PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
CILOR



Hello guys, happy weekend ya.


Selamat malam mingguan hehe. Yang mau di apelin silahkan dandan yang cantik ya. Buat yang jomblo yok doa bareng-bareng biar cepet dapat jodoh hehe. Tapiii untuk yang nunggu kepastian, selamat menikmati masa-masa tak enak ini hehe, karena telah membuang waktu Tapi semoga tidak sia-sia ya guys.


Happy Reading.


_________


"KAMU?" Mata Kendra dan Caitlin bertemu. Pandangan Cait mengarah pada wajah Kendra yang tampak banyak berubah. Lebih ganteng, wani dan terawat.


"Hai Ken" Cait berusaha cipika cipiki dengan Kendra namun Kendra langsung menarik ke belakang tubuhnya agar tak bersentuhan dengan mantannya.


Kendra yang tak berkata apa-apa, hanya memandangi Cait dari atas hingga bawah karena dia tak percaya seorang wanita yang ada di hadapannya ini pernah melakukan bunuh diri demi dirinya. Betapa bod°hnya. Pikir Kendra.


"Hei, kamu masih inget aku kan?", Cait sesekali memandangi wajah Kendra.


"Maaf" jawab Kendra singkat. Lantas pergi meninggalkan Cait dan mengambil Salad buah permintaan Dera.


Disisi lain ada Lidia dan Bagas yang sedang tertawa melihat kejadian yang ada dihadapannya.


Sukurin kau. Rasakan itu. Dia yang dulu sangat tergila-gila padamu bahkan hingga saat ini. Akan ku manfaatkan untuk kehancuran mu Kendra. Tawa Bagas dengan memegangi dagunya bak saudagar.


"Heh, Lo gak pulang apa. Dicariin istri lo baru tau rasa" ucap Lidia dengan lirikan mata tak suka. Memang dia pernah sangat mencintai Bagas, namun sayangnya orang yang dicintainya itu lebih mementingkan Dera yang tak lain adalah istri kekasihnya juga.


"Apaan sih lo. Istri gue tu gak bawel. Dia punya kesibukan juga. Maklumlah wanita karir. Gak kayak lo yang kerjaannya ngurusin, ngancurin hubungan orang" ketus Bagas tak mau kalah dari Lidia.


"Hii ko jadi gue sih. Gitu juga lo ikutan kan. Jadi kita gak ada bedanya tau!!"


"Udah lah liat itu aja. Pertunjukan sedang seru-serunya" ujar Bagas.


Kendra yang akhirnya menjauh dari Caitlin pun lantas menghampiri istrinya. Dengan sangat lembut diperlakukannya dengan baik wanita itu.


"Sayang, semangka mau?" ucap Kendra menyuapi istrinya.


"Hemm sayang. Mau", jawabnya.


Cait yang melihat ke arah Kendra pun benar-benar tak menyangka melihat Kendra sedang menyuapi seorang wanita.


"Kendra ko jadi cuek sih sama aku. Aku harus gimana dong", ucapnya yang masih ada di posisi yang sama. Selang beberapa saat Lidia dan Bagas keluar dari persembunyiannya.


"Hey kalau Kendra pergi ya kejar saja. Tak apa. Kan ga ada yang marah. Kamu kan sedang memperjuangkan seseorang bukan?", ucap Lidia yang menambah panas suasana itu.


Cait yang memikirkan omongan Lidia lantas menghampiri Kendra.


Namun Kendra yang mengetahui langkah Cait yang mendekat akhirnya dia meminta Dera untuk segera pulang daripada nantinya acara tersebut kacau.


Disisi lain Danu Hartono yang mengetahui kejadian tersebut lantas tersenyum pada Lidia dan Bagas, dia mengacungkan jempolnya karena kerja sama yang bagus.


"Sayang, ayo pulang saja. Perutku tiba-tiba mulas" ajak Kendra tanpa basa basi langsung menggandeng tangan istrinya. Dera yang bingung dengan sikap suaminya pun bertanya-tanya.


Ngajak pulang ko mendadak begini, baru juga makan. Huft menyebalkan. Batinnya dengan mengikuti langkah Kendra.


Sesampainya di parkiran, Kendra segera membukakan pintu mobil untuk Dera dan pergi dari tempat tersebut.


Mobil melaju ke arah rumah Kendra. Dera yang kini merasa kesal pun hanya diam saja.


Kendra yang fokus dengan kemudinya pun tak sadar jika istrinya sekarang murung. Dia segera mempercepat laju mobil agar cepat sampai rumah. Tiba-tiba ponselnya berdering. Tertulis nama Alula disana.


"Halo, ya. Kenapa dek?"tanya Kendra.


"Kak Ken dan Kak Dera itu kemana. Papa Mama mau pulang ini nunggu kalian gak ada" ketus Alula yang mulai badmood dengan kakaknya tersebut


"Kakak udah pulang. Ini sedang dijalan. Ya kan sayang" ucap Kendra dengan menengok sang istri sudah memajukan bibirnya dan wajah di tekuk.


Waduh, gawat nih, dia pasti marah karena tadi gak sempet makan gara-gara ada nenek grandong itu. Jangan sampai ini berlarut, bisa-bisa aku disuruh tidur diluar. Batin Kendra yang masih memegang ponsel dan kemudi.


"Sudah sudah nanti kakak telpon lagi. Ini istri kakak sedang ngambek gara-gara..." belum selesai bicara Alula sudah terbahak-bahak. Bagaimana tidak? kakaknya yang terkenal jutek, cuek itu sekaranh balik di cuekin istrinya.


"Hahaha sukuriiiiin. Rasain kau. Haha.Ya sudah kami pulang langsung saja" jawab Alula dengan puasnya menertawakan sang kakak.


Ponselnya dimatikan dan di simpan kembali. Kendra segera mengalihkan pandangan ke istrinya.


"Sayang, kamu pasti ngambek ya. Maaf ya sayang, maaf. Tadi soalnya aku mules banget. Tiba-tiba saja gitu" Kendra berusaha merayu istrinya namun Dera tak menjawab dan tetap fokus dengan pandangan lurus kedepan.


"Yangg, jangan diemin aku dong. Ayo mau makan apa, kita beli lansung sekarang" bujuk Kendra.


Dera mengubah posisinya menghadap ke Kendra. Dengan hati yang senang dia pun antusias "Beneran loh ya, bebas ya mau beli apa aja. Janji ya bakal nurutin" ucap Dera dengan menunjukkan jari kelingkinh yang berarti janji. Kendra pun menuruti Dera dengan melingkarkan jari kelingkingnya di jari istrinya karena dia sendiri yang telah mengucapkan dan berjanji.


"Iya yang, janji. Ayo mau beli apa?"


"Cilor" mata Kendra seketika berkerut mendengar nama itu disebut. Dia pun tak pernah sekalipun mendengarnya dan sangat asing baginya.


"Cilor? apa itu? Cici Lolor??" jawab Kendra.


"Bukan" Dera menepuk dahinya karena merasa heran dengan Kendra karena itu makanan enak yang sering dimakannya selama kuliah dan sangat pas untuk mengganjal perutnya yang lapar.


"Itu lo Mas, Cilor, Aci telor. Coba deh nanti. Ayo kita cari dulu. Biasanya ada di pinggir jalan", ajak Dera.


Mata Kendra terus meniti setiap jalanan untuk mencari seorang penjual cilor.


Apa ini juga termasuk nyidam? bukankah nyidam hanya ada di trimeter awal? ah membingungkan sekali kau ini nak. Senang sekali rupanya jika papa mu ini susah. Batin Kendra dengan sesekali memijat kepalanya yang tampak pusing.


Dera yang melihat suaminya pun akhirnya senang bisa membuat Kendra bingung.


Maaf ya mas, jadinya ku kerjain deh hehe. Satu sama mas. Batin Dera dengan senangnya.


___________


"Mana? Kendra malah pergi dengan wanita itu. Tapi itu siapa tadi? ko disuapi Kendra sih. Aku saja tak pernah" gerutu Cait yang tengah menikmati dessert yang ada di meja hidangan.


...____________...


...Aku meninggalkanmu saat ku masih mencintaimu....


...Tapi kamu memaksaku juga untuk melupakanmu agar dirimu mampu bersama dia yang baru....