Time To Say "I Love You"

Time To Say "I Love You"
73| Aku Tau Segalanya



SATU hari setelah mendapat kabar dari orang yang sengaja dia sewa untuk menggali informasi tentang Amara, Helma segera meminta Edo untuk memberi kabar pada Emir bahwa dia tak bisa menghadiri rapat bersama investor di Jepang.


Helma beralasan sakit, sungguh tak biasanya. Tindakan ini dia ambil dikarenakan sikap Emir yang aneh setelah mereka menghadiri acara reuni sekolah beberapa waktu lalu.


Ternyata kecurigaannya benar. Emir kembali berurusan dengan Amara. Bahkan kabar Emir yang menebus rumah milik Amara pun baru dia ketahui kemarin.


Bukan hanya itu saja kabar yang membuat Helma tercengang. Salah satu orang bayarannya mengatakan, bahwa nama Amara Salim pernah terdaftar melahirkan seorang anak di salah satu Rumah Sakit bersalin yang ada di Australia.


Dengan info inilah, Helma berani membuat Emir berangkat untuk menggantikannya ke Jepang, dengan tujuan agar Helma bisa menemui Amara dan memberikan peringatan pada perempuan yang selalu menempeli Emir itu untuk tidak mengusik kehidupan Emir lagi.


Kini Helma terlihat sedang berada di kantornya. Wanita itu tengah sibuk melihat beberapa data laporan yang sempat terbengkalai akibat beberapa hari lalu menyatroni Amara di kediaman yang Emir belikan untuk gadis itu--begitulah menurutnya.


"Anak manja itu nggak pernah berubah. Dia pikir, siapa dia sampai bisa memanfaatkan Emir!" rutuk Helma dalam pikiranya.


Namun ada kepuasan dalam raut wajah Helma saat ini, beberapa waktu lalu orang suruhannya mengabarkan bahwa Amara sudah melakukan boarding pass menuju Australia.


"*Aussie, ya! Apakah Ayah dari anak itu orang sana*?" batin Helma.


"Ah! Aku nggak peduli! Yang penting dia sudah pergi." desis Helma yang merasa puas bahwa usahanya tak sia-sia.


Seolah merasa tidak puas sudah menekan Amara dengan berbagai tuduhan. Wanita itu kembali meyuruh orang bayarannya untuk mengintai Amara disekitaran tempat tinggal wanita itu. Bahkan Helma mendapat kabar bahwa selama bertahun-tahun, Amara tinggal di Pemukiman kumuh.


Helma berkata sarkas sambil berdecih saat membayangkan kehidupan Amara yang kini jatuh miskin.


Beberapa saat kemudian, pintu ruangan Helma terbuka. Disana menampilkan sosok Emir dengan raut wajah murka serta penampilannya yang semrawut.


Ya. Emir langsung pulang saat urusan bersama Investor di Jepang selesai. Dan ketika dia mendatangi Kediaman Amara, ternyata wanita itu sudah tidak ada, bahkan Amara membawa seluruh koper miliknya. Tak hanya sampai disitu, Satpam penjaga rumahnya pun membereitahukan perihal kedatangan seorang wanita yang memperkenalkan diri sebagai teman sekolah Amara, dan Emir pun langsung mengecek cctv untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.


Kedatangan Helma ke rumah Amara jelas saja menimbulkan banyak praduga dari Emir, sebab yang mengetahui keberadaan Amara saat ini hanyalah dirinya dan juga Edo--Asisten pribadinya.


Penampakan Helma yang menuding Amara dengan begitu angkuhnya dalam rekaman cctv dilayar itu membuat Emir geram. Sayangnya rekaman itu tak menampilkan audio yang memperdengarkan perbincangan dari kedua wanita itu.


Bahkan Emir yang ditemani Edo langsung menyambangi rumah Amara yang terletak du perkampungan Cimande, namun nihil, para tetangga mengatakan rumah itu sudah kosong sejak kemarin.


Emir masih tak menyerah. Dia mencoba mendatangi kediaman Sandrina, namun hasilnya tetap sama. Amara tak ada. Bahkan penjaga rumah di Kediaman Sandrina memberitahu bahwa Sandrina masih berada di Paris sejak terakhir Emir datang kerumahnya--saat hari reuni sekolah mereka.


"Untuk apa kamu menemui Amara?" tanya Emir dengan suara datar, tapi matanya menatap nyalang ke arah Helma yang seolah tak bersalah.


...Bersambung...