
“Dek, tadi keluar sama siapa saja?”tanya Kendra
“sama Mira tadi mas, itu aja nonton terus makan” jawabnya.
Kendra yang percaya dan tak mempertanyakan lagi lantas menuju kamarnya.
…………………………….
Rumah Alexander
Pagi ini keluarga Alexander segera berkemas untuk melancarkan rencananya menginap di rumah Kendra.
“Mahh, Pah,, lula sudah siap nih. Ayo dong turun” teriak lula dari lantai bawah.
Sedangkan Ayu dan Alex masih sibuk dengan segala barang yang mereka bawa.
“iya nak, sebentar. Ini masih mencari sepatu mama nihhh" teriak Ayu dari dalam kamarnya.
"mah, ayo dong. Papa udah siap ini" ajak Papa Ken yang sudah siap untuk berangkat.
Setelah beberapa saat, Mama Papa mulai turun. Alula yang dari tadi sedang asik menyecroll tikt*k tak menyadari kedatangan Mama Papanya.
"Ayo Lula... tadi ngejak buru-buru,sekarang malah kamu yang lama" gerutu Mama Ken yang melihat anak perempuannya lebih asik dengan ponselnya.
"Oke mahhh, ayoo. Gasss!!" jawab Lula sembari memasukkan ponselnya kedalam sling bag milikknya.
Setelah semuanya siap dan koper telah dibawa, segera mobil melaju ke arah rumah Kendra.
Diperjalanan Mama Ken tak lupa untuk mengecek obat yang akan diberikan pada Ken nanti dan memikirkan rencana agar tak dicurigai oleh anaknya itu.
*
Mobil mulai memasuki gerbang tinggi dan besar. Segera mereka bersiap untuk turun.
Dilihatnya rumah mewah itu sangatah sepi, rumah yang seharusnya ada canda tawa seorang anak dan untuk mewarnai rumah tangga mereka.
ting tong ting tong... Alula menekan bel rumah Ken
"ko lama ya mah" ujar Lula
Dera yang sedari tadi menonton TV tak mendengar bel rumah yang di tekan Lula.
ting tong ting tong... di tekannya lagi bel rumah Ken,
"hihhh kemana sih kak Ken dan Kak Dera" gerutu Lula
Akhirnya Dera mempertajam pendengarannya bahwa bel rumah berbunyi. Segera dia beranjak untuk membukakan pintu untuk adik ipar dan mertuanya.
Mama Papa yang sedari tadi sabar hanya mampu memperhatikan polah tingkah anak bungsunya dan menunggu Kendra dan Dera membukakan pintu.
"Sudahlah nak, sabar. Tunggu saja, mungkin mereka sedang sibuk" tutur Papa Ken dengan bijaknya.
“Kakkkkk, lula datang. Tadi ko lama sih ka buka pintunya. Biasanya juga gak pernah di kunci ka” teriak lula yang sudah dibukakan pintu oleh Dera
Dera segera menyapa adik iparnya.
“Iya Lula, tadi kakak nonton TV jadi gak terlalu kedengaran. Lula dan MaPa kesini ko ga kabar-kabar dulu, kan bisa kakak masakin dulu Ma, Pa, La” Dera seketika kaget melihat ada keluarga Kendra datang ke kediamannya
Segera Dera bersalaman dan cipika cipiki.
Kendra yang tiba-tiba turun dari lantai atas segera menghampiri keluarganya.
“Mama, Papa, Lula ko kesini semua? Gak kasih kabar dulu tumben” tutur Kendra yang kaget dengan kedatangan mereka.
“iya ini nak Lula pengen kesini, mumpung kuliah sedang libur. Ya kan Nak” jawab mama ken sembari menyentil tangan anak bontotnya.
“iya kak, ini lula libur ko, mau nginep sini ya. Itu Bi Tirna bawa koper kita” Lula sembari menunjuk Bi Tirna yang membawa kopernya.
Kendra yang sedari tadi memutar otak agar sandiwaranya ini tidak diketahui sama mama papanya.
Akhirnya Kendra memutuskan untuk meminta Mama Papanya istirahat di ruang TV dahulu. Sedangkan Dera dan Kendra memindahkan semua barang-barang Dera yang ada kamar bawah dipindah ke kamar Kendra.
“Ayo dek, ini sudah semua apa belum?” Kendra sambil membawa setumpuk novel dan Dera membawa koper yang berisi pakaiannya itu
“sudah kak” jawab Dera
“Sementara barangmu di kamar ku dulu ya, agar sandiwara kita tidak ketahuan, dan nanti kalau Mama Papa udah pulang, kamu bisa tidur di kamar mu lagi” ucap Kendra pada Dera
“ya kak, gitu juga gak apa-apa” jawaban Dera pasrah, dia hanya bisa mengikuti sandiwara Kendra
Akhirnya setelah semuanya selesai, Kendra dan Dera menuju ruang TV untuk berkumpul dengan keluarganya.
“Oh ya Ma, Pa kalian bisa tidur dikamar kalau mau istirahat ya. Lula juga” tutur Kendra
"Ya kak, Lula mau ketemu Bi Tirna dulu. Sudah lama rasanya gak makan masakan buatan Bibi" jawab Alula sembari berlari kecil menuju dapur
“Ya sudah nak. Kita mau istirahat aja dulu. Ayo pah kita istirahat” jawab Mama Ken sembari menggandeng tangan suaminya.
………………………………….
Malam hari, mereka makan malam bersama
Bi tirna yang sudah kembali ke rumah Ken memasak banyak menu untuk makan malam ini, karena kedatangan Mama Kendra dan juga Alula sudah sangat rindu masakan Bi Tirna.
“silahkan dimakan Tuan, Nyonya,” ucap Bi Tirna dengan menundukkan kepala sebagai rasa hormat
“hemmm enak sekali masakan bibi. Sudah lama rasanya gak makan masakan bibi semenjak kakak nikah” celetuk Lula dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.
Ditengah makan malam,
“Nak, kamu udah berapa kali buat baby” Papa Ken memecah keheningan
Uhukk uhukkk… kendra tersendak seketika
“udah mas, ini minum dulu” Dera yang berada di samping Ken seketika memberikan minuman pada suaminya.
“udah berkali kali pa. Ya kan Dek” jawab Kendra seraya memegang tangan Dera untuk membuat papanya percaya
“owalah bagus itu. Kalau bisa tiap hari ya” tutur mama Ken
Kendra dan Dera hanya mampu saling pandang.
Mereka melanjutkan makan malam dan setelahnya mereka kembali ke kamar masing-masing.
………………………………
Kamar kendra
“Mas, aku tidur dimana? Aku juga ingin rebahan” tanya Dera
“kamu tidur di Sofa aja, aku juga capek dek. Gak mungkin kan kita seranjang?” jawaban Kendra membuat Dera kesal
“mas, kamu itu cowok, ngalah kenapa sama istrinya. Kalau ga gitu tambah sini bantal atau gulingnya" pinta Dera
“udah ah, aku capek dek. Nih bantal guling” ucap Kendra sembari melempar bantal dan guling.
Dera yang masih asik dengan novelnya membiarkan Kendra tidur. Diliriknya wajah tampan itu, hidung yang mancung, bibir tipis menjadi fokusnya malan ini.
"sayang ya mas, kita cuma nikah kontrak. Padahal kalau dilihat-lihat Mas Ken itu tampan banget" ucap Dera
Tak lama setelah itu akhirnya Dera melanjutkan membaca novel dan tertidur dengan novel menutupi wajahnya.
Baru saja Dera merem, dan Kendra pun bangun karena dia merasa haus.
Dilihatnya Dera tertidur dengan posisi novel berada di wajanya, langsung diambilnya dan ditaruh di nakas.
“cewek bisa aja tidur posisi kayak gini” celetuk Kendra
Lantas dia berjalan menuju dapur. Dilihatnya mama Ken sedang membuat minuman
“apa itu mah? Warnanya ko aneh” tanya kendra
“oh ini nak, minum gih. Kebetulan mama buatin untuk kamu, hampir aja mama ke kamar mu” jawab mama seraya memberikan gelas yang berisi minuman
“oke Mah, kebetulan Ken mau minum. Tapi ko bau nya gak enak sih mah?” telisik kendra curiga
“aman sayang. Ini minuman khas belgia. Teman mama sengaja bawa ini saat sedang liburan” jawab Ayu membohongi anak laki-lakinya.
“semoga dia percaya dan aku akan segera punya cucu haha" batin Ayu dan bibirnya tersenyum
Setelah Kendra minum, dia balik ke kamarnya. Perlahan dia mulai terasa pusing dan tubuhnya terasa panas. Ketika dia lihat Dera tertidur. Dilihatnya lekuk tubuh Wanita yang tertidur di sofa ini, ingin rasanya dia mengelus dan….
“arghhh pikiran apa ini? Kenapa pikiranku menjadi buas dan tubuhku panas begini. Pasti ini efek dari minuman itu. Ah ulah mama” batin ken sembari mengacak-acak rambutnya
Seketika dia ke kamar mandi untuk menetralkan gairahnya.
.
.
.
Semoga cinta ini makin tumbuh dengan berjalannya waktu 🍂
.
.
jangan lupa like ya guys♥️♥️