
Setelah Kendra memutuskan berdamai dengan pernikahannya. Dia meminta Dera untuk menjadi istri seutuhnya.
Dimulai dari hal terkecil, Ken meminta Dera untuk mereka agar sekamar. Kendra ingin setidaknya membangun dulu dari hal sepele baru nantilah yang lain menyusul.
“Dek, mulai hari ini kamu pindah di kamar atas ya. Kita mulai membuka lembaran baru tentang pernikahan kita” ucap Ken sembari memegang kedua tangan Deraa
“Mas, kamu yakin? kita ini masih nikah kontrak lho mas. Mas Ken lupa?" Dera berusaha mengingatkan tentang status mereka
"Sebentar aku ambil dulu berkas persetujuan itu" Kendra melangkah ke kamarnya dan mengambil berkas pernikahan kontrak mereka, mulai dari aturan-aturan dan hal-hal lain yang di bahas.
"Dek, ini aku sudah bawa semua berkas tentang pernikahan kita dan akan aku sobek sebagai arti bahwa pernikahan kita resmi pernikahan negara" Dera yang masih tak percaya dengan Ken yang berubah begitu signifikan apalagi Ken menyobek semua berkas itu.
"aku sedang gak mimpi kan mas? Siang-sing bolong gini mas Ken tiba-tiba berubah” Dera masih tak yakin dengan perubahan yang terjadi pada Ken karena Ken bisa berubah hangat bisa berubah dingin seketika.
“Tidak dek, segera pindahkan barangmu ke kamarku. Aku akan meminta Pak Yanto untuk membantu membawa barangmu ke kamarku" ucap Ken
"Pak, ini tolong di pindah ke lantai dua ya.. Bi Tirna sekalian, agar cepat selesai" perintah Ken pada ART nya.
Melihat Kendra yang sudah berubah baik dan menerima pernikahan ini, membuat Bi Tirna merasa senang.
Pasalnya yang diketahui Bi Tirna dan seisi rumah, Kendra adalah tuan yang dingin dan hampir tidak pernah mau bersikap baik dengan ART. Namun sekarang berbeda
"Alhamdulillah ya Pak, akhirnya Den Kendra bisa menerima Nyonya muda lho. Bibi ikut senang melihatnya" ucap Bi Tirna pada Pak Yanto.
"Iya Bi, hadirnya Nyonya muda semoga membuat Den Kendra menjadi lebih baik ya Bi" Jawab Pak Yanto.
.
.
.
Keajaiban
Aku hanya bisa menutup mataku
Menikmati setiap detik yang kau berikan
Aku hanya diam menikmati setiap keajaiban dalam hidupku
Kendra Alexander
Seorang laki-laki yang datang tiba-tiba
Bagaikan pangeran penyelemat hatiku yang hancur
Pangeran yang mengobati luka ku
Dan pangeran yang sekarang bersamaku
Aku hanya bisa terdiam
Merasakan setiap detik hidupku yang lebih berarti
Setiap mantra keajaiban
Seakan kau sihir diriku sepenuhnya untukmu
Setiap kalimat dan kata yang terlantun
Dari mulutmu
Menjadi penyemangat dalam hidupku
Hidupku terasa lebih berarti
Semenjak kau dalam hidupku
Menjadi keajaiban tersendiri dalam fantasiku
.
.
.
Di kamar Kendra
Setelah menutup pintu, Dera tercengang bisa melihat isi kamar yang kini di pijak. Tidak seperti sebelumnya, dia tak hanya membangunkan Kendra namun dia akan menetap di kamar ini.
Kamar yang di dominasi warna hitam dan putih menjadikan kamar ini bergitu maskulin. Tak ada lagi foto Lidia di tembok-temboknya.
"eits.. dimana foto Lidia?? ko gak ada sama sekali??" batinnya sembari matanya melihat-lihat lagi.
Diamatinya benar-benar kamar ini, yang luasnya 5 kali lebih luas dari kamar yang dirumah, ranjang sprei dan bed cpver polos warna abu-abu tua dengan ukuran king size.
Dera mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, kemudian matanya berhenti pada sosok pria yang sedang duduk menyilangkan kaki dan bersandar di ranjang dengan memainkan ponselnya.
Dera yang tadi melihat Kendra mengenakan setelan jas nya, sekarang sudah berganti memakai kaos dalam dan celana kolor selutut.
Bahkan semenjak mereka menikah, Dera tak sekalipun melihat Kendra memakai kaos dalam dan celana kolor, hampir setiap harinya, dia bertemu menggunakan seragam rapi dan kaos lengan pendek.
“vulgar sekali” gumam Dera saat memerhatikan tubuh Ken dibalik kaos tanpa lengannya yang tergambar jelas dada bidang dan perut kota-kotaknya serta lengan berototnya. Dera benar-benar tak bisa berkedip seolah matanya tersihir.
“perasaan kita sudah menikah hampir 2 bulan, tapi mengapa aku baru terpukau dengan kesempurnaannya” ucapnya dengan pelan.
“kenapa dia lihat aku sih, kenapa juga aku jadi deg-degan gini” batin Kendra saat melihat tanpa sengaja menatap Dera sekilas yang dari tadi memperhatikannya, tapi Ken seolah tak melihatnya, apa memang tak melihat atau pura-pura tak melihat? Hanya Ken yang tahu.
“Mas…” Dera memanggil Ken agak pelan supaya tidak mengganggunya.
Karena tak kunjung mendapat sahutan Dera pun mengulangi panggilannya.
“Mas Kendra” Dera sedikit berteriak
“kenapa sih teriak-teriak, aku gak tuli Dekkk” Kendra menatap Dera sedikit kesal.
“abis Mas Ken diam aja dipanggil gak nengok” Dera lebih kesal lagi sambil balik melototi Kendra
“kamu ya dekkkk” Ken tak mau kalah “Kamu berani melototi pada suamimu?” kendra lebih kesal dengan tingkah Dera
Mungkin ada saat Ken bersikap manis, namun tak jarang pula Ken bersikap dingin seperti biasanya.
“ya mas, maaf” sekarang suara Dera sedikit melemah, nyalinya hilang saat melihat tatapan Kendra yang lebih menakutkan. Dera menundukkan pandangannya.
“apa?” melihat Dera sudah menunduk membuat Ken pun tidak tega, dia pun menaruh ponselnya diatas nakas samping ranjang.
“sini duduk dek” Ken pun melipatkan kakiknya dan menepuk tempat tidur persis di depan dia duduk. Dera pun hanya bisa menurut karena dia berusaha menjadi istri yang baik untuk suaminya.
“begini mas, pernikahan kita awalnya memang karena perjodohan dan Mas Ken bilang katanya punya kekasih yaitu Lidia. Dan sekarang hubungan kalian sudah kandas, lalu jika aku diminta untuk berperan sebagai istri seutuhnya, aku belum siap mas” Dera menjelaskan dengan menundukkan kepalanya.
Ken pun mengangkat dagu Dera dengan sebelah tangannya supaya bisa melihat wajah Dera.
“Dek, sebuah hubungan pasti harus di coba dulu. Dijalani perlahan, aku ga minta kamu untuk mencintaiku hari ini. Tapi biarkan waktu yang berjalan membawa cintamu untukku dek” jawab Kendra
Dera yang hanya bisa mendengarkan jawaban Ken seketika terkesima dengan jawaban yang dilontarkan.
“Beneran Mas? Mas Ken gak apa-apa? Aku juga belum siap melakukan hubungan suami istri mas” jawab Dera dengan pelan
“Sudah lah dek, untuk hal itu besok-besok saja gak harus hari ini” jawab Ken dengan PeDe nya.
“Ha??? Maksud mas Ken??” Dera dengan spontan menjawab
“emm,,, gak apa-apa. Sudah ayo tidur saja” Kendra yang sedikit salah tingkah segera merebahkan tubuhnya.
.
.
.
Jika kau benar mencintaiku maka tunjukkanlah, jika kau benar memperjuangkan ku maka perjuangkanlah. Jangan mencoba berjuang dan bertahan hanya untuk sekejap apalagi sampai menetap hingga perlahan lenyap – Dera
.
.
.
“puji
.
.
Selamat menyelami sebuah drama dari Dera dan Kendra ya guys♥️🍂