PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #6



“Sekretaris Rey, coba siapkan berkas untuk kita ketemu client siang ini. Jangan sampai ada yang ketinggalan satu pun” perintah Ken.


“Iya Pak Bos” Jawab Sekretaris Rey.


………………………………………


Di ruang kerja Kendra


“Rey, jika nanti Papa, Mama tanya padamu mengenai statusku sekarang kamu jawab saja kalau aku belum memiliki kekasih ya. Jangan bilang mengenai apapun tentang Lidia dan jangan sampai mereka tau kalau aku dan Lidia menjalin hubungan” perintah Ken


“Baik Pak Bos” ucap Sekretaris Rey dengan jawaban singkat khasnya.


Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar.


“Tuan Muda, Den Rey.. ini Tuan Big Bos dan Nyonya sudah menunggu di ruang makan, kalian diminta untuk segera menyusul” ucap Bi Tirna dengan sopan


“Ya Bi” jawab Kendra dan Sekretaris Rey dengan bersamaan.


Di ruang makan.


“Sayang, ayo makan dulu gih, Bi Tirna sudah masak banyak pagi ini. Ayo Rey” ajak Mama sembari mengambil nasi untuk Papa, hal ini adalah wujud sayang mama pada Papa yang terus dilakukan dari dulu mereka menikah. Tak lupa juga beliau menawari Rey yang berada tak jauh dari Kendra.


“Ya ma” jawab Kendra sambil meminum seteguk air sebelum mulai sarapan


“Baik Nyonya” jawab Sekretaris Rey.


Sarapan pun di mulai. Tak ada suara ataupun dentingan piring yang perang dengan sendok. Semua hening.


Setelah makan selesai, Papa Ken berdeham sebagai tanda ingin memulai pembicaraan sesuatu.


“Ken, usia mu sudah hampir kepala 3. Ayo lah Nak segera menikah. Apakah kamu sudah memiliki kekasih?” tanya Papa Ken yang sebelumnya sudah ditebak Ken tentang arah pembicaraan ini.


“belum Pah, nanti kalau sudah siap. Pasti Ken bawa ke hadapan Mama dan Papa”jawab Ken menyembunyikan statusnya bahwa sebenarnya dia masih menjalin kekasih dengan Lidia. Pacaranya sejak dia kuliah namun tidak direstui orang mereka. Karena orang tua Ken sudah tau tentang kelicikan Lidia yang hanya mengincar harta milik keluarga Kendra Alexander.


“beneran belum? Kamu tidak sedang berbohong pada kami kan?” tatapan Papa Ken mengarah pada Kendra dan Sekretaris Rey.


“Bagaimana Lula? Kakakmu ini masih sering ketemu gak sama perempuan itu?” tatapan Papa berpindah ke Lula yang sedari tadi terus memainkan ponselnya.


“Gak Pah. Kak Ken aman jaya Sentosa. Mereka udah gak pernah ketemu lagi pah” jawab Lula


"tidak Pah, kami sudah memutuskan hubungan setelah perpisahan kala itu” jawab Rey untuk menenangkan hati papa nya.


“Kalau belum, Papah jodohkan dengan anak sahabat papa mau gak? Dia cantik, baik, sepertinya dia masih kuliah, umurnya sekitar 23 atau 24 gitu. Dia pasti akan nurut sama kamu Ken,” ucapan Papa Ken seketika membuat dia tersendak Ketika meneguk air yang di minumnya.


“Ya sudah Pah, Ken dan Rey mau berangkat dulu ya. Ada rapat nanti siang yang harus kami siapkan” ijin Ken pada kedua orang tuanya.


Tas dan berkas diserahkan kepada Rey dan Ken melenggang menuju mobil.


Dua bodyguard mengikuti arah mobil dan memastikan keamanan sang Tuan.


………………………………….


Di Kampus Dera


“Selamat Pagi" Bu Susi sebagai Dosen ku di fakultasku datang dan membawa setumpuk berkas.


“selamat siang Bu” jawab mahasiswi di kelasku.


“Oke berhubung kalian sudah semester akhir dan sebentar lagi lulus, maka ada SKS yang harus kalian penuhi, yaitu melaksanakan praktik di lapangan atau magang. Untuk perusahaan atau kantor praktik nanti sudah di tentukan oleh pihak kampus. Semua siswa yang di pilih random ya. Bisa di mengerti” ujar Bu Susi.


“Baik, bisa bu” jawab kami serempak


“Oke, sekarang bisa kalian lihat berkas yang akan saya tempel di Mading depan Lobby A, silahkan kalian lihat nama dan tempat kalian magang” ucap Bu Susi selagi melangkahkan kaki ke luar.


Para mahasiswa sibuk, rame riuh membicarakan tentang praktik magang ini.


“Semoga kita satu tempat praktik ya Der. Aku ga bisa deh jauh dari kamu apalagi pas hatiku terpotek-potek kayak gini” ujar Mira tiba-tiba


“Iya deh Mir.. amin. Udah ayo lihat dulu sana nanti keburu berdesakan loh” ucapku


Selagi kita melangkah menuju Lobby A, Dera mampir dulu di kamar mandi. Di wustafel ada cewek cantik nangis sesegukan.


Itulah awal mula Dera bertemu dengan Lula.


“Hei, kamu kenapa?” ucapku sambil menyodorkan beberapa lembar tisu untuk menyeka air matanya.


“Aku dapat nilai E kak. Katanya aku harus mengulang di semester ini. Tapi aku ga mau keluargaku tau" Lula sesegukan sedangkan aku yang mendengar cerita cewek itu langsung ketawa


“hehe ah kamu ini. Sudah lah, kalau nilai jelek itu diperbaiki. Belajar makanya hehe” ujarku


“Iya ya. Oh ya kamu fakultas apa? Kita belum kenalan” ucapnya


“aku Dera, fakultas ekonomi semester akhir nih hehe.,Kamu apa?” Dera sambil mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri.


Tak lama kemudian Mira ke kamar mandi untuk menyusul Dera karena memang lama banget dia tidak kembali.


“Dera, astaga… kamu itu ditungguin lama banget nengg. Ayo katanya mau lihat papan nama magang kita” ucap Mira dengan menggebu.


“Ya Mir, ayo” ucapku sambil memegang bahu Mira


“Ya sudah La, aku mau ke Lobby A dulu ya untuk lihat daftar nama praktik magang ku” aku berpamitan pada Lula


“Tunggu kak, ikut yaaa, gak apa-apa kan kak? Gak keberatan kan?” pinta Alula seraya melihat Dera dan Mira.


“Oke deh, yukk” ucap Mira menyambut ramah Lula


“ayo kenalin.. ini Lula, ini Mira” Dera memperkenalkan Mira pada Lula begitupun sebaliknya.


“Wah nama kita hampir sama ya.. Lula, Mira, Dera hehe bisa kali ya dibuat girl band” canda Lula


“wkwk hiks wkwk hiks bisa-bisa. Ayo girl band Broken Heart Massal Namanya” Mira


Kami bertiga tertawa sembari jalan menuju Lobby A.


Sesampainya di Lobby A, dengan seksama Dera dan Mira mencari Namanya satu per satu, dari atas dilihatnya naman dengan baik-baik.


Sampailah pada nama DERA ANANDA tempat praktik di PT Petra Corp.


Dan ALMIRA PUTRI tempat praktik di PT Jaya Persada.


“ah kenapa tempat magang kita beda sih Der.. gak bisa ketemu lagi dong kita” ujar Mira dengan sedih.


Apalagi kita selalu Bersama dari awal semester.


Loh ko Kak Dera magang di perusahaan PT Petra Corp? itu kan perusahaan Kak Ken? Bisa kali ya mereka ku jodohkan batin Lula sembari tersenyum


“Hey, ko tersenyum. Kenapa nih? Apa ada yang kamu kenal di antara kami” Dera sambil menunjuk papan daftar mahasiswa magang


“Gak ada kak, hanya saja aku tau letak PT Petra Corp. mau ku antar ka?” tawar Lula


“Boleh deh, ayo. Hari minggu besok ya. Sekalian jalan-jalan. Mau?” jawab Dera dengan senang hati.


“Lah, enak banget Dera. Kamu tau gak dimana itu PT Jaya Persada?” tanya Mira pada Lula siapa tahu dia mengetahui dimana PT Jaya Persada.


“Gak tau kak, apa mau kita cari bareng aja besok minggu. Aku bawa mobil deh, nanti sama sopirku. Aku jemput ka Dera dulu baru Kak Mira. Bagaimana?” Lula


“Beneran gak apa-apa La?” tanya Dera dan Mira


“Iya kak, Gak apa-apa. Toh hari minggu kan kita gak ada kuliah kan? Ga ada salahnya juga buat jalan-jalan hehe” Lula


“Oke dehh” Dera


“Oke Cantik” jawab Mira


.


.


.


.


Bukankah perjodohan hanya akan menciptakan luka baru? Karena menjalin hubungan bukan atas dasar cinta melainkan atas dasar keinginan tuk mewujudkan sebuah keinginan. -Kendra Alexander-


.


.


.


-puji-


.


.


Hallo Readers♥️♥️


Mohon maaf jika kata-katanya kurang enak dibaca. Dan penulisan atau sudut pandangnnya masih acak-acakan.


Mohon dukungannya ya, biar Author makin semangat melanjutkan novel ini.


Jangan lupa untuk like, comment, dan votenya juga