Blue Eyes

Blue Eyes
INDRA KE ENAM FAJAR 125



"Jadi??? Apakah kamu bersedia membantu ku??"


Cahaya tidak menjawab, ia teringat dengan Maulana .Jika ia menolong arwah penasaran ini, situasi nya akan berbeda.Sudah tidak ada Maulana di sisinya.


Apa Cahaya bisa melakukannya sendiri ?? Mungkin bisa??tapi tidak akan sempurna.Lebih tepatnya, Cahaya main cepat dengan membunuh para orang-orang jahat itu.


Tapi, Ibunya berpesan agar tidak sembarangan membunuh orang.Ia juga selalu ingat pesan Maulana ,agar bermain cantik.


Cahaya menghela nafas berat,dadanya berdenyut sakit jika mengingat tentang Maulana .


"Jangan kelamaan mikir nya dong"Teguran Kuntilanak membuyarkan pikiran Cahaya .


TIT..TIT..


Cahaya tersentap, ia cepat berlari ke jendela melihat siapa yang datang.Ternyata Fajar...Cahaya langsung berlari keluar untuk menyambut kedatangan sang adik.


Fajar kaget melihat Cahaya yang datang membukakan pintu untuknya.Pantulan sinar cahaya remang-remang menyempurnakan kecantikan sang Kakak yang diam-diam ia kagumi.


"Kakak?? belum tidur ??"


"Kau kemana saja ??"


Bukannya menjawab,Fajar malah tersenyum tipis.


"Ditanya jawab!!bukan cengengesan "


"Kakak bicara padaku ??Aku terharu.... kalau tahu begini,aku akan selalu pulang lambat setiap malam"


Cahaya mentoyor jidat sang adik.


"Jangan macam-macam,ayo ikut aku"Cahaya menarik tangan Fajar yang sedikit basah dan dingin.Cahaya sedikit kaget,ia memperhatikan telapak tangan adiknya itu.


"Kau kehujanan ??"


Fajar mengangguk..Cahaya melanjutkan langkahnya masuk ke dalam menuju kamarnya.


Si Kuntilanak masih duduk di tempat yang sama.Namun Fajar tidak bisa melihat nya,pria itu seenaknya melempar tubuhnya ke atas kasur hingga menindih tubuh si Kunti.


"Eh"Cahaya tak sempat mencegah.


"Aku capek Kak"Fajar menelungkup dengan tangan dan kaki terlentang lebar.Si Kuntilanak melambai-lambaikan tangannya minta tolong.Ia sesak di tindih tubuh Fajar yang segar dan berotot.


"Cepat bangun"Cahaya menarik tangan Fajar,namun adiknya menolak.


"Nggak mau..."


"Tubuh kamu menindih Kuntilanak.."


"Hah?"Fajar refleks melompat turun "yang bener aja..Mana kuntilanak nya"Fajar belingsatan ke kanan dan ke kiri.


Si Kuntilanak merasa lega ,namun saat dia bangun badannya jadi gepeng.Cahaya menutup mulutnya menahan senyum.


"Kenapa Kak??Kakak ngeprank ya.."Fajar jadi curiga.


"Nggak"


"Terus, kenapa Kakak seperti menahan tawa ??"


"Kuntilanak nya gepeng gara-gara ditindih sama kamu"


"Hah??masak sih??"Fajar memperhatikan ke sekeliling.Tak ada satupun yang bisa ia lihat sebagai sosok kuntilanak itu.


Sedangkan Si Kuntilanak memperhatikan tubuh nya yang sudah seperti kerupuk nasi.


"Kok bisa gini ya..."Ia menggetarkan tubuhnya hingga kembali ke bentuk semula.


"Kak...mana Kuntilanak nya??Aku pengen banget deh bisa liat kayak Kakak"


Mendengar ucapan adiknya,Cahaya jadi menemukan ide.Bagaimana kalau ia mengajak Fajar untuk membantu nya mengatasi masalah ini?


"Kamu mau liat hantu ?"


Fajar mengangguk yakin.


"Kayaknya seluruh keluarga kita bisa melihat hantu,tapi aku nggak.Kata Kakek hanya Buyut dan Eyang putri yang nggak bisa lihat selain aku"


Cahaya mengangguk mengerti.


"Baiklah...aku akan buka Indra keenam mu.Tapi kamu jangan takut dan kaget ya...nanti kalau sudah terbiasa kamu akan menganggap hal itu sudah biasa"


"Setelah ini kamu juga bisa bantu aku untuk menuntaskan masalah arwah-arwah penasaran "


Fajar semakin mengangguk kencang.


"Sekarang tenangkan dirimu,dan pejamkan matamu.Aku akan mulai membuka mata batin mu"


Fajar menurut,ia menegakkan punggungnya lalu memejamkan matanya.


Cahaya membaca mantra,lalu ia mengusap wajah Fajar sebanyak tiga kali.


"Bukalah mata mu"Perintah nya.Fajar mengangguk, perlahan ia membuka kelopak matanya.


"Hah"Fajar spontan melompat ke atas kasur begitu melihat si Kuntilanak berdiri di depan nya.Ia membenamkan wajahnya ke kasur dan mengangkat bokong nya tinggi-tinggi.


"Aku nggak ngapa-ngapain loh"Si Kuntilanak merasa tidak melakukan apapun kepada Fajar.Cahaya paham,ia tersenyum simpul.


"Katanya kepengen liat hantu?kok segitu aja udah takut"Goda Cahaya .


"Hantunya jelek banget Kak...serem ih"Jawab Fajar bergidik ketakutan.Si Kuntilanak melongo, apakah dia sejelek itu sampai menakuti pria ini?


"Udah...sini... kenalan dulu"Cahaya menarik tangan adiknya,namun Fajar menolak.


"Ogah !!"


"La terus maumu apa??Mau aku tutup Indra ke enam mu kembali ??"


Fajar tak merespon,ia sedikit mengangkat wajahnya.


"Suruh dia ganti wajah dulu Kak,biar aku nggak takut"Fajar berucap dengan suara yang dipelankan.


"Mau ganti wajah apa??Donal bebek?"semprot si Kuntilanak yang mendengar suara Fajar meskipun dipelankan.


"Terserah, yang penting cakep"Fajar menjawab dengan suara tetap dipelankan.


"Ih ni Anak kur4ng 4jar banget"Kuntilanak itu sudah kehilangan kesabaran,ia menarik kaki Fajar sampai anak itu terjerembab ke lantai.


"Woy tolong... tolong..."Fajar menjerit lantang,Cahaya takut sampai ada orang yang bangun karena teriakan Fajar,ia cepat menutup mulut adiknya.


"Emm Emm.."Fajar melotot,ia tidak menyangka jika Kakaknya akan membekapnya.


"Diam!!Nanti ada yang denger "Sergah Cahaya , suaranya dipelankan tapi penuh penekanan."Cepet bangun"


Fajar mengangguk patuh,ia takut juga kalau sampai Kakaknya murka.Tapi Fajar berdiri membelakangi si Kuntilanak.


"Kamu gimana mau bantu aku?Kalau sama dia aja kamu takut,padahal nanti kau akan menemui wajah-wajah yang lebih seram dari pada dia"


"Yang bener ??"


"Emang kamu pikir hantu itu cakep??"


Fajar memutar bola matanya.Ia tidak tahu mengenai hal itu.Nonton film horor saja ia belum pernah.


"Sekarang lihat dia!!"Cahaya memberikan perintah,Fajar melirik ragu-ragu.


"Nggak usah pakek lirik-lirik segala,putar badanmu"tegas Cahaya .Fajar diam tak bergeming.Cahaya jadi gemas sendiri,ia memutar bahu adiknya hingga Fajar berhadapan dengan si Kuntilanak.


"Nah gitu"


Cahaya sudah senang karena Fajar terlihat biasa saja.Ia mengira Fajar sudah bisa menatap kuntilanak itu dengan berani.Tapi Si Kuntilanak itu justru geleng-geleng kepala membuat Cahaya curiga.Ia menengok Fajar, rupanya Fajar menutup matanya rapat-rapat.


"Astaga...ya udah..aku tutup kembali Indra ke enam mu"Tandas Cahaya sedikit kesal.


"Ja-jangan!"Teriak Fajar gugup.


"Ya gimana ??kamu penakut "


"Ok!!aku akan coba"Fajar menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.Ia membuka matanya,dan si Kuntilanak mengulas senyum semanis mungkin saat Fajar sudah face to face dengan nya.


"Senyum-senyum lagi... nggak pernah gosok Gigi ya"timpal Fajar , refleks si Kuntilanak menutup mulutnya.


"Emang kenapa ??"Cahaya tak mengerti dengan maksud adiknya.


"Giginya item gitu, emang nggak ada ya pasta gigi untuk kuntilanak ??"


Cahaya menghela nafas menahan sabar.