PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #14



Tak ada jawaban dari Dera karena setelah muntah tenaganya benar-benar terkuras.


“kasian juga anak ini, pake mabuk perjalanan segala lagi” diusap kening Dera dan diperhatikan lekuk wajahnya dengan baik


“Cantik. Ah apa sih aku ini malah mikir cewek aneh. Fokus kendra, kamu udah punya Lidia” Kendra mencoba mengingatkan dirinya.


Seketika dia langsung fokus ke depan dan tertidur pulas.


………………………………….


Apartemen Lidia


Hari ini Lidia mendapat informasi bahwa Kendra akan melangsungkan perjalanan ke Turki untuk prewed.


“ah sialan. Mereka akan prewed ke Turki. Bisa-bisanya Ken gak ngasih tau aku sama sekali. Pokok aku harus segera menyusul” rencana Lidia sudah mulai liar.


Bahkan sampai saat ini pun dia belum di chat oleh Kendra. Dan itu juga semakin membuat nya merasa kesal.


“segera pesankan aku tiket ke turki hari ini” perintah Lidia pada salah satu petugas armada.


Tak lama dia packing, secepat mungkin dia memesan taksi online untuk menuju Bandara bertepatan dengan jadwal penerbangan satu jam lagi.


Sebisa mungkin Lidia mencari informasi tentang prewed mereka. Karena dia pun mempunyai mata-mata yang dikirimkan untuk mengintai segala kegiatan Kendra tanpa sepengetahuan bodyguardnya.


………………………………


Taru Cave Suites


Dera yang masih tertidur akibat mabuk perjalanan, akhirnya digendong oleh Kendra menuju penginapan mereka.


Sampailah Taru Cave Suites daerah Cappadocia, Turki yang merupakan salah satu hotel bintang lima.


Mama Ken sengaja memesan satu kamar, hal ini dilakukan agar Kendra mampu menjaga Dera dengan baik.


Sebelum berangkat juga Mama Ken sudah mewanti-wanti anaknya agar tidak melakukan hal diluar batas norma.


Sampailah di kamar, Kendra segera meletakkan Dera di ranjang.


Setelah itu, dia segera mandi. Ken berendam di Bath up karena memang hari ini sangat melelahkan.


Hampir dia ketiduran, jikalau tak ada suara Dera yang berteriak.


“aaaaaaaaa, ngapain kamu disini?” teriak Dera yang memasuki kamar mandi karena pintu tidak dikunci oleh Ken, segera dia berbalik menghadap ke pintu.


“aaaaaa, ketuk dulu kenapa. Lagian kamu amesia apa gimana? Kita ini dipesankan oleh Mama Cuma satu kamar, aku capek banget ya mandi lah. Kamu aja dari tadi enak-enak tidur. Pergi sana, kalau enggak nanti aku berdiri, mau??” jawab kendra dengan mengancam Dera untuk beranjak dari bath up.


“Ya ya ya aku keluar. Tapi jangan ngapa-ngapain lho yaa. Awas aja kalau macem-macem aku timpuk” ancam Dera pada Kendra yang masih di dalam bath up yang di penuhi busa sabun


“gak lah, ngapain juga napsu sama cewek kayak kamu. Gak bakalan, wleee” jawab kendra dengan menjulurkan lidah.


………………………………


Penerbangan yang dilakukan Lidia sudah sampai di Cappadocia, dia memesan hotel yang sama dengan Kendra dan Dera. Namun dia berada di lantai yang berbeda.


Keesokan harinya, sebelum Kendra dan Dera prewed, mereka bersiap menuju mobil. Kendra yang sedari tadi sudah di depannya tak memperhatikan Dera jika dia masuk ke kamar mandi untuk mencuci tangan.


“ahhh, maaf tak sengaja” Pundak Lidia menabrak Dera


Seketika Dera mengingat wajah cantik itu, tapi dimana dia pernah ketemu?


“iya tak apa nona. Nona bisa Bahasa Indonesia? Apakah nona berasal dari Indonesia juga?” tanya Dera dengan ramahnya


“Iya.. aku berasal dari jakarta. Boleh kita bertukar nomor?, untuk menghubungi jika suatu saat kita bertemu lagi” Lidia sengaja meminta nomor Dera yang nantinya akan dijadikan sebagai senjata untuk menghancurkan keluarga Alexander.


Di mobil Kendra mencari keberadaan calon istrinya tersebut.


“mana sih ini perempuan, lelet banget ya kalau jalan” dia pun menunggu kedatangan Dera


Di dalam mobil kendra sibuk melihat ke kanan dan kiri untuk mengurangi kejenuhan menunggu calon istrinya.


“wanita itu??? seperti Lidia? Apa dia ikut ke Turki? Bagaimana bisa?” tatapan Kendra semakin menajam di arah Lidia berada.


Tak lama kemudian.


“maaf, maaf. Aku lama ya? Tadi dari kamar mandi” permintaan maaf Dera pun tak didengar baik oleh Ken karena pikiran dia masih sibuk dengan Lidia.


Dera segera menutup pintu dan menepuk bahu Kendra.


“ayo, mau prewed dimana kita”tanya Dera


Akhirnya mobil mereka melaju ke arah balon udara Capadocia.


Sesampainya disana ada beberapa orang sebagai WO yang ditunjuk untuk pemotretan prewed.


“Kak, tolong ganti gaun dulu di sana, dan ganti jas di saya ya” salah satu perwakilan WO memberikan perintah Kendra dan Dera untuk memakai gaun yang telah dipersiapkan.


Gaun yang dipakai bernuansa warna putih dengan bagian depan tertutup namun terbuka bagian belakang. Acsesories bando mempercantik gaun putih yang di pakai Dera.



“Ko bajunya terbuka sekali, ini juga punggung ku kelihatan” gerutu Dera dibalik tempat ganti yang di siapkan.


“Ayo Dera.. jangan gerutu terusss” jawab Kendra yang mendengar suara Dera


Dera yang keluar dari kamar ganti memperhatikan Kendra sangat tampan menggunakan jas berwarna abu-abu tua. Sedangkan Kendra memperhatikan dera yang sangat cantik menggunakan gaun berwarna putih.


Beberapa detik tatapan mereka beradu. Sampai Sis Meti menyadarkan mereka.


“Ayo kak, silahkan. Semuanya sudah siap” tutur Sis Meti


Mereka berjalan ke arah yang telah di siapkan photographer nya. Kendra yang melihat Dera kerepotan membawa gaun langsung segera membantunya.


“Oke kak, posisi pertama tangan perpegangan ya” ujar photographer


“Mis Meti, tolong ini gaya mereka masih sangat kaku. Bisa tolong dibantu ya” photographer meminta Sis Meti untuk membantu Kendra dan Dera.


Pemotretan gaun pertama berlangsung lancar, walaupun masih sangat kaku. Dan dilanjutkan ke gaun kedua.


Tepatnya setelah Kendra berganti jas, dia mellihat sosok Lidia benar adanya, ada di turki.


Akhirnya dia menyempatkan untuk telfon Sekretaris Rey sembari menunggu Dera ganti gaun


“halo, ini Lidia ada di Capadocia. Tolong kirimkan beberapa orang yang ada di sini untuk membuatnya menjauh dari aku dan Dera. Takutnya Dera tahu dan menceritakannya ke Mama Papa” ucap Ken Panjang lebar.


“Bagaaimana bisa Pak Bos?. Saya akan coba cari tahu dan segera mungkin saya akan kirimkan teman saya untuk membuat Nona Lidia berada jauh dari Pak Bos” segera rey menelfon beberapa rekannya di Turki untuk mengawasi gerak gerik Lidia. Rey tak lupa mengirimkan foto Lidia untuk mempermudah menemukan wanita ini.


Pada gaun kedua, Dera mengenakan gaun berwarna pink dan Kendra memakai hitam. Paduan yang serasi.



Prewed gaun kedua berjalan dengan lancar. Kendra yang sudah bisa menyesuikan dengan arahan dari WO dan Dera yang mulai tidak tegang.


Dilanjut pada gaun terakhir, yaitu dengan menggunakan gaun berwarna kuning dan kendra tetap memakain jas hitam.


“silahkan di sesi terakhi, kalian boleh berciuman” pinta photographer


Seketika kendra dan Dera saling bertatapan


“Gak mau” jawab Kendra dan Dera bersamaan


“Semua gaya sudah dilakukan, ini hanya foto saja. Bibir kalian bersentuhan sedikit, gimana?” tawar Sis Meti


Hening…. Heningg


Belum juga dijawab photographer sudah mengarahkan posisi Kendra dan Dera.


Akhirnya foto sesi ini diakhiri dengan adegan berciuman.


Seperti ini



Jantung mereka berdebaran, hanya mereka sendiri yang mampu menyembunyikan dengan ego yang dimiliki masing-masing.


“apakah ini jatuh cinta?” ujar Ken dan Dera dalam hati.


.


.


.


Bersamamu aku menemukan teduhnya hatiku,, hangatnya jiwaku, tenangnya rasaku bersamamu. Aku mencintaimu bahkan Ketika waktu berjalan, mungkin aku akan sangat mencintaimu -Dera-


.


.


.


‘puji’


.


Pantun:


Dimana ada Dera, disitu ada Kendra


Dimana kamu berada, disitu harus ada dia♥️


.


Jangan lupa like, comment dan vote ya teman-teman