
...The Predator's ...
KEPUTUSAN Amara untuk resign membuat Beby dan Kiki benar-benar terkejut. Apalagi saat mendengar alasan dari wanita yang pelit senyum itu memaparkan alasan yang sebenarnya.
"Sumpah lo? Tiga kali lipat?" pekik Beby melotot tak percaya.
"Kok dia bisa tau Kak Amarah sih?" tanya Kiki, si pria gemulai dengan penasaran.
Sebenarnya perasaan bingung dan penasaran itu pun dirasakan Beby.
Menurut Bu Novi--Atasan mereka di Le Park. Pria yang bernama Edo itu puas dengan hasil kerja Amara beberapa waktu lalu saat membersihkan kekacauan di Apartemennya.
Oleh karena itu, secara khusus Pria yang menempati lantai 10 itu ingin mempekerjakan Amara di tempatnya.
Sebenarnya Wanita yang disebut 'Perawan Tua' oleh Beby itu merasa keberatan, tapi desas-desus mengatakan, bahwa pria itu berani mengeluarkan sejumlah uang agar Wanita bernama Novi itu mau menyetujui permintaanya.
"Bukannya lo bilang ... Pria yang tinggal di lantai 10 itu maniak segss?" ungkap Beby.
Bukan tanpa alasan Beby berkata seperti itu. Waktu Amara bersedia menggantikan Beby untuk kerja lembur, Amara pernah bercerita, bahwa di Apartemen yang ia bersihkan, terdapat banyak minuman keras dan juga bekas pemakaian alat pengaman yang berserakan.
"Hah?!" Seketika Amara terperanjat.
Menyadari kesalahannya yang fatal, wajah Amara seketika pias. Bagaimana jika dia dilecehkan, di culik--untuk di ambil organ dalamnya, atau di jadikan wanita malam. Ah! Sekelumit kekhawatiran memenuhi kepalanya. Sekarang dia benar-benar takut.
Melihat kekhawatiran Amara, Kiki langsung angkat bicara. "Tapi, Kak, yang Kiki lihat, Pak Edo itu normal normal aja. Dia baik kok. Kelihatan kalem gitu mukanya, ganteng pula dan loyal" ungkap Remaja itu sambil mengingat saat dia mengantarkan troly berisi tumpukan paket ke lantai 10, dan dia juga diberi tips dua lembar uang merah oleh pria itu.
Kiki menganggap pria yang sedang dibicarakan oleh Amara adalah pria yang sama--yang pernah memberinya tips besar. Padahal baik Amara atau pun Kiki tak tau, siapa Pria maniak yang sesungguhnya. Benar-benar kesalahpahaman yang rumit.
"Ki! Dengerin gue! Dimana-mana, Predator yang mencari mangsa itu, pasti awalnya manis dulu, lembut, kalem. Ya pokoknya begitu deh. Nanti pas mangsa udah didalam sarangnya, baru deh ditelen bulet-bulet!" ujar Beby menggebu-gebu.
Nah kan? Wajah Amara makin pias. Penjabaran dari Beby membuat wanita itu makin takut.
"Tapi kayanya Kakak jangan terlalu khawatir deh!" ucap Kiki tiba-tiba. "Kalo pun itu bener, pasti tipe Pria kaya gitu lebih suka sama perempuan yang montok-montok, kinclong, dan menarik. Wajah Kakak aja jutek, body Kakak juga begitu. Pasti pria itu emang tulus mau mempekerjakan Kakak. Lagian kalo emang dia mau macem-macem, kenapa harus repot-repot ke Bu Novi. Padahal bisa aja dia nyulik Kak Amarah kan? atau mending pilih Kak Beby buat di jadiin korban" jelas Kiki panjang lebar.
Sebenarnya saat lelaki gemulai itu menyebut nama Beby, ingin sekali rasanya Beby memukul kepala Kiki, tapi penjelasan pemuda itu ada benarnya juga. Jika mau berbuat jahat, harusnya melakukan apa yang tadi dikatakan Kiki bukan?
Dan seketika Amara pun mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan bocah itu. Kecuali bagian body, Amara memang mengakui tubuhnya kurus, tapi tak ada seorang pun yang tau kan jika Amara memiliki ukuran dada yang tak kalah besar dari milik Beby.
...Bersambung...