
Hello guys, jangan lupa mampir ke novel HELLO, DOSEN KUTUBKU ya.
Kalau ada masukan, saran dan kritik akan Author terima ko. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di cerita ini. Terima kasih. Enjoy guys.
______________
Pagi harinya Kendra, Sekretaris Rey dan Novan sudah berada di lokasi dimana mobil yang dikendarai Pak Yanto dan istrinya kecelakaan. Mobil yang kemarinnya masih putih bersih sekarang sudah menjadi arang tak berbentuk. Mengetahui hal tersebut membuat mereka bertiga saling pandang dan tak bisa berkata apa-apa.
Langkah demi langkah mereka lalui. Letih pun sudah tak dirasa karena memang mereka ingin mencari keberadaan Dera dengan usaha Kendra sendiri tanpa bantuan pihak luar. Berulang kali Novan pun menyarankan agar dibantu pihak kepolisian atau instansi lain namun Kendra kekeh tak menggubrisnya sama sekali.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 berarti mereka sudah mencari 2 jam dari titik lokasi awal.
“Pak Bos, bukankah kemarin kita bertemu dengan salah satu warga yang tinggal di hutan ini? Memang ini kalau kita lihat adalah jurang, namun lama-kelamaan dan makin jauh kita memasuki hutan. Dan sangat tidak memungkinkan sekali bahwa kita mencari tanpa berpencar bukan?” tanya Sekretaris Rey pada Kendra.
“Iya Ken. Mending kita berpencar mencari keberadaan rumah kakek itu sembari mencari informasi dan kita juga bisa mencari Kak Dera disepanjang pencarian nanti. Bagaimana?” jawab Novan.
“Baiklah. Aku ke arah timur, Novan ke arah barat dan kamu Rey ke arah selatan” titah Kendra membagi tugas pencarian.
Mendengar pembagian tugas yang telah disampaikan Kendra, mereka pun bersiap untuk bergegas ke arah yang di sarankan.
Belum juga beranjak terlalu jauh, ponsel Sekretaris Rey berdering dan membuat Kendra serta Novan membalikkan arah padanya.
Sebuah benda kecil tersebut diambil dari sakunya.
“Halo, Ya Bram. Bagaimana? Apa ada perkembangan mengenai pencarian yang kamu lakukan?” tanya Sekretaris Rey mengawali pembicaraan.
“Iya Rey. Kamu cari saja ke arah timur. Tepat dimana lokasi mobil yang telah terbakar. Itu nanti kira-kira 200 meter ada gubug disana dan Dera ada bersama kakek nenek tua. Ada Pak Yanto juga namun kondisinya sangat mengkhawatirkan” tutur Bram secara gamblang pada Sekretaris Rey.
“Oke, terima kasih Bro”
Mengetahui yang sepertinya ada kabar baik mengenai keberadaan istrinya, membuat Kendra begitu antusias dengan berita yang baru di terimanya.
“Rey, ada apa? apa ada kabar tentang istriku?” tanya Kendra pada Sekretaris Rey.
“Ya Pak Bos, ada Nyonya Dera yang berada tak jauh dari lokasi kita berada. Ini nanti dari arah sini, kita jalan ke arah timur dan 200 meter nanti kita akan menemukan sebuah gubug. Nah nanti disana ada Nyonya Dera dan Pak Yanto”
Mendengar jawaban dari Sekretaris Rey, tanpa berterima kasih pun Kendra lantas berjalan ke arah timur dan diikuti oleh Novan.
Hati yang begitu senang karena mendapat kabar bahagia membuat Kendra begitu bersemangat.
“Alhamdulillah sayang, akhirnya kita akan ketemu. Semoga kamu dalam keadaan baik sayang. Aku merindukan mu” ucap Kendra di sepanjang jalan yang sesekali diperhatikan oleh Novan dan Sekretaris Rey.
Jarak yang ditempuh semakin dekat, mereka pun melihat ada gubug kecil yang berdiri disana.
“Rey, Van itu kah gubug yang dimaksud tadi bukan? AYO JANGAN LELET GITU!!” titah Kendra yang sudah tak sabar lagi ingin segera berjumpa sang istri.
Semakin mendekati gubug tersebut, namun tak terdengar suara apapun. Langkah pun di percepat, hingga akhirnya ada suara dari arah yang berlawanan yang membuat mereka menghentikan langkahnya.
“Kamu mencari istrimu, Kendra Alexander?!” ucap sang pria dengan suara beratnya.
“HEYY!! untuk apa kamu disini? Dimana istriku?” tanya Kendra pada Bagas.
“Kamu tanya istrimu dimana? Haha. Tenang saja, dia akan lebih aman bersamaku dan ku jamin atas hidupnya bersamaku. Jadi kamu tenang saja dan urusi saja seluruh bisnismu itu” ucap Bagas dengan nada dingin dan di iringi dengan seringaian senyum yang sinis.
“Apa maksudmu bedebah! Dimana Dera! Apa kamu ga dengar ucapanku?” berusaha sekuat apapun Kendra untuk menghadapi Bagas, hingga akhirnya emosi pun yang tadinya masih di kuasai sekarang justru malah membuncah ketika jawaban Bagas membuatnya semakin emosi.
“Sudahlah, kamu pulang saja. Dera biarkan bersamaku dan aku akan merawat anakmu haha” ucap Bagas pada Kendra dan membalikkan badan meninggalkan Kendra.
Mengetahui hal tersebut membuat Kendra segera melemparkan pukulan pada Bagas. Niat hati ingin menemui istrinya dan meminta maaf atas kejadian yang pernah menjadi kesalahpadahaman justru berbalik menyebalkan ketika bertemu Bagas.
Sekretaris Rey dan Novan pun yang melihat percekcokan itupun segera melerai, namun justru keluar seluruh pasukan yang dibawa Bagas. Ada 4 orang yang muncul dari arah yang berbeda berniat melukai Kendra, Sekretaris Rey dan Novan.
Perkelahian pun tak terkendali, anak buah Bagas membawa pisau kecil dan senapan yang ada di tangannya. Berkali-kali mereka berusaha mengenai Kendra, namun tak bisa.
Kesabaran Kendra yang semakin di uji, akhirnya dia mengeluarkan pistol untuk menghentikan perkelahian ini, tak peduli nantinya ada korban atau tidak yang penting dia bisa menyelamatkan istrinya.
Dorrr…
Mendengar sebuah tembakan yang diarahkan pada salah satu penyerang yang sedang menyerang dirinya pun, membuat perkelahian tak berhenti disitu saja.
Satu tembakan telah dilayangkan. Sekretaris Rey mampu melumpuhkan 2 pria bertopeng hitam dan 1 pria dilumpuhkan oleh Bagas. Sedangkan Kendra mampu melumpuhkan pria yang tadinya bertarung dengannya.
Mengetahui hal tersebut membuat Bagas berlari terbirit-birit karena takut jika di tembak Kendra menggunakan pistolnya.
“Ah sialan. Lagi-lagi mereka bisa melumpuhkan anak buahku. Hemm, siap-siap ga dapat komisi nih” ucapnya sembari meninggalkan tempat tersebut.
___________________
Dini hari (sebelum Kendra datang)
Anak buah Bram telah mampu memata-matai Dera selama ada di gubug tersebut, hingga dia memberikan informasi pada Bram dan disampaikan pada Sekretaris Rey.
Setelah dirasa informasi cukup pun, dia segera kembali dan meninggalkan gubug yang dirasa memang sudah aman.
Matahari yang hampir menampakkan diri dan tak lama kemudian ada Bagas dan 4 anak buahnya masuk ke dalam gubug tanpa permisi dan membuat Dera, Pak Yanto, serta kakek nenek pun menjadi takut.
“Bagas?? Mau apa kamu disini?” tanyanya pada Bagas spontan karena dia tak menyangkan akan ada mantan kekasihnya yang masih mengusik hidupnya.
“Iya Dera. Ini aku. Ayo kita pulang. Kita akan hidup bahagia dan bersama seperti dulu sebelum ada Kendra” ucap Bagas dengan nada lembut namun itu yang menakutkan bagi Dera.
...____________...
...Sebelum mengenalmu aku pernah gagal seperti hilang selera untuk mencintai siapapun. Hingga kamu datang pertama aku tidak percaya dan menganggap kamu biasa saja seperti orang lain....
...Tetapi sifatmu seolah-olah berbeda dengan orang lainnya, aku pun kembali membuka hati berharap kamulah yang akan mengisinya....