
Setelah Kendra minum , dia balik ke kamarnya. Perlahan dia mulai terasa pusing dan tubuhya terasa panas. Ketika dia lihat Dera tertidur. Dilihatnya lekuk tubuh Wanita yang tertidur di sofa ini, ingin rasanya dia mengelus dan….
“arghhh pikiran apa ini? Kenapa pikiranku menjadi buas dan tubuhku panas begini. Pasti ini ulah mama” batin ken
Seketika dia ke kamar mandi untuk menetralkan gairahnya.
……………………….
Pagi hari
Semua keluarga berkumpul di taman untuk menghabiskan waktu weekendnya. Dera dan Mama Ayu sudah memasak beberapa cemilan dan membawa minuman.
“oh ya Nak, bagaimana tidurnya tadi malam? nyenyak gak?" basa basi Mama Ken menanyakan efek minuman yang dia berikan malam itu.
"Nyanyak ko mah, ya kan mas.." jawab Dera sembari melihat arah Kendra.
"Iya dong mah, nyenyak buangeet.. makasih lho mah minumannya" Kendra melirik Mama dengan lirikan tajam.
Mama yang bisa tersenyum, dipikirannya kalau anak dan menantunya berhasil olahraga malam.
"Oh ya Ken, besok kan Lula sudah masuk kuliah, tapi Papa Mama masih pengen disini. Kami menginap lagi gak apa-apa kan ya?” tanya Alex
“Maaf Pah, bukannya ga boleh tapi ini kan keluarga kecilku. Biarkan kami mencoba semandiri mungkin Pah” jawab Ken mengetahui ide dibalik menginapnya ini.
“Yahhhh, berarti kita harus pulang dong” jawab Mama memasang wajah bersedih.
Akhirnya mereka menikmati berkumpul di taman sampai hampir sore.
"Kak, beneran nih, kita harus pulang? kasihan Mama Papa lho ka, mereka masih pengen nginep disini" ucap Lula membujuk kakaknya
"Gak bisa dek, kakak sama Kak Dera pengen berusaha mandiri menjalani pernikahan ini. Apa lagi kamu baru menikah, ya kan Dek" jawab Kendra yang menatap Dera seakan memberikan kode untuk mengiyakan.
Dera yang mengetahui maksud dari Ken, langsung menjawab apa yang diucapkan suaminya tersebut
"Iya Lula, Mah, Pah. Kami ingin menjalani pernikahan semandiri mungkin, mungkin lain kali ya mah, pah" jawab Dera
"Ya udah deh, kami bersiap dulu ya nak"
"Ayo lula, kita bersiap" ucap Mama dengan menggandeng anaknya.
Tak lama kemudian Mama, Papa dan Alula berpamitan. Mereka dijemput oleh sopir pribadinya.
“Ma, hati-hati ya, sering-sering main kesini" pinta Dera pada Mamanya seraya memeluknya
“Iya nak, cepet buat momongan untuk kami ya. Tiap hari kalau perlu, oke Ken” jawab Mama
Setelah mereka pulang, Dera dan Kendra menghabiskan waktunya di ruang tengah.
Kendra yang tak ada angin tak ada hujan membahas bodyguard yang dipekerjakannya untuk menjaga Dera.
“Dek, kamu kalau mau kemana-mana harus hati-hati. Mas kendra mempekerjakan bodyguard untuk kamu biar kamu terjaga dek. Maaf ya kalau kamu risih” tutur Kendra
“iya mas, gak apa-apa ko, toh juga nanti kalau kita sudah cerai juga aku gak bakal di kawal bodyguard lagi hehe” ucapan Dera seketika membuat wajah Ken menjadi murung.
Entah apa yang dipikirkannya, yang dia tau memang ini adalah pernikahan kontrak, tapi mengapa hatinya sedih Ketika Dera mengatakan hal demikian.
………………………………
Kamar Kendra
Dera yang beranjak mau istirahat dan disusul oleh Kendra. Dia teringat bahwa kamarnya masih satu kamar, akhirnya dia mengiklaskan dan membiarkan Dera untuk tidur di ranjangnya.
“udah tidur aja ni anak. Yaudah deh, aku tidur di sofa” gerutu Kendra
Akhirnya malam itu mereka beristirahat.
…………………………..
Pagi hari
Dera yang terlihat baru saja turun dari mobil, hari ini dia akan membeli beberapa kebutuhan dapur. Sengaja dia tidak meminta Bi Tirna ataupun bodyuardnya untuk menemaninya karena Dera ingin membeli dalam jumlah yang sedikit.
Tiba-tiba....
“Hey, sayang!” sapa Bagas yang sudah berdiri di depan rak sayur dekat tempat Dera berdiri.
“Sedang apa kau disini?” Dera menatap tak ramah kepada mantan kekasihnya itu. Dia heran kepada Bagas karena pagi-pagi begini sudah ke minimarket, bahkan matahari belum terlihat naik dengan sempurna di ufuk sana.
“Aku ingin menemuimu, aku merindukanmu Dera. Bisakah kita berkencan malam ini?” Bagas mendekat Dera.
“Tidak, aku tidak bisa dan tidak akan pernah bisa Bagas. Hubungan kita sudah berakhir” tegas Dera dan berjalan melewaati Bagas yang berdiri dihadapannya. Saat Dera berjalan melewatinya, Bagas menarik paksa tangannya.
“Kenapa kau selalu menolak ajakan ku Der? Dulu waktu aku memintamu untuk memperjuangkan hubungan kita, kamu gak mau. Sekarang kamu menikah dengan laki-laki lain. Aku hanya ingn berkencan denganmu Dera” Bagas menggerutukan gigi gerahamnya.
“Lepaskan aku!” Dera berusaha melepaskan tangannya yang tengah di cengkram oleh Bagas.
“Aku tidak akan melepaskanmu sebelumkau mau menerima ajakan kencanku malam ini” Bagas semakin erat memegang tangan Dera
“Bagas aku mohon, lepaskan tanganku!” Dera beteriak
“Aku akan berteriak jika kau tak mau melepaskan tanganku!” ancam Dera
“Silahkan saja kau berteriak! Suasana di sini masih sepi” bagas menyeringai jahat
“Aku benar-benar muak atas penolakan darimu. Tidak ada satu seorangpun yang berani menolak dan mempermainkanku!” Bagas berteriak kepada Dera
“Apa mau mu?” tanya Dera dengan geram
“Aku hanya ingin kita berkencan malam ini dan kau kembali menjadi kekasihku” ujar Bagas
Kalau begitu ikutlah denganku sekarang!” Bagas menarik paksa tangan Dera ke arah mobilnya. Dia hendak membawa gadis itu dari minimarket
“Aku tidak mau Gas, tolong lepaskan aku!” Dera ketakutan degan apa yang akan Bagas lakukan
“Ayolah aku akan mengajakmu bersenang-senang” Bagas tersenyum licik kepada Dera seraya terus menggaet tangan Wanita itu
“Aku tidak mau” air mata Dera mulai jatuh membasahi pipinya. Dia benar-benar ketakutan apa yang akan dilakukan mantan kekasihnya itu.
Bagas terus menarik tangan Dera agar masuk ke dalam mobilnya.
“Lepaskan tangannya, dia tidak mau ikut denganmu!” perintah seseorang di belakang sana
Bagas dan Dera seketika menoleh kepada laki-laki yang tengah berdiri di belakang mereka.
“Kendra?” Dera bergumam
“Kau?” Bagas menatap geram kepada Ken terlebih setelah apa yang terjadi di hari kemarin saat meeting.
“Ken, tolong aku!” Dera semakin mengencangkan tangisnya.
“Lepaskan dia!” Ken menatap bagas dengan amarahnya
“Kau jangan ikut campur, dia adalah kekasihku” teriak Bagas
“kita sebatas mantan pacar Gas, tidak lebih” tutut Dera
Ken Nampak terkejut mendengar pengakuan dari Bagas, bagaimana bisa Dera dulunya berpacaran dengan orang macam Bagas. Terlebih informasi dari Lucia menyebutkan bahwa Bagas sering bergonta- ganti pasangan.
“Ken, di situ bohong. Aku dan bagas hanya sebaatas mantan pacar Ken. Hubunganku tak direstui oleh keluarganya. Tapi entah kenapa sekarang dia berubah seperti laki-laki ganas” Dera menggelengkan kepalanya dan air mata masih berderai di matanya. Ken kembali terkejut dengan fakta yang di beberkan Dera.
“Kau dengar? Dia bilang dia bukan kekasihmu” Ken berusaha mengatasi keterkejutannya
“Ya, tapi sebentar lagi dia akan ku dapatkan kembali. Dan ku rebut dari mu Kendra Alexander” ucapnya dengan sinis
“Lepaskan tanganmu!” Ken berusaha menyingkirkan tangan Bagas yang tengah menggenggam tangan Dera. Tangan Bagas pun terlepas, secara mengejutkan Bagas hendak melayangkan tinjunya ke arah wajah Ken. Tetapi dengan sigap Ken menghindar dari tangan Bagas yang akan melukainya.
“Ken, awas!” Dera berteriak saat melihat Bagas beringas mencoba memukul Ken kembali. Dia berhasil memukul Ken di sisi bagian wajahnya
“Berani beraninya kau!”Hardik Ken seraya mengelap sudut bibirnya yang berdarah
Ken sudah tidak bisa menahan emosinya, dia melayangkan beberapa pukulan dan tepat mengenai wajah Bagas hingga pemuda itu jatuh tersungkur di atas tanah. Sementara itu mereka sudah berada di luar minimarket yang masih terlihat sepi dan tidak ada kendaraan yang berlalu lalang karena waktu masih terlalu pagi.
“Sudah Ken!” Dera melerai perkelahiran itu.. Dera menarrik tangan Ken agar menjauh dari Bagas yang sekarang sedang tersungkur di atas tanah.
“Awas kau! Urusan kita belum selesai, lain waktu aku akan benar-benar menghabisimu!” Bagas bangkit dan segera masuk ke dalam mobilnya.
“Kau berhati-hatilah karena telah berurusan denganku” teriak Ken geram
Bagas pun berlalu dari sana dengan mobil sport yang dikendarainya.
“Kau tidak apa apa Ken?” Dera mengusap sudut bibir Ken yang berdarah
“Lepaskan tanganmu” Ken menepis kasar tangan Dera yang menyentuh bibirnya
“Sesuai perjanjian pernikahan kita. Gak akan aku menyentuhmu dan sebaliknya” sambungnya
“aku hanya memastikan lukamu tidak parah mas, mengapa kamu semakin menyebalkan?” teriak Dera kepada laki-laki yang ada di depannya sekarang.
“Aku tidak apa-apa” Ken membuang wajahnya dan bergegas menghampiri mobilnya yang dia parkir di belakang mereka.
“Ken” panggil Dera
Kendra menghentikan langkahnya dan menoleh kepada Dera yang berdiri di belakangnya.
“Terima kasih karena sudah mau menolongku,” Dera berkata tulus
Tadi memang Ken tidak sengaja melihat Dera saat ditarik oleh Bagas untuk masuk ke dalam mobilnya.
Dia tengah menyetir untuk sampai dikantornya. Jalanan utama akses ke kantornya di tutup, sehingga Ken mencari jalan alternatif untuk sampai di kantor. Tak disangka ada seorang laki-laki yang tengah memaksa perempuan untuk masuk ke dalam mobilnya. Kendra yang memiliki hati Nurani segera turun dan membantu wanita tersebut, ternyata dia adalah Dera, istrinya.
“lupakan!” kendra meluruskan kembali tubuhnya dan kembali berjalan untuk sampai ke mobil.
Ken dan mobilnya pun berlalu dari hadapan Kendra.
“Kenapa bisa dia mantannya Bagas, dia kan laki-laki brengsek yang pernah menghancurkan hubunganku dengan Lidia.” Gumam Kendra sambil terus menyetir menuju kantornya
.
.
.
Mengapa ada kenyataan bahwa kamu pernah bersamanyaa? Dan kenapa hatiku terluka? Apa aku mulai menyukaimu? _Kendra-
.
.
.
Puji
.
.
Hai reader,, jangan lupa di like, comment dan vote ya…