PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
KACANG HIJAU



Hello, selamat malam senin guys..


Selamat berjuang lagi, yang mau rebahan, sekolah, kuliah, atau kerja.. silahkan baca novel dulu sebelum rutinitas menumpuk..


Oh ya, jangan lupa like, comment dan vote ya guys.. terima kasih.


___________


Kendra dan Dera telah pulang ke rumah. Capek memang, tapi dia senang. Dera memutuskan untuk mandi. Dan Kendra rebahan di tempat tidurnya.


Di scrool sosial media yang telah di buatnya sebelum dia menikah, namun tak pernah dibukanya. Di tekannya sebuah aplikasi yang berwarna pink dominan ungu itu. Instagr*m. Di masukkannya username dan password yang masih di ingatnya. Sebuah aplikasi yang menampilkan foto dan video yang bisa dillihatnya juga sebagai hiburan. Di kliknya LOGIN dan akhirnya bisa masuk.


Setelah diperhatikan, akunnya tak ada satupun foto yang dia upload. Akhirnya pandangannya beralih pada ikon sebuah love yang ada di pojok kanan atas. Ada beberapa notifikasi yang membuatnya ingin dia buka.


Ini menampilkan beberapa notifikasi tentang siapa yang mengikuti akun miliknya. Akhirnya pandangan beralih pada ikon sebuah pesan. Satu persatu nama dibaca dan dilihatnya pesan tersebut. Tak ada satupun yang dikenalnya. Pesan masuk dari orang asing membuatnya begitu malas jika harus berurusan dengan orang yang tak dikenalnya.


Pesan itu hanya dilihatnya, sampai ada di tengah-tengah, ada pesan yang masih belum dibaca, yaitu masuk pada bagian “Permintaan Pesan” di klik lah.


Deg.


Ada sebuah nama yang menjadi fokusnya “Caitlin Wijaya”.


“Caitlin? Ha? Dia? Mau apa dia DM?” masih dengan perasaan ragu dan pikiran yang bertanya-tanya.


“Tanggalnya baru sebulan yang lalu? Ko dia bisa tau nama sosial mediaku? Apa dia stalking?” batinnya kini agar istrinya tak tau dengan apa yang diucapkan.


Masih belum percaya, dibukalah akun Caitlin. Memang benar adanya. Itu adalah Caitlin mantannya.


Tiba-tiba, dari arah kamar mandi Dera telah kembali dengan aroma sabun dan shampoo yang sangat harum.


“Mas, mandi sana. Aku sudah selesai. Setelah itu kita makan malam” ucap Dera yang kini sudah mengenakan baju santainya.


Kendra mengangguk dan hendak pergi ke kamar mandi. Namun dia lupa untuk mematikan layar ponselnya. Jelas disana masih tertera nama “Caitlin Wijaya” yang di stalkingnya tadi.


Dera segera merapikan rambutnya yang masih basah, tanpa polesan make up, natural namun cantik itu lah yang membuat Kendra terpesona dengan kecantikan alami istrinya.


Dia lantas meletakkan handuk yang telah dipakai ke tempat keranjang kotor. Niat ingin merebahkan tubuh di tempat tidur taunya ada sesuatu yang mengganjal ketika dia duduk.


“Apaini? Seperti ada yang mengganjal?” Dera lantas mengambil sesuatu yang mengganjal tersebut.


“Oh ponsel Mas Kendra” Dera segera meletakkan ponsel Kendra di nakas samping tempat tidur suaminya. Untung saja, keberuntungan masih berpihak pada Kendra. Ponsel tersebut dalam posisi terbalik. Dan Dera tidak membalikkannya. Padahal jika ponsel tersebut di balik, dia akan tau kenyataan bahwa Kendra telah stalking sebuah nama tersebut.


Dera membenarkan posisi dan membuka ponselnya. Dia teringat pada sahabatnya yang mau pulang kampung. Lantas dia mengirim pesan.


Mira


Mira, sudah sampai dirumah orang tuamu belum? Ko gak ada kabar sih?


Sent


Selang beberapa menit ada balasan dari Mira.


Mira


Aku gak jadi pulang Der, tadi Sekretaris Rey malah menjemputku di bandara. Bagaimana hubunganmu dan Kendra? Sudah membaik kah?


Dera yang senang membaca balasan dari temannya itu begitu senang. Karena Sekretaris Rey benar-benar mengikuti sarannya untuk menjemput Mira kembali. Dia tau pasti ada sesuatu dengan Mira sehingga dia segera ingin kembali ke kampung halaman begitu mendadak.


“Sayang, ko senyum-senyum sendiri sih. Ada apa emang?” tanya Kendra yang telah kembali dari kamar mandi.


Dera yang mengetahui suaminya telah mandi namun tak ada pakaian ganti, segera mengambilkannya di almari. Dipilihlah baju santai yang tepat untuk sang suami.


Akhirnya Kendra mengecup bibir Dera dengan lembut. Namun Dera segera menghentikannya karena Kendra masih belum memakai sehelai kainpun. Bisa-bisa nanti kendra junior bangun malah minta lagi dan lagi.


Lebih baik aku menghentikannya. Daripada aku nanti capek. Kegiatan seharian ini sudah membuatku sangat lelah. Batin Dera dengan menyudahi ciuman yang hampir basah.


“Sayang, pakai bajumu dulu ya. Aku akan menyiapkan makanan untukmu” ucap Dera dengan melangkah pergi keluar kamar. Begitupun Kendra yang setelah mengenakan pakaian segera mengambil ponselnya.


Betapa dia kaget bukan kepalang. Ponsel masih menyala dan masih dengan melihat akun mantannya tadi.


“Gawat, Dera tau gak ya. Aku gak mau dia salah faham nantinya” segera dia berlari kecil mengejar istrinya.


Setelah menghampiri sang istri, namun tak ada yang berubah dari raut wajahnya. Sedangkan Dera sedang menyiapkan hidangan makan malam membantu Bi Tirna dan para maid yang lain.


“Bi, Dera bantu ya” ucapnya pada Bi Tirna dan dibalas sebuah senyuman olehnya.


Setelah semuanya siap, Kendra yang tadinya berdiri di tangga namun melamun, segera turun dan sadar setelah di panggil sang istri untuk makan malam.


Kendra lagi-lagi memperhatikan raut wajah istrinya.


“Sepertinya Dera gak tau. Huhh, aman” batin Kendra dengan mengelus dadanya sebagai arti kelegaan. Dia memang tak mau jika rumah tangganya bermasalah lagi.


"Ayo mas, turun. Malah diam aja disitu. Sini” tutur Dera lagi.


Akhirnya makan malam pun dimulai dan sampai akhir hanya hening. Dera kini terbiasa dengan suasana yang dulu membuatnya merasa aneh sekarang sudah terbiasa.


“Oh ya, vitamin kehamilanmu mana? Sudah minum belum?” Kendra mengingatkan sang istri.


"Yya mas, hampir saja aku lupa. Vitaminnya ada di nakas mas. Di kamar, nanti ku minum kalau mau tidur aja gak apa-apa ya” tawar Dera pada istrinya dan dibalas Kendra “Iya, yang penting jangan sampai lupa, oke” tutur Kendra.


Tiba-tiba setelah makan, Bi Tirna memberikan sebuah gelas yang berisi minuman. Kendra dan Dera melihat dengan seksama. “Apa itu?”tanya Kendra pada Bi Tirna. Dia khwatir akan meracuni istrinya atau menggμgurkan anaknya karena ingin balas dendam dengan kematian Nurul, anaknya. Itu pikir kendra.


“Apa itu Bi?” tanya Dera dengan sopan agar tidak menyakiti hati Bi Tirna. “Ini Bibi blenderkan sari kedelai Nyonya. Sangat baik untuk kehamilan, nantinya anak akan tumbuh rambut lebat” ujar Bi Tirna dengan sopan.


Kendra yang tak percaya begitu saja segera browsing. Di search nya sebuah manfaat sari kedelai untuk kehamilan. Setelah dibaca, memang benar sari kedelai memiliki sejuta manfaat bagi ibu hamil. Namun tak sampai situ saja.


“Bi, Bibi coba dulu ya di gelas lain. Nanti kalau aman baru diminum istriku” ujar kendra kembali. Dera yang merasa tak enak segera menegur suaminya dengan lirikan dan deheman.


Bi Tirna yang mengetahui maksud arah tujuan Kendra segera melaksanakan perintah Kendra. Bi Tirna segera mengambil gelas dan di tuangnya sedikit sari kedelai tersebut lalu diminumnya.


“Bagaimana Pak Bos, aman bukan?” ucap Bi Tirna meyakinkan Kendra. Akhirnya Kendra percaya dan memperbolehkan Dera untuk minum.


Maaf ya Bi. Bukan mempunyai maksud apa-apa. Aku hanya takut jika Bibi dendam dengan diriku atas kesalahanku kemarin dan mencelak*i orang yang aku sayang. Maaf ya Bi. Semuanya tak bisa seperti semula, namun aku janji akan menjadikan semuanya lebih indah dibandingan sebelumnya. Maaf Bi.


Kendra yang sudah beranjak pergi ke kamarnya, sedangkan Dera yang menghampiri Bi Tirna.


Dipeluknya wanita paruh baya tersebut. “Bi, maaf ya sudah membuat semuanya menjadi rumit. Maafkan atas kesalahan Kendra mungkin kehadiran Dera gaak bisa gantiin Mbak Nurul di hati Bibi. Tapi Dera siap menganggap Bibi sebagai ibu Dera. Dan anak ini nantinya bibi bisa menganggapnya sebagai cucu"


Ucapan Dera tersebut di dengar oleh Kendra. Betapa mulianya hati istrinya yang rela merendahkan dirinya demi menebus kesalahannya.


..._____________...


...Kamu cantik....


...Hatimu mulia....


...Kamu baik....


...Aku yang punya....


...Hehe....