
Selamat siang guyss.
Selamat membaca. Tetap jaga kesehatan ya.
_______
Pagi ini Kendra disibukkan dengan berbagai berkas yang ada di hadapannya. Masih ada beberapa laporan keuangan yang janggal menurutnya. Dia letakkan di tempat tertentu. Sedangkan yang lolos dia tanda tangani.
"Sekretaris Rey, apa urusanmu dengan Mira sudah selesai?” tanya Kendra pada Sekretaris Rey karena kini sering ijin.
“Maksud Pak bos?” Sekretaris Rey tak tau apa maksud Kendra menanyakan hal itu.
“Mira ada yang mengikuti bukan? Sehingga kau memintanya untuk tinggal di apart milikmu" ucap Kendra.
“Pak Bos tau dari mana? Apa Anda memata-matai saya?” ucap Rey.
“Jangan salahkan diriku Rey. Karena ijinmu sudah terlalu sering dan membuat pekerjaan semakin menumpuk sedangkan Asisten Nisa hanya mengatur jadwal saja” tutur Kendra. Asisten Nisa yang mendengar ucapan Kendra memanggilnya seketika menengok.
”Rey, persiapan kejutan Dera kurang berapa persen?” tanya Kendra.
“Semua sudah clear Pak Bos, tinggal pelaksanaannya saja” jawab Rey dengan memberikan beberapa berkas kelengkapan acara dan item yang dibutuhkan.
“Tapi Pak Bos, Mira sedang tidak bisa keluar rumah karena ada yang mengintai dirinya”
“Percayakan padaku, semuanya akan baik-baik saja Rey. Ada bodyguard nanti. Kamu tenang saja” jawab Kendra meyakinkan Sekretaris Rey.
Akhirnya Rey mengirimkan pesan pada Mira untuk segera bersiap. Begitu juga yang meminta Dera untuk bersiap diri.
30 menit berlalu.
Pak Yanto dan dua bodyguard telah siap mengantar Dera.
"Pak, ayo. Dera sudah siap” ucapnya.
“Memang kita mau kemana Pak? Tadi Mas Kendra tak memberitahu apapun. Aku hanya diminta untuk bersiap saja” tanyanya pada Pak Yanto.
“Kita akan ke apartemen Sekretaris Rey dulu, baru nanti kita akan ke tujuan utama Nyonya” jawabnya yang malah membuat Dera bertanya-tanya.
“Ko ke apart nya Sekretaris Rey pak?”
“Tidak tau Nyonya. Saya hanya melaksanakan perintah Pak Bos” hingga suasana hening.
20 menit pun berlalu. Mobil telah berada di lobi apart mewah tersebut.
Dera yang berada di dalam mobil pun celingkukan mencari siapa orang yang diminta untuk menjemput di apartement Sekretaris Rey.
Dari arah lain, Mira berjalan ke lobby. Dia mencari sebuah mobil yang menjemputnya sesuai dengan apa kata Rey.
“Miraaaa” ucap Dera dengan melambaikan tangan.
Kenapa aku bisa lihat Mira ada di sini? Apa dia sekarang tinggal disini? Atau bagaimana? batinnya.
Mira yang dipanggilpun mendekat dan membuka pintu mobil tersebut.
“Deraaa.. Ya Allah kangen banget aku” ucap Mira dengan memeluk sahabatnya dengan erat.
“Oh ya, kamu mau beli baju buat apa? tumben sekali Sekretaris Rey meminta ku untukmenemani mu”tutur Mira.
“Baju? Untuk apa memang? Sebentar, aku telpon Kendra dulu dulu ya” ucap Dera.
Setelah telpon diangkat, Kendra hanya menjawab “Lakukan saja. Nanti jika mencoba per baju, aku kirimi hasilnya ya sayang” jawab Kendra dan ponsel pun dimatikan olehnya. Dera pun kembali menengok ke arah Mira memberikan jawaban sesuai dengan apa yang diperintahkan suaminya.
“Mir, pindah disini?” tanya Dera.
“Gak lah Der. Ya kali, mending uangnya buat nabung aja. Untuk bertahun-tahun juga gak akan habis begitu cepat. Ya Kan?” Jawabnya.
“Lantas mengapa kau tinggal disini? Ini kan Apartemen Sekretaris Rey” Dera masih bingung dengan sikap sahabatnya itu.
“Emt, sebenarnya. Aku dan Sekretaris Rey tinggal disini”
“WHAT??”
“E tunggu dulu. aku sama dia beda tempat tidur. Aku tidur di ranjang, dia di sofa” tutur Mira
“Mengapa begitu? Kenapa gak di rumahmu aja? Atau dimana gitu?” Dera masih bertanya-tanya kenapa sahabatnya memutuskan tinggal bersama Sekretaris Rey sedangkan mereka belum menikah.
“Ya karena…” Mira memutuskan pembicaraan dan mengalihkan pada Gerald. “Kamu ingat Gerald?”
“Ingat. Mantanmu bukan? Yang waktu dia selingkuh terus kecelakaan itu bukan?”
Dijawab anggukan oleh Mira. “Ya, memang itu Der. Dia kembali. Tapi aku masih ga percaya, karena disisi lain aku sudah nyaman dengan Sekretaris Rey tapi disisi lain, Gerald kembali dengan sejuta harapan. Aku ga bisa Der” tutur Mira dengan mata berkaca-kaca.
“Terus? Mengapa bisa kamu disini?” tanya Dera.
“Ya karena Sekretaris Rey meminta ku untuk tinggal disini. Dan pula katanya aku harus disini sampai situasi aman”
“Apa maksudnya Mir? Apa Gerald mencarimu dan menginta kegiatanmu?”
“Mungkin begitu Der. Aku juga gak tau”
Banyak obrolan yang mereka lewatkan untuk mengisi perjalanan menuju butik. Belum juga topik mereka habis, Pak Yanto sudah memberi tahu jika mereka kini sudah sampai.
“Silahkan turun Nyonya dan Nona” ucapnya dengan membukakan pintu begitu juga dengan bodyguard yang berada di sampingnya. Dera dan mira pun turun beriringan.
Seorang pelayan butik menyambutnya ramah. Dan menanyakan baju apa yang dicarinya. Dera pun menjawab dia membutuhkan sebuah dress namun harus yang sopan pintanya. Mira hanya mengikuti langkah Dera kesana kemari. Karena diapun tidak ada niatan untuk membeli.
Tiba-tiba Dera membuka ponselnya dan ada sebuah pesan dari Kendra.
“Sayang, beli dua dress ya. Satu buat kamu, satunya buat Mira. Nanti setelah itu kalian pergi ke salon dan berdandan cantik. Oke. Love you sayang” pesan dari Kendra seketika mendapat sambutan yang baik dari Dera. Dia segera memberitahu Mira atas apa yang dikatakan Kendra tadi.
“Ah jangan, aku ga mau. Harganya ini lho, mahal banget. Dres 20 juta apaan? Bisa buat hidup berbulan-bulan Der” ucapnya. “Tapi ini perintah Kendra Mir, tidak mungkin jika kamu menolak dong. Kan di bayarin kendra. Anggap saja rejeki nomplok hehe” tutur Dera pada sahabatnya.
Akhirnya setelah dibujuk oleh Dera, akhirnya Mira pun menyetujuinya. Dengan hati yang canggung Mira melangkah memilih sebuah dress yang cocok dengan dirinya. Disisi lain seorang pelayan yang tadinya mengambilkan dress yang pas untuk Dera kembali.
“Waah, bagusnya..” ucap Dera tercengang dengan keindahan gaun tersebut. Ada gliter dan lengan dengan sentuhan aksen manik-manik yang cantik. Perpaduan warna gold dan hitam yang terpadu menjadi indah. Begitu juga dengan dress yang dipiih Mira yaitu dress diatas lutut dengan manik-manik di sekeliling lehernya.
“Nah, ini bagus Mir. Ini aja ya” tutur Dera.
“Yakin? Ini harganya 15,6 juta Deraaa” dengan ekspresi wajah yang sedih, mulut yang menekuk ke bawah meniru seperti emoticon sedih di ponsel. Padahal itu adalah harga termurah dari butik tersebut. kenapa sih harus mahal-mahal gini harganya. Biasanya aku beli harga 1,5 juta aja itu paling mahal. Haduh, jadi orang kaya mah bebas.
Dera membayarnya dengan black card yang ada di tasnya. Kartu ini telah dikembalikan Kendra setelah hubungan mereka membaik.
Setelah membayarnya, Dera melangkahkan kaki untuk pergi ke tempat selanjutnya.
..._____...
...Hidup itu pilihan, begitu juga bahagia...
...Hidup itu pilihan, ketika kita pun terluka...