
Kini Dera dan keluarga Kendra sedang perjalanan menuju rumah sakit dimana ayahnya dirawat.
Sepanjang jalan Dera hanya memejamkan mata dan berdoa semoga tak terjadi apa-apa dengan sang ayah.
Sesekali dia membuka matanya, namun itu malah membuatnya menangis tak kuasa menahan air mata.
Ya Allah Yah,, aku berharap berita ini gak bener. Aku berharap Ayah gak kenapa-kenapa yah..aku mau ayah baik-baik saja. Ayah bertahanlah Yah. Ucapnya di dalam hati.
Ayu yang mengetahui sang menantu sedang dalam hati yang tak karuan, beliau berusaha menenangkan.
Di peluknya Dera dan di genggam jemari menantunya tersebut untuk menguatkan. Begitupun Alula yang tak kuasa melihat sang kakak ipar yang begitu sedih.
“Nak, berdoa saja ya.. semoga ayah selamat” ucap Ayu sambil menyeka air mata Dera.
“Iya Kak Dera, sabar ya kak.. pasti juga kak Kendra gak akan begitu saja diam, pasti dia akan mencari keberadaan orang yang berusaha mencelakai Ayah kakak” ucap Alula.
Dera tak menjawab sepatah katapun apa yang dikatakan oleh mereka. Dia hanya sedang bergelut dengan pikirannyasendiri.
Ayah, tolong bertahan. Apa ayah tak ingin melihat cucu Ayah. Ini Dera sedang hamil cucu pertama Ayah.
Posisi Alex yang duduk di depan mampu mendengarkan mereka dan melihatnya dari spion.
Beliau juga merasakan sakit hati dan kesedihan yang dialami menantunya. Apalagi ini menantu pertama yang dimiliki.
Tunggu saja sampai waktunya tiba. Akan ku kerahkan seluruh anak buah ku untuk mencarimu, pecundang!!
Alex meremas kursi mobil. Sopir yang ada di sampingnya merasakan hawa dingin yang menyelimutinya kini.
Alex mengirim pesan pada John, seorang kepercayaan Alexander sejak muda dulu.
Alexander
Kerahkan seluruh anak buah yang kamu miliki untuk menyelidiki siapa yang telah menusuk besanku.
Sent
Ponselnya kembali di simpan di saku dan menunggu balasan dari John. Tak lama kemudian, ponsel berdering ada pesan masuk.
John
Kejadian terjadi dimana Tuan? apa ada tanda-tanda lainnya yang bisa digunakan sebagai petunjuk?
Reply
Alexander
Kejadian di Jalan Pancar, tepat di jalan yang sepi. Cari saja selebihnya di TKP.
Sent
John
Baik Tuan
Reply
Alex pun sudah tenang karena anak buah Jon telah bergerak. Belum lagi anak buah Kendra nantinya juga mencari keberadaan siapa yang telah membunuh Burhan.
Mobil yang di naiki telah memasuki kawasan rumah sakit.
Tanpa pikir panjang, Dera segera berlari ke administrasi dan mencari keberadaan dimana ayahnya dirawat.
"Maaf mbak, ruangan ayah saya dimana ya? tadi kena luka tusuk mbak" ucap Dera dengan gugup.
"Oh ya Nona, ada di ruang ICU, sedang proses penanganan" jawab administrator di Rumah Sakit tersebut.
Kamu begitu sayang pada ayah mu nak. Maaf jika kehadiran Kendra di hidupmu mungkin menjadi salah satu incaran dari musuh bisnis keluarga kami. Tapi kami janji akan selalu menjaga mu Nak. Batin Ayu yang melihat Dera benar-benar hancur.
Setelah Dera mengetahui dimana ruangan ayahnya di rawat Dera segera berlari. Di dapati sang Bunda, dua keponakannya yaitu Dinda dan Novan serta Pak Sigit yang setia menemani Lestari.
"Bunda... Ayah gimana keadaannya?" tanya Dera yang sesegukan di pelukan Lestari.
"Berdoa ya sayang. Ayah sedang di periksa dokter dan kami belum di ijinkan masuk" Lestari berusaha menenangkan Dera.
Namun di balik itu semua beliau juga berusaha menenangkan hatinya yang tidak siap jika terjadi apa-apa dengan suaminya.
Tak lama kemudian, pintu terbuka dan seorang dokter keluar dari ruangan.
"Keluarga Bapak Burhan" ucap Dokter dengan mencari salah satu keluarga Burhan.
Lestari maju dan mengatakan bahwa dia adalah istri dari Burhan.
"Alamdulillah proses operasi berjalan dengan lancar bu. Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang perawatan Bu, keluarga bisa menjenguk di ruangan nanti. Asalkan jangan terlalu berisik karena pasien juga butuh istirahat" ucap sang dokter.
"Baik dok. Terima kasih ya dok" jawab Lestari dengan menyalami tangan Dokter.
Setelah menunggu hampir setengah jam, Ayah Dera di pindah di ruang rawat inap.
VVIP. Ruangan yang dipilih keluarga Alex untuk mendapatkan fasilitas terbaik untuk Burhan.
Dera menatap tubuh lemah sang ayah yang terbaring lemah.
Banyak alat yang menempel di tubuh selain infus. Ada juga pendeteksi perkembangan kondisi Burhan yang terhubung dengan monitor.
Belum lagi ventilator sebagai alat bantu untuk bernapas dan kateter untuk buang air kecil pasien.
Dera benar-benar tak menyangka, sang ayah kini hanya bisa diam tak bergerak sedikitpun.
Di peluknya lengan dan di ciumnya telapak tangan ayahnya. Semua yang berada di ruangan hanya melihat adegan yang sangat mengharu biru di ruangan itu.
Tiba-tiba..
Titttttttt…
Suara monitor dengan nyaringnya membuat semua fokus pada Burhan.
“Dok.. dokter,, dokter tolong ayah saya dok” ucap Dera dengan sesegukan. Benar-benar hari dimana tidak pernah disangka sebelumnya. Kemarin ayahnya masih tertawa bersamanya.
Alex pun kaget. Dia segera menekan tombol darurat warna merah yang terdapat di dinding tepat di atas tempat tidur pasien yang terhubung untuk memanggil dokter.
Tak sampai dua menit, sang dokter datang.
Dengan cepat beliau membenarkan posisi stetoscop yang di kalungkan di lehernya.
“Semua nya mohon untuk tinggalkan ruangan ini” ucap sang dokter. Mereka mulai mengecek kondisi Burhan, mulai dari mata, tekanan darah dan ventilator.
"Semua aman dok" ucap suster yang telah mengecek segalanya.
"Siapkan defribrilator, tak ada jalan lain lagi..Cepatt!!" ucap dokter karena sudah menjadi tanggungjawabnya harus menyelamatkan nyawa sang pasien
FYI: defribrilator atau alat pacu jantung adalah alat untuk mengatasi gangguan irama jantung atau aritmia yang dapat mengancam jiwa. Alat ini akan ditempelkan pada dada atau area perut pasien untuk membantu pasien mengontrol ritme jantung yang tak normal.
…………………………..
Di luar ruangan.
Ada kendra yang baru saja tiba. Dengan nafas terengah-engah dia berlari menuju ruangan mertuanya.
Di dapati sang istri yang menangis sesegukan dan di tenangkan oleh mamanya dan bunda Dera.
Hatinya begitu hancur melihat wanita yang dicintainya kini begitu rapuh.
Aku telah gagal menjagamu. Aku telah membawa dampak buruk bagi mu sehingga menyebabkan salah satu keluargamu menjadi incaran musuh ku. Aku berjanji akan menghabisinya dengan tanganku sesuai dengan hatimu kini hancur maka dia pun juga harus hancur. Janji Kendra dalam hati.
Kendra perlahan mendekat. Bertepatan dengan Dera yang kini hampir limbung.
Kendra pun mempercepat langkahnya. Di tangkapnya tubuh sang istri.
“Sayang bangun sayang.. bangun” Dera kini pingsan dan Kendra membawanya ke salah satu ruangan yang ada di rumah sakit.
Kenda pun memanggil dokter untuk melihat kondisi Dera karena dia kini sedang mengandung.
“Bagaimana kondisinya Dok? Bagaimana dengan baby nya” tanya Kendra setelah dokter memeriksa kondisi istrinya.
“Ibu dan bayinya selamat Pak. Tapi tolong, kondisikan hati ibunya agar selalu baik karena nantinya juga akan berimbas pada sang anak Pak” ucap sang dokter.