PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
TUMBEN NGECHAT?



Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.


Kalau ada masukan, saran dan kritik akan Author terima ko. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di cerita ini. Terima kasih. Enjoy guys.


______________


“BAGAS?? Mau apa kamu disini?” tanyanya pada Bagas spontan karena dia tak menyangka akan ada mantan kekasihnya yang masih mengusik hidupnya.


“Iya Dera. Ini aku. Ayo kita pulang. Kita akan hidup bahagia dan bersama seperti dulu sebelum ada Kendra” ucap Bagas dengan nada lembut dan diiringi pula dia mengelus rambut Dera. Namun sayangnya seketika wanita yang dihadapannya tersebut bergidik ngeri dengan ucapan Bagas.


Kakek Munir dan istrinya yang melihat kejadian dihadapannya pun merasa bingung karena usia yang sudah menua dan mereka juga tak tahu harus berbuat apa. Sedangkan ada Pak Yanto juga yang harus dirawat karena kondisinya yang kini belum sadarkan diri.


“Maaf Tuan, silahkan duduk dulu. Kita bicarakan hal ini dengan baik” ucap istri Pak Munir mempersilahkan Bagas untuk duduk.


Sayangnya respon dari Bagas tak sesuai dengan harapan, justru dia membabi buta dan langsung mengutarakan niatnya daripada harus berbasa-basi lebih lama lagi.


“Maaf Kek, saya ingin membawa Dera pulang dengan atau tanpa pria tua ini. Nanti jika ada seorang pria mencari Dera, kakek dan Nenek bilang saja bahwa Dera belum ditemukan” tutur Bagas dengan menunjuk Pak Yanto


Mendengar ucapannya seketika Kakek Munir dan istrinya saling pandang. Bagaimana bisa seorang istri dari pria lain namun dipaksa diambil untuk mengikuti pria yang ada dihadapannya.


“TIDAK!! Aku tidak mau. Kek, Nek tolong Dera. Dera ga mau ikut dengan pria ini. Tolong Dera Kek, Nek” ucap Dera dengan memohon bantuan.


Bak tak ada rasa iba pun, Bagas langsung menepukkan tangannya beberapa kali. Sebuah kode yang sengaja dia lakukan untuk memanggil anak buahnya. Satu persatu memasuki gubug kecil tersebut. Tanpa pikir panjang dan sudah di atur dari awal bahwa tugasnya adalah memaksa Dera untuk ikut dengan Bagas dengan mau ataupun tidak mau.


“Tidak.. tidak. Aku tidak mau BAGAS!! LEPASKAN AKU!!" teriakan dari Dera pun tak diindahkan.


Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki dan beberapa orang mendekat ke arah gubug. Akhirnya untuk menyelamatkan Dera, keempat anak buah Bagas menyembunyikan Dera di belakang gubug. Sedangkan kakek nenek tetap berada di dalam dan dipaksa untuk diam serta berbohong mengenai keberadaan Dera.


__________________


Dorrr…


Suara tembakan pistol yang terdengar di telinga Dera seketika membuat dirinya mengisakkan air mata. Karena suara ini yang pernah membuat dirinya ketakutan atas kekejian seorang Kendra Alexander.


Ingin rasanya dia berteriak, namun kondisi mulutnya tertutup kain dan tangannya pun tertali rapat. Tidak mungkin rasanya jika dia mengirimkan kode pada Kendra, toh percuma nantinya tenaganya akan habis sia-sia.


Hiks hiks hiks


Sayang, temukan aku. Aku ada disini. Aku mau pulang dan kembali hidup bersamamu. Hiks hiks.


Sebuah isakan yang terus terdengar hingga perkelahian selesai dan Bagas meninggalkan gubug.


Hingga Kendra, Sekretaris Rey dan Novan akhirnya mendekati gubug tersebut. Perlahan dia mengetuk pintu yang terbuat dari kayu yang sebagian sudah lapuk.


“Permisi” ucap Rey mengawali.


“Permisi” sahut Novan pun mengulang ucapan yang sama.


“Assalamualaikum” Kendra berusaha memanggil sang kakek dan mengintip dari celah kayu dindingnya.


Mereka bertiga bergantian mengucapkan salam, hingga akhirnya pintu terbuka dan Kakek Munir mempersilahkan mereka untuk duduk.


“Nak, akhirnya kalian datang. sini Nak, masuk nak. Kamu kan yang suami dari Nona Dera itu bukan? ayo ikut kakek” tutur kakek Munir dan segera dia berjalan menuju gubug belakang dimana Dera berada.


“Ya kek. Kakek mau ajak kita kemana? Kami ingin bertamu dan mencari keberadaan istri saya kek” tutur Kendra yang memperjelas niat kedatangannya. Namun tak sepatah katapun dijawab, hingga tiba di hadapannya.


Kaget bukan kepalang mengetahui sang istri yang sangat dijaga, di sayang dan dimanja kini sedang berjuang dengan tali dan kain yang menutupi mulutnya. Dia dengan cepat melepaskan satu persatu.


“Sayang hiks hiks hiks” ucap Dera pada Kendra.


Tak berkata apapun, Kendra langsung membalas pelukan dari Dera. Dia sudah tak bisa berkata apa-apa lagi karena yang ada di pikirannya hanyalah Dera.


“Sayang, maaf ya. Aku baru bisa menyelamatkanmu. Maaf.. maaf.. aku terlalu egois dan mementingkan pekerjaanku hingga mengesampingkanmu. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan tidak akan membiarkan mu pergi seorang diri” ucap Kendra dengan segala janjinya pada Dera.


Kakek, nenek, Sekretaris Rey dan Novan pun hanya bisa terdiam melihat adegan romantis sekaligus haru. Akhirnya usaha yang mereka lakukan tidak sia-sia dan Kendra berhasil bersama lagi dengan Dera.


“Sudah dulu kak, sudah. Nanti kangen-kangenannya lanjut dirumah aja yok. Kasihan kak Dera, kemarin habis kecelakaan. Ayo segera periksakan kondisi kak Dera. Jangan sampai ada masalah dengan kandungannya kak” ucap Novan menyadarkan Kendra dan Dera di tengah-tengah mereka sedang berpelukan.


“Oh ya sayang. Kan ada Pak Yanto juga disini. Dia belum sadarkan diri dari kemarin” ucap Dera agar dibantu oleh novan dan Pak Yanto. Akhirnya mereka berjalan ke sebuah kamar kecil dan disana terdapat Pak Yanto yang sedang terbaring lemah.


Setelah berbincang-bincang dan mengucapkan terima kasih, akhirnya tak lama kemudian mereka berpamitan dan dengan membawa Pak Yanto ke sebuah ambulance yang telah dimintanya untuk datang ke lokasi dimana mereka berada.


____________________


Rumah Alexander


“Mah, Pah gimana? Kak Dera sudah ketemu apa belum?” tanya Alula pada Papa, Mamanya yang berada di ruang tengah


“Belum. Papa berusaha menawari Kakakmu itu bantuan tapi dia malah menolak dan bilangnya mau menemukan istrinya dengan usahanya sendiri… tapi ya tetap dibantu si Rey dan Novan katanya” ucap papanya.


Hening. Masing-masing kalut dengan pikirannya.


“Tunggu saja nak. Mereka sedang berjuang pasti. Coba cek ponselmu, siapa tau ada perkembangan mengenai pencarian Dera” tutur Mama Ayu pada Alula.


Mendengar perintah sang Mama, Alula lantas berjalan ke kamarnya dan mengecek ponselnya. Betapa tak disangkanya dia mendapati sebuah pesan singkat dari Brian.


“Ada apa nih? Tumben tadi malem dia ngirim chat. Gue balas nanti aja deh, karena ada yang lebih penting dari Brian yaitu kak Dera dan Kak Kendra” batin Alula seraya menelpon Kendra, namun tak ada jawaban dan satu-satu jalan keluarnya, dia mengelpon Sekretaris Rey. Nihil. Sama-sama tidak diangkat.


Akhirnya dia berusaha menelpon Novan dan akhirnya dijawab.


“Hallo Kak Novan. Bagaimana? Apa Sudah menemukan kak Dera?” tanya Alula pada Novan.


“Kak Dera sudah ditemukan, namun Pak Yanto belum sadarkan diri. Oh ya ini ada pesan dari Kendra buat Mama Ayu katanya Kak Dera akan menginap disana dalam waktu beberapa hari hingga kondisinya membaik” ucap Novan pada Alula.


“Ya ka, nanti ku sampaikan pada Mama. Ya udah kak, kalian hati-hati ya” ucap Alula lantas mematikan ponselnya.


Mendapat kabar yang membahagiakan membuat Alula merasa tenang dan dia pun memberitahu pada mama dan papany atas kondsii yang sebenarnya.


Alula teringat pesan yang dikirimkan Brian dan akhirnya dia membalasnya.


...____________ ...


...Aku sudah komitmen memilihmu sebagai pasanganku dan aku ingin berjuang bersamamu....


...Maka seperti apapun keadaan kita nantinya, y akita harus sabar dan saling menguatkan, lelah pasti ada tetapi jangan menyerah, bosan pasti ada, tetapi jangan pernah kamu cerita ke laki-laki atau perempuan lain. Ceritakan saja kepadaku jika kamu merasa bosan dan jangan pernah pergi. Kita harus bersama dalam situasi apapun nantinya....