PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
EPISODE #25



pagi ini


pagi saat Kendra terbangun dari tidurnya, dia merasakan kepalanya begitu pusing, ia pun memijat-mijat kepalanya berharap bisa meringankan rasa sakit di kepalanya. Dia sedikit menggerakkan tubuhnya, mencoba untuk bangun dari tidurnya.


“argh… pusing sekali” dia terus memijat kepalanya sambil bangkit dari tidurnya dan menyenderkan ke bahu ranjang. Matanya mulai dia buka perlahan. Dia mengerjapkan matanya, mengingat kejadian yang di alaminya semalam,, apakah benar semalam Dera menungguinya? Dia mengingat kembali, ya sepertinya memang semalam Dera bersamanya.


“apa aku tidur dengannya? Apa aku satu tempat tidur dengannya?” pikirannya sangat kalut


“Iya, sepertinya itu benar. Dera benar-benar disini”


Segera Kendra menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya,


“Apa yang telah terjadi? Kami gak mungkin melakukan hubungan terlarang kan??? Kami kan hanya nikah kontrak dan sudah ada perjanjian” Ken begitu terkejut saat mendapat pakaiannya tak sama dengan apa yang dia kenakan semalam, bukankah kemarin dia masih memakai kemeja lengkap. Tapi kini dia sudah mengenakan pakaian tidur. Lalu dimana kemeja kerjanya?


Kendra pun beranjak dari tempat tidurnya dengan susah payah dia berjalan dengan sempoyongan sambil menahan kepala yang masih pusing. Dia berharap semua hanya sebuah ilusi saja.


“Dera… Deraa” Ken berlari kecil mencari keberadaan istrinya.


“Derrr” dia benar-benar takut jika sampai terjadi sesuatu diantara mereka semalam. Ken benar-benar berharap tak akan ada yang menyahutinya.


Dicarinya Dera di lantai bawah namun Dera tak juga merespon, di bukanya kamar Dera juga tak ada. Kendra berinistiatif untuk memanggil lagi.


“Dera, kamu dimana??” Ken terus mencarinya


Dia terus berpikir bagaimana kemejanya bisa berganti dengan baju tidur. Dia benar-benar tak ingat sama sekali. Berkali-kali dia mengusap wajahnya dengan prustasi.


“Apa yang sudah terjadi, aku sunggu tidak ingat’ batin Kendra


Langkahnya terhenti ketika mendengar gemericik air di dalam kamar Dera, Ken pun mendekati pintu kamar mandi.


Dia mendekatkan daun telinganya ke daun pintu. Mencoba mendengarkan lebih jelas.


“Ra,,, apa kamu didalam?” Ken terus mengetuk pintu kamar mandi dengan keras.


“Ra, maafkan aku ya. Aku benar-benar di luar kendali” Kendra takut jika sudah melakukan sesuatu pada Dera, pasti dia akan terluka, pikirnya.


“aku benar-benar menyesal Dera, maafkan aku, maaf” karena tak kunjung mendapat sahutan dari dalam, Ken berusaha menjelaskan tapi saat penjelasan belum selesai.


Tiba-tiba pintu kamar mandi pun terbuka, Kendra benar-benar terkejut saat mendapati Dera dengan wajah bahagianya seolah tak terjadi apa-apa.


“Kenapa mas? Mas Kendra bicara apa? Tadi aku mandi mas, gak kedengeran apa-apa” ucap Dera dengan polosnya


Kendra benar-benar terkejut dengan wajah Dera yang sumringah


“Semalam tak terjadi apa-apa dong, ini wajah Dera Bahagia kayak gini. Ah.. untung saja” batin Ken dengan memperhatikan wajah Dera


“sungguh bodohnya aku” batinnya


“Mas, mandi dulu sana gih, aku udah masak lho. Masakan kesukaan Mas Ken, capcay sayur dan ayam katsu. Itu juga di depan sudah ada Sekretaris Rey yang stand by nungguin Mas Ken” Dera menawari Ken sarapan membuatnya seolah berhasil menjadi istri bagi Kendra.


Segera dia melangkah keluar dari kamar Dera dan menemui Sekretaris Rey


“Pak Bos sudah bangun” Sekretaris Rey seketika berdiri menghadap Pak Bosnya


“Kamu kira aku mati apa?! kan cuma pingsan” jawab Ken


“Ya Pak Bos, Iya. Semalam aku yang mengganti baju Pak Bos, soalnya semalem muntah dan gak mungkin membiarkan Pak bos dalam kondisi kotor. Toh juga Nyonya muda tidak berani menyentuh Pak bos” Sekretaris Rey cerita gamblang pada Pak Bosnya


“Dia gak berani menyentuhku? Apa dia benar-benar menginginkan pernikahan kontrak ini?” batin ken mengenai pernikahan kontraknya


“Mas Ken sih disuruh makan gak cepet-cepet malah nyamperin Sekretaris Rey duluan. Ayo gih makan, biar gak mubadzir juga” ucap Dera pada Sekretaris Rey juga.


Tak lama kemudian Sekretaris Rey dan Ken menuju ruang makan.


Dera menuangkan nasi dan menu sarapan kali ini. Dia melayani suaminya dengan sangat baik.


“Selamat makan..” Dera pun ikut duduk dan mereka pun menikmati sarapan bersama tanpa mau menyinggung apa yang baru saja terjadi.


Rey yang merasa senang melihat sahabat sekaligus Pak Bosnya kini sudah lebih baik. Setelah makan Ken bersiap untuk menuju kantor. Kemeja, dasi, dan celanapun sudah dipersiapkan oleh Dera.


Pagi ini sungguh sempurna


Diperjalanan menuju kantor


“Rey, atur waktuku agar aku bisa menemui Lidia. Siap gak siap aku harus menyudahi hubungan ini” tutur Ken apda Rey yang sedang membuka buku schedule.


“baik Pak bos, segera saya atur” jawab Rey


“Apa kamu yakin ingin menyudahi hubungan dengan Nona Lidia? Apa yakin kamu gak akan balik lagi padanya?” kali ini Rey bicara dengan Ken sebagai sahabat


“Aku siap Rey, aku yakin ini jalan terbaik. Toh juga aku sudah memilik istri yang harus ku bahagiakan. Aku tahu Dera sebenarnya sangat baik sayangnya mataku tertutup oleh Lidia” Ken yang sudah terbuka pikirannya menjabarkan pada Rey.


“Baiklah pak bos segera saya atur” jawab Rey


Ditinggal seseorang bukan berarti tidak aka nada hati lain yang akan menampungnya. Bukan, tetap semangat Kendra, perasaan yang paling melegakan adalah ketika kamu akhirnya berani untuk memutuskan hubungan dengan orang-orang yang tidak berdampak bagi kamu “Rey


“Nanti ada rapat dengan investor siang ini jam 1 pak, setelah itu meninjau lokasi pembangunan di taman kota di daerah Jakarta Utara” Rey memberi laporan pada Kendra


“siap. Nanti setelah itu segera persiapkan laporannya” jawab Ken tanpa mengalihkan pandangannya ke berkas-berkas di hadapannya. Dia terus fokus dengan berkas-berkas yang sudah dia tinggalkan. Ada banyak meeting yang tertunda, setelahnya ini akan jadi hari yang sangat sibuk.


“Baik pak. Oh ya pak, kemarin ada Nyonya muda ke kantor untuk memberikan bekal makan siang untuk Pak Bos, namun Pak Bos keburu ke bar” Rey pun melaporkan kejadian kemarin saat Ken mulai mabuk.


Kehidupan Kendra perlahan mulai normal seperti sebelumnya, walaupun tak seceria biasanya tapi setidaknya dia tidak mengurung diri di dalam kamarnya.


……………………………..


Di tempat lain


“bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Papa Ken


“Pak Bos sudah lebh baik Big bos. Nyonya sangat baik melayani Pak Bos yang sangat hancur. Benar-benar sabar menghadapinya” jawab pemuda perawakan tegap dengan baju resminya, dia adalah Rey


“Terus awasi dia, aku rasa ada yang sedang mengincarnya, tambahkan pengamanan untukknya. Mengenai Lidia tolong awasi Wanita itu, jangan sampai lepas”


“Baik Big Bos” Rey menunjuk hormat


“dan lagi, awasi juga pernikahan Ken dan Dera jangan sampai diganggu oleh pihak luar”


“mengenai pernikahan Pak bos dan Nyonya muda dengan siap akansaya laksanakan Big Bos”


“Pergilah” Rey lagi-lagi menunduk hormat dan meninggalkan ruangan PresDir.


…………………………………


jangan lupa like and comment ya guysss♥️♥️