
Entah sudah berapa kali Pangeran As'ad menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.Para pelayan yang mendampingi tak berani mengatakan apapun sebelum sang pangeran bersuara.
"Paman..."
"Iya Pangeran"Barulah sang pelayan menjawab.
"Apa yang harus aku lakukan ?"Pangeran bertanya dengan pandangan lurus ke depan.
"Melakukan apa pangeran ??"
"Kepada gadis itu ??Aku benar-benar bisa gila Paman"
"Paduka Sultan tidak akan menyetujuinya Pangeran"
"Lalu??Kau akan membiarkan aku gila?"Pandangan mata teduh itu bergulir menatap sang pelayan.
"Hamba tidak berani pangeran "Pelayan itu menundukkan kepalanya.Pangeran As'ad menghela nafas berat.Ia menjatuhkannya tubuhnya ke belakang.
"Aku benar-benar tidak bisa menekan perasaan ku ... istirahat lah kalian,aku juga akan beristirahat"Pangeran As'ad berbalik memunggungi.Ia sudah malas untuk mengatakan apapun, pasti jawaban nya akan sama.
Sang Pelayan sadar jika ia telah mengecewakan junjungan nya.Namun apa boleh buat,ia tidak bisa bertindak sendiri.Akhirnya ia memerintahkan agar para punggawa untuk beristirahat seperti dirinya.
Namun,Sang Pangeran sedikit pun tidak bisa terlena.Mata Cahaya yang jernih berwarna hazel telah menguasai pikiran nya.
Pangeran As'ad memutar tubuh,ia diam-diam memperhatikan para pengawal nya yang sudah tertidur pulas.Mereka pasti kecapean.Dan kesempatan itu Pangeran As'ad gunakan untuk keluar diam-diam melalui jendela.Ia berniat untuk diam-diam masuk ke dalam kamar Cahaya guna menikmati kecantikan gadis itu.
Pangeran As'ad mengitari rumah besar keluarga Ilyas, mencari posisi kamar Cahaya .Rumah itu benar-benar besar, karena banyak sekali kamar yang memiliki balkon.Pangeran As'ad yang sempat berpikir pasti kamar seorang gadis akan memiliki balkon indah.Namun perkiraan sang Pangeran salah.
Dalam keadaan bingung, Pangeran As'ad akhirnya memutuskan memilih salah satu.Ia tak perduli itu benar kamar Cahaya atau bukan.Pangeran As'ad berusaha memanjat tembok.Dengan susah payah akhirnya ia bisa menggapai tembok pembatas balkon.Pangeran As'ad bergelantung,ia mengayunkan tubuhnya agar bisa menaikkan kakinya ke Balkon.
"Hey...."Pangeran As'ad terkejut mendengar sebuah seruan.Ia celingukan dan akhirnya ia bisa menemukan sosok gadis yang dicarinya.
"Kau sedang apa??"
Rupanya Cahaya berada di balkon sebelah.Pangeran As'ad nyengir,dengan posisi seperti ini ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kau mau menyusup ke kamar Ayah Ibuku??"
Pangeran As'ad menggeleng cepat,ia dengan susah payah meletakkan jari telunjuk ke bibirnya.
"Terus kalau tidak ?kamu ngapain bergelantungan kayak monyet Begitu ??"
KRIK KRIK
Pangeran As'ad tidak bisa menjawab.
"Aku teriak ya"Ancam Cahaya berharap pria itu menggagalkan niatnya.Pangeran As'ad menggeleng,ia tidak punya cara lain selain menjatuhkan tubuhnya ke tanah agar perempuan itu tidak berteriak.
BHUK!!
Pangeran As'ad meringis kesakitan tanpa suara, karena takut ada yang dengar.Di atas Balkon Cahaya justru tersenyum menahan tawa menyaksikan peristiwa itu.
Dengan menahan rasa sakit, Pangeran As'ad bangkit.Lalu berusaha memanjat Balkon tempat Cahaya berdiri.Si gadis hanya menengok ke bawah dengan memangku wajahnya.
Pada saat Pangeran As'ad sudah berhasil menaiki balkon dan berdiri tepat di hadapan Cahaya .Si gadis memperhatikan keadaan sang pangeran disertai senyuman geli.
"Sekarang kamu mau menyusup ke kamar ku??"
Pangeran As'ad menelan saliva,Cahaya begitu seksi menggunakan gaun tidur berwarna putih yang hampir senada dengan warna kulit nya.Di dalam hati sang pangeran,ia bertekad untuk melakukan hal yang berani.Ia sudah tidak mampu menahan perasaannya lagi.
Pangeran As'ad melangkah maju, membuat Cahaya mengernyitkan keningnya.
"Kau mau apa ??"
Pangeran As'ad tetap tak menjawab, ia terus meringsek maju hingga Cahaya tersudut di pembatas Balkon.
Kini jarak diantara keduanya sangat lah dekat,Cahaya sebenarnya tidak diam saja.Ia berusaha mengeluarkan kekuatan nya untuk memukul mundur pangeran As'ad.Tapi entah kenapa ?? kekuatannya seakan tumpul.
Saat ini lah pertama kalinya Cahaya bergidik ngeri.Ia seperti tidak berdaya di depan pria ini.Cahaya menelan saliva,ia panik, keringat dingin menetes pelan di pelipisnya.
"Aku menyukai mu"
"Hah??"Cahaya membulatkan matanya lebar.
"Aku menyukaimu"Pangeran As'ad mengulang kembali kalimat yang baru saja ia ucapkan.Cahaya menggeleng,ia mendorong tubuh tubuh Pangeran As'ad.Namun tak berhasil,pria itu justru semakin merapat.Hingga Cahaya menjinjitkan tungkai kakinya agar berjarak.
"Tolong jangan tolak aku"******* suara sang pangeran yang berhembus ke wajah Cahaya membuat merinding seluruh badan.Cahaya benar-benar takut,ia seperti sudah kalah telak.
"Kau mau kan menikah dengan ku"
Oh tentu saja Cahaya secara naluriah menggeleng kan kepalanya.
"Kenapa ??"
"Kau mengerikan"
"Hah??"Pangeran As'ad terkejut mendengar jawaban si gadis"mengerikan ??"
Cahaya mengiyakan.Pangeran As'ad meraba wajah nya,ia juga menoleh ke kaca jendela di samping nya.Memperhatikan wajahnya dengan seksama.
"Aku ganteng loh"
Cahaya menggeleng..
"Apa aku kurang ganteng ??".
Lagi-lagi Cahaya menggeleng..
"Terus??"
"Pergi kau!"Cahaya mendorong tubuh Pangeran As'ad dengan kekuatan tubuh nya sendiri, hingga pria itu terjejer ke belakang.Pada saat itulah,Cahaya berlari masuk ke dalam kamarnya lalu mengunci pintu kaca rapat-rapat dan menarik tirai jendela.
Pangeran As'ad tergamam,ia tidak sempat menahan gadis itu lebih lama di sisinya.Padahal ia sangat menyukainya, apalagi menikmati bagaimana wajahnya bersemu merah tepat di depan matanya.Sungguh sangat menggemaskan.
Cahaya ter-engah-engah, tubuhnya menyender di balik kaca.Ia memperhatikan telapak tangannya yang kini seperti sudah tidak berguna.
"Apa yang terjadi ??"
TOK TOK TOK
Cahaya kaget ada yang mengetuk kaca,ia memutar tubuhnya.Rupanya si pangeran belum juga pergi.Dengan pedenya ia tersenyum manis ke arah Cahaya yang berdiri dengan wajah terkejut.
Pangeran As'ad membuat bentuk love dengan tangan nya.Tapi Cahaya tak mengerti itu.
"Pergi sana!!"Teriak Cahaya lantang, Pangeran As'ad menggeleng.Ia justru melemparkan kis by jarak jauh.
Cahaya bergidik ngeri,baru sekarang Cahaya merasa takut dengan seseorang.
Pangeran As'ad melambaikan tangan,ia merasa sangat bahagia meskipun respon Cahaya menolak nya.
"Pergi!!"Cahaya kembali mengusir pria di seberang kaca.Lagi-lagi pangeran As'ad melemparkan kis by.Ia juga duduk di lantai menyender kan tubuhnya ke dinding pembatas Balkon.
"Apa yang ia lakukan di sana?"Cahaya bertanya kepada dirinya sendiri,ia membuka pintu kaca."Ngapain kamu disitu ??pergi sana!!atau aku teriak"
Pangeran As'ad menggeleng pelan.
"Aku ingin disini, melihat mu ... karena jika aku pergi,aku akan tersiksa oleh kerinduan "
"Kau sudah gila... cepat pergi...atau aku akan benar-benar teriak"ancam Cahaya kesal.
"Teriak saja, nggak apa-apa...tapi aku akan tetap disini.Kecuali mereka menikah kan kita"
Cahaya melotot,ia tidak percaya jika kini ia berhadapan dengan seorang pria gila.
"FAJAAAARRRR...AYAAAAAHHHH IBUUUUUUUUU"
Pangeran As'ad terperanjat karena Cahaya sungguh-sungguh melakukan ancaman nya.Ia kelabakan,dan langsung melompat turun dari atas balkon.
BHUK