
Hello guys, maapken yang uploadnya lama. Soalnya lagi banyak kegiatan yang ga bisa di tinggal. Semoga kalian tetep support author ya. Terima kasih (emot love)
______
"Kak, gimana nih, deg deg an banget aku kak. Padahal aku sama dia tu cuma temenan aja, beneran deh. Udah kaya tikus sama kucing kalau di kampus" cerita panjang lebar Alula pada Dera yang duduk tak jauh darinya.
Hal itu membuat Dera bingung bagaimana ceritanya? sampai-sampai Papanya meminta sang pria datang makan malam sedangkan sang anak dengan temannya tersebut tidak akur. Benar-benar aneh.
Tap.
Tap.
Tap.
Brian muncul tepat di sisi ruang makan. Pandangan Alula bak terkunci, tak bisa berpaling karena ketampanannya itu. Rambut yang klimis dan wanginya yang sangat dominan. Style yang tak pernah dilihat sebelumnya. Ya, dia telah terpaku.
Dera yang sedari tadi memunggungi akhirnya menengok ke sumber suara.
"Ha? kamu?" Dera berdiri dan kaget ternyata sang tamu yang dimaksud adalah Brian.
"Loh kakak.. Kakak disini?" jawab Brian dengan kagetnya dan memebelalakan mata.
Kendra yang tadinya ada dibelakang Brian langsung pindah ke depan.
"Kalian saling kenal? dimana? kapan? ko aku ga tau yang. Coba jelaskan padaku" tanya Kendra beruntun.
Ha? Kak Dera udah kenal sama Brian? dimana? aku ko ga tau sih. Wah bisa-bisa misi kita yang NO PERJODOHAN gagal nih. Semoga aja enggak.
"Sudah ayo duduk dulu. Nanti selesai makan baru kita ngobrol-ngobrol, bukan begitu Nak Brian?" Ayu mempersilahkan Brian untuk duduk dan diikuti pula oleh anggota keluarga yang lain.
Makan malam berjalan dengan lancar. Hening. Yang terdengar hanyalah suara piring yang perang dengan sendok dan garpu.
Alula yang duduk berhadapan dengan Brian menjadi sangat kikuk. Pasalnya dia tidak pernah sekaku ini jika dihadapan laki-laki.
"Lula, itu Brian ayamnya di ambilin Nak" Pinta Mama Lula yang sepertinya sangat berpihak pada Brian.
Kendra yang sedari tadi melihat tingkah mamanya hanya geleng-geleng kepala.
Ko bisa sih mama sampe segitunya. Bocah ini kayaknya tengil nih. Coba ku lihat saja sampai mana ketengilanmu itu dan sesabar apa nanti kau menghadapi ku. Ide jail Kendra mulai merajalela karena pikirnya Brian adalah calon adik iparnya.
Setelah makan malam bersama, mereka melanjutkan obrolan di ruang rengah.
Salah satu maid mempersiapkan cemilan dan beberapa minuman berbagai rasa di atas meja. Alex yang dari tadi mengamati kepribadian Brian sehingga membuat Brian merasa sedikit risih dengan tatapan itu.
Alula yang mengetahui tatapan tersebut langsung mengalihkan agar suasana menjadi mencair. Dia membagikan minuman ke satu persatu orang disana.
"Ehem, kamu temen atau apanya Lula nih?" tanya Kendra dengan tatapan fokus namun masih ada gelas di tangannya.
Dera yang berada di samping Kendra benar-benar ingin menahan Kendra agar tidak berkata yang tidak mengenakkan hati bagi Brian. Dia sesekali mencubit kecil paha sang suami agar bisa mengondisikan pertanyaan.
"Oh ya ka, saya teman di kampus, di jurusan yang sama namun beda kelas" jawabnya.
"Bagaimana kamu bisa kenal sama istri ku? kapan ketemunya? kapan kenalnya? bisa di jelaskan!" Kendra bertanya dan menjadi pusat seluruh anggota keluarganya.
Alula yang tak kalah antusiasnya juga ikut memperhatikan Brian secara seksama.
"Saya tadi siang ketemu Kak Dera di sebuah restoran kak, tidak sengaja saya menabrak Kak Dera karena keteledoran saya" ujar Brian.
Mendengar jawaban Brian sungguh ingin membuat Lula tertawa terbahak-bahak, bukan karena apa hanya karena kata "saya" yang digunakan saat bicara dengan kakaknya.
Wkwkw dasar laki-laki bermuka dua. Di kampus saja manggilnya lo gue, di sini jadi sok kalem manggilnya "Saya" haha. Dasar. Tapi bener sih kata mama kalau dipikir-pikir memang dia sopan, baik gitu di depan orang. Eits ini tapi hanya sandiwara apa gimana yak. Batinnya.
"Iya mas, dia tadi siang ketemu sama aku, sopan banget tadi dia. E tau nya dia temennya adik iparku yang cantik ini, dunia begitu sempit ya Yan" ujar Dera pada Brian yang duduk di depannya.
Alex melihat memang Brian begitu sopan.
"Lula kalau di kampus gimana Yan? baik ga dia? banyak tingkah gak dia?" tanya Alex basa-basi.
"Baik dia Om, kalem, ga banyak tingkah, sopan juga kalau sama orang lain. Bukan begitu La" senyum jail tergambar di wajah Brian, karena dia tau kalau apa yang di ucapkan berkebalikan dengan kenyataan yang ada di kampus.
"Hehe, iya Pa. Lula itu di kampus baik, ga banyak tingkah lho pah. Buktinya aja kata Brian kan memang Lula anak baik" jawab Lula menimpali ucapan Brian.
"Orang tua mu kerja apa Yan? siapa tau Kak Kendra kenal atau pernah denger namanya" pertanyaan Kendra yang sangat sensitif itu terlontar begitu saja. Ayu ingin rasanya membungkam mulut anak laki-lakinya itu dengan tangan, namun mengingat posisi Kendra yang sulit di gapai sehingga mengurungkan niatnya.
Sialan, kenapa tanya sejauh ini. Kayak di tes mau nikah aja deh. Awas lu ya La, tunggu aja besok di kampus pas ketemu. Gak mau lagi gue sandiwara gini. Batin Brian.
"Pemilik perusahaan Investasi saham ka" jawab Brian.
Wah gak main-main juga nih kenalan Lula, bisa juga dapat cowok tajir mlintir kayak gini. Batin Kendra lantas melirik Papanya.
Sama pemikiran Alex dan Kendra yang tak jauh berbeda.
"Oh ya nak kamu mau nginep sini apa gimana? nginep aja ya, nanggung juga kalau mau pulang, paling disana juga ga ada temennya kan" ujar Ayu mengalihkan pembicaraan agae tidak terlalu fokus pada Brian.
Alula yang mengetahui maksud dari Mamanya langsung antusias dengan obrolan tersebut.
"Ya kak Der, disini aja ya. Nanti kita nonton drakor bareng. Ada film baru lho kak pemainnya Kim Sejeong dan Ahn Hyo Seop. Siapa tau nanti baby nya mirip Oppa-oppa korea kan cakep kak hehe"
"Eh gak boleh, nanti malam harus istirahat. Dari tadi pagi kan dia belum istirahat sama sekali. Dan satu lagi, babynya harus mirip sama aku. Aku kan Papanya. Ya kan sayang" ujar Kendra pada Dera yang ada di sampingnya.
"Hemm ya deh ya. Anaknya mirip Kendra Alexander seorang" tutur Dera yang membuat hati sang suami bahagia.
Bisa-bisanya debat seperti ini di depan tamu. Memalukan sekali Mas.
Gelak tawa mewarnai obrolan malam itu dan berlanjut hingga jam 22.00
...__________...
...Mengenalmu adalah bukan rencanaku....
...Tapi untuk saat ini biarkan takdirnya bekerja dengan semestiNya....