
Pagi ini Dera dan Kendra sedang sibuk.
Dera yang hari ini dijadwalkan untuk wisuda, sedang mempersiapkan segalanya.
Dress yang sudah diantarkan oleh karyawan butik ke rumahnya dan juga ada MUA yang akan merias wajahnya.
Awalnya Dera ingin memoles wajahnya dengan sentuhannya sendiri, namun mama mertua melarangnya karena ini sekali seumur hidup wisuda S1.
MUA sudah datang ke rumah Dera dan di sambut oleh Ayu.
"Silahkan Sis Via.. "mempersilahkan MUA untuk menuju kamar Dera.
Kini tangan Sis Via yang sudah sangat terampil dalam memoleskan setiap warna yang soft di wajah mulus Dera.
Aura kehamilannya kini membuat Dera semakin cantik dan sangat anggun. Dres berwarna putih dengan jubah hitam untuk wisuda tak lupa juga Toga.
Dilantai bawah Kendra telah menyiapkan sebuah kado untuk istrinya, sebuah boneka beruang dan bucket bunga yang masih di sembunyikan yang rencananya akan diberikan nanti di suatu tempat yang telah dipersiapkan.
Dera yang sudah siap, menuruni tangga. Cantik dan anggun dengan polesan make up yang sangat flawless yang menambah dia semakin terlihat muda. Kendra yang melihatnya begitu terpesona karena dia kini seperti om-om yang sedang menemani wisuda sang keponakan.
Kenapa dia sangat cantik, lantas bagaimana jika nanti banyak orang yang terpana dengan kecantikannya. Aku harus bawa bodyguard nih, biar gak terjadi apa-apa juga dengan dirinya. Aku gak mau hal buruk kemarin terulang kembali.
“Cantik sekali istriku ini..sudah siap tuan putri…” canda Kendra dengan memegang jemari lentik Dera.
Dera yang merasa tergoda pun memperlihatkan wajah merah merona di pipinya.
“Mas Kendra bisa aja. Tapi Mas Kendra juga terlihat lebih muda dibanding kemarin. Pasti gara-gara mencukur rambut halus ini ya” ucap Dera dengan memegang dagu suaminya yang kini halus tanpa bulu.
“Iya lah sayang, kalau aku punya jambang dan kumis tipis bisa-bisa mereka menganggap ku sudah berumur”
“Lah emang mas Kendra sudah berumur kan, hehe. Bercanda sayang”
Dera mencubit perut suaminya yang sangat serius menanggapi ucapannya. Dia begitu bahagia melihat sang suami cemberut seperti itu.
“Ih bisa aja ya istriku ini.. ayo mau berangkat ke tempat wisuda apa mau ke hotel aja nih” ucap balik Kendra yang menggoda Dera.
“Apaan sih mas, Sudah yuk berangkat” Dera menggandeng tangan Kendra dan mereka berjalan dengan serasi layaknya sepasang kekasih yang harmonis.
Kendra dan Dera berjalan menuju mobil.
Pak Yanto dengan sigap membuka pintu mobil dan menutupnya setelah sang Pak Bos dan Nyonya masuk.
Mobil melaju ke kampus Dera. Di belakang juga da mobil sang bodyguard yang turut serta menjaga keamanan sang tuan putri.
Semoga keluarga kecil ini terus begini ya mas, gak ada penganggu lagi apalagi sampai muncul Lidia.
Di sepanjang jalan Kendra menggenggam tangan sang istri. Hari ini suasanya hatinya begitu bahagia melihat sang istri bisa wisuda karena artinya Dera sudah akan menjadi istri yang sesungguhnya bagi Kendra.
…………………………….
Di rumah Mira, Sekretaris Rey sudah menunggu di ruang tamu.
Hari ini memang dia sengaja untuk ijin pada Kendra karena ingin mengantar Mira wisuda.
Dari kejauhan, Rey memperhatikan ada sebuah mobil yang terus mengintai rumah Mira. Dia beranjak dari duduknya dan sembunyi dibalik tirai jendela.
Rey sebenarnya begitu penasaran, siapa yang sedang mengintai itu? Apa ada hubungannya dengan Mira yang menangis beberapa hari yang lalu? Apa ada yang disembunyikan Mira dari ku? tapi kenapa juga Mira gak menceritakan apapun kemarin?
Mira pun mencoba melihat apa yang dilihat Rey.
Rey yang kaget dengan Mira yang tiba-tiba datang, langsung memegang dadanya dan melonjak kecil.
Pandangannya kini fokus pada Mira yang mengenakan Dress berwarna Navy sangat cantik dengan rambut yang di blow sedikit dan sentuhan warna gold.
“cantik sekali Nona Almira Putri, S.E” canda Rey pada Mira.
Sebuah toga dan slempang “Cumlaude” terpampang nyata kini. Mira merasa malu sekaligus bangga dengan apa yang diucapkan Rey karena tidak biasanya Rey memperlakukannya dengan manis seperti ini.
“Ciee,, sampai merah gitu pipinya.. yuk kita langsung ke kampus ya Mir” ucap Rey dengan memposisikan lengannya agar Mira mengalungkan tangan di lengannya.
Sepasang teman tapi sweet ini begitu serasi.
“Rey, kenapa kamu menjemputku. Aku kan bisa ke kampus sendiri” ucap Mira yang merasa tak enak karena kebaikan Rey yang telah mengantarnya.
“Gak apa-apa Mir, orang tuamu sedang di kampung. Ayahmu sakit dan Bunda mu merawatnya. Anggap saja aku bagian dari keluargamu saja. Oh ya apa boleh aku menanyakan sesuatu?”
“Tanya apa Rey? tanyakan saja”
“Apa ada yang kamu sembunyikan dari ku?” Rey masih fokus menyetir mobil.
“Tidak ada. Apapun sudah ku ceritakan padamu, kalaupun ada yang ku sembunyikan pasti lambat laun akan ku ceritakan Rey”
Rey yang mendengarnya berusaha percaya dengan apa yang dikatakan Mira. Memang kini dia bukan siapa-siapa dan tidak ada hak untuk menuntut lebih, bukannya Rey tak mau untuk mempertegas hubungannya namun urusannya kini masih banyak dan membutuhkan waktu ekstra. Mungkin suatu saat jika sudah tepat waktunya, dia akan mengajak Mira ke jenjang yang serius.
Mobil yang ditumpangi mereka memasuki area kampus. Rey mencari celah kosong parkiran untuk memarkirkan mobilnya.
"Oh ya Rey, ini aku ada nomor parkiran mobil khusus para wisudawan" Mira teringat bahwa dia mendapat sebuah nomor untuk parkiran mobil.
Akhirnya mereka mencari nomor tersebut, dan memang benar. Kosong.
Rey memarkirkan mobil disana.
Setelahnya, Mira yang sudah sampai duluan, segera masuk ke gedung bersama Rey. Namun dia menunggu kedatangan Dera dan Kendra di depan pintu masuk.
Matanya terus mencari ke berbagai titik.
“Nah, itu mereka” Mira menunjuk ke salah satu posisi. Begitu juga Rey langsung melihat ke posisi yang ditunjuk Mira.
“Hallo Miraa.. uhh akhirnya kita wisuda beb,, Ya Allah, begitu banyak lika-likunya ya” ucap Dera dengan memegang tangan Mira.
Seketika Dera sadar bahwa ada Rey di samping Mira.
“Loh ko ada Rey Mir, apa kalian ada hubungan?” Dera kebingungan dan menengok kea rah Kendra “Mas Ken, ini Rey” ucapnya dengan mata yang penasaran dan bertanya-tanya.
Sedangkan Kendra hanya mengangguk saja karena memang dia sudah tau bahwa hari ini Sekretaris Rey ijin untuk menemani Mira wisuda.
Sekretaris Rey yang tau ada Dera langsung membungkukkan badan sebagai tanda hormatnya pada sang Nyonya.
“Iya Der, ini tadi Rey ijin ke suami mu untuk mengantarkan ku wisuda. Kamu tau sendiri kan orang tua ku gak bisa hadir” Mira menjelaskan.
“Sudah yuk masuk, nanti ku ceritakan tentang mereka” ucap Kendra dengan berbisik.