperti angin topan.Lalu dengan hanya satu tudingan telunjuknya, ubin-ubin itu melesat lebih cepat dua kali lipat terjun ke bawah.


BUGH BUGH BUGH


Putri Halimah tak sempat mengelak, tubuhnya dihantam ubin-ubin itu tanpa ampun.


"Waooww"Pria berjanggut dan Ratu Syahira bersuara hampir bersamaan.


Cahaya melayang turun,tak ada pergerakan dari tubuh Putri Halimah yang tertimbun ubin.


"Apakah kau sudah mati???"seru Cahaya "Seharusnya tidak,masak segitu aja udah tepar sih??"


Tiba-tiba tumpukan Ubin-ubin itu terbakar api,dan api-api itu melayang membentuk putaran.


Ratu Wa'isyah bangkit ditengah-tengah kitaran api buatan nya.


"Hemmm aku tak pantas meremehkan mu gadis kecil"


Putri Halimah merentangkan kedua tangannya,api ubin terbagi menjadi dua bagian, berputar di atas telapak tangan Putri Halimah.


Cahaya tersenyum,ia meniup api itu seperti meniup lilin di kue ulang tahun.Dan alhasil,sekali tiup api itu langsung padam.


"Hah??"Putri Halimah tercengang,api buatan nya takkan mati meskipun ada hujan badai.Tapi kenapa ???


"Seharusnya kau bertanya dulu kepada Betarakala,siapa musuhmu ini?"Cahaya melipat tangan di dada nya dengan pongah.


Putri Halimah meneguk air liur, Tiba-tiba Pangeran As'ad datang dengan Sirat mata tak percaya melihat Cahaya .


Putri Halimah bergerak cepat mengubah wajahnya kembali seperti wajah Ibu Pangeran As'ad .


"Anakku"serunya penuh dramatis.Ia berlari memeluk Pangeran As'ad .


"Ibu....Ibu tidak apa-apa ?"


"Ibu tidak tahu apa salah Ibumu ini??Ibu hanya menegur agar tidak membuka pintu Kastil.Tapi dia tetap memaksa, mentang-mentang dia adalah seorang Putri Agung,dia sama sekali tidak mengindahkan peringatan Ibumu "


Pandangan Pangeran As'ad bergulir, terpancar sebuah tanya tentang kebenaran kepada kekasih hatinya.


Ratu Syahira tidak bisa tinggal diam,ia keluar dari persembunyiannya bersama pria berjanggut.