PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
episode #61



“Sayaaaaaanggg”


Dera yang mengetahui kepulangan suaminya, segera berlari memeluk Kendra.


Hampir 2 jam dari sidang skripsinya, dia rela duduk di depan TV hanya untuk menunggu Kendra pulang.


“Wahh selamat ya istriku. Sudah jadi sarjana nih, Dera Ananda, S.E” Kendra mengecup kening Dera.


Rey yang melihat romantisme sepasang kekasih ini sangat menyukai pemandangan di depannya.


Betapa bahagianya Kendra bisa memiliki istri seperti Dera.


Apa iya? Kendra akan jujur pada Dera? Bagaimana perasaannya nanti ketika dia mengetahui yang sebenarnya terjadi.


Lantas bagaimana juga dengan rumah tangga mereka.. argh sungguh situasi yang tak mudah.


Di depan Dera pun Kendra masih berusaha membuat istrinya Bahagia.


Kendra menyerahkan bucket bunga yang telah di belinya.


"Ini bunga yang cantik, untuk istriku yang cantik" ucap Kendra.


"Terima kasih sayang. Terima kasih ya Rey udah setia bareng suami ku terus" tutur Dera dengan bahagianya


"Baik, sama-sama Nyonya Dera" ucap Rey.


Hari ini sungguh membuat Dera Bahagia.


Disisi lain.


Mengingat masa lalu dia dan Papanya membuat dada Kendra terasa sesak.


Dia tau ini tidak mudah juga untuk mengatakan kebenaran yang ada.


Namun, Dera kini bukanlah orang lain, melainkan istrinya. Orang yang dia cintai. Dia tau mengatakan ini langsung kepada Dera bukanlah hal yang gampang.


Dan bagaimana reaksi Dera setelah mendengar ceritanya. Itu hal yang tidak bisa dibayangkan oleh Kendra.


“Sayang, ayo foto dulu. Nanti akan ku upload di sosial media ku” ajak Dera dengan menekan kamera di ponselnya.


Cekrek


Cekrek


Cekrek


"Sayang, jarinya gini dong" ucap Dera dengan menunjukkan jari nya ✌️.


“Sekretaris Rey, tolong fotokan kami. Yang bagus ya” pinta Dera.


Rey dengan ahli masalah IT, bisa membuat cahaya kamera ponsel seperti kamera sungguhan.


Diaturnya kontras, ISO yang ada di ponsel tersebut.


Cekrek


Cekrek


Cekrek


Bahagianya Nyonya kini hanya milik Kendra sepenuhnya. Semoga tidak ada yang menghancurkan kebahagiaan kalian. Apapun yang terjadi, sebisanya aku akan tetap bersama kalian.


"Lagi Mas, lagi yaaa" ucap manja Dera pada Kendra.


"Iya deh iya"


Rek memotretnya dan melihat tingkah Dera yang seperti anak kecil.


Tiba-tiba Mbak Nurul datang.


“Nona, makanannya sudah siap” ucap Mbak Nurul mengingatkan Dera.


“Oke mbak, terima kasih ya.”


“Ayo Mas Ken, Sekretaris Rey, makan dahulu. Hari special ku, aku meminta masakan special juga untuk kalian. Ayo makan”


Dera menggandeng manja Kendra. Rey berjalan mengikuti di belakangnya.


"Kami sudah makan sayang, tadi dirumah Mama"


"Yahh padahal aku udah minta bibi buat masakin loh mas"


"Ya udah deh, iya. Ayo Rey, makanlah.Habiskan kalau perlu"


Apa? menghabiskan? apa kau kira ini perut karet yang bisa melar Ken?? Bisa-bisa aku kekenyangan tak berdaya.


Mereka berjalan menuju ruang makan.


Dera melayani suaminya dengan baik.


Seandainya aku bisa mengulang waktu. Aku tidak akan melakukan perbuatan gila itu. Andai aku tahu bahwa beban yang akan ku tanggung akan seberat ini. Dera, harus ku mulai dari mana ini aku mengatakannya.


“Masss.. Mas” Dera berusaha menyadarkan Kendra dari lamunannya.


Sesekali Dera melirik Rey seakan bertanya “Kendra kenapa?”


Namun Rey tak membalas apapun.


Kendra yang kaget dengan ucapan Dera seketika sedikit kaget.


Dera merasa ada yang disembunyikan dari suaminya, tapi dia tak tau apa itu.


Mungkin hanya masalah kantor. Batin Dera.


“Mas Kendra, ayo makan dulu. Apa ada masalah di kantor yang membat Mas Kendra tak selera makan?” Dera khawatir jika ini terus-terusan akan membuat Kendra semakin tak selera makan ataupun yang lain.


“Ah tidak sayang. Tak ada masalah apa-apa. Ya kan Rey”


“Ya Nyonya. Pak Bos Kendra tidak apa-apa"


“Ya mungkin hanya kecapekan saja sayang"


"Ya sudah, ayo makan lagi. Nanti kalau selesai makan istirahat Mas. Nanti ku siapkan air hangatnya” ucap Dera.


…………………….


Pagi harinya.


Sekretaris Rey berjalan di belakang Kendra Alexander begitu sampai di lobi perusahaan terbesar di Indonesia itu.


Seperti biasa, pimpinan Petra Corp selalu datang dengan tampang yang ingin dan cukup membuat anak buahnya untuk merasa takut. Itu sudah menjadi aura yang dimiliki Kendra sejak dulu.


“Selamat pagi tuan” ucap Dinda, salah satu staf Kendra. Sedangkan Kendra hanya meliriknya sebelum masuk ke dalam ruangannya.


"Yee di kacangin" ucap Reta sebagai staf gudang yang mengetahui sikap Dinda yang ramah.


"Yang penting kan baik sama Pak Bos, daripada elu"


"Apa sih" jawab Reta.


Sekretaris Rey masih mengikuti Kendra sampai masuk ke dalam ruangan Kendra.


Seperti biasa Sekretaris Rey akan membacakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan Pak Bosnya selama satu hari ini.


“Tolong batalkan semua perjanjian hari ini”


“Ya Pak Bos?” Sekretaris Rey merasa salah dengar perintah dari Kendra sehingga dia mengulangi pernyataan Pak Bos nyaa.


“Aku akan bertemu dengan Dera nanti di restoran. Jadi batalkan semua acaraku”


Sekretaris Rey merasa kasihan melihat ekspresi Pak Bos nya.


“Pak Bos, maaf jika saya ikut campur. Apakah Pak Bos akan mengatakan yang sebenarnya kepada Nyonya Dera?” Sekretaris Rey tahu jika ini tidak mudah dilakukan oleh Pak Bos nya.


“Ya, aku akan melakukannya. Apapun nanti reaksi Dera, aku akan menerimanya. Aku tidak mau nantinya dia tahu dari orang lain. Biarlah dia tahu sendiri dari


mulutku. Semua kejahatan yang aku lakukan di masa lalu. Bairlah dia tahu agar aku tidak merasa berdosa jika semua itu ku sembunyikan sampai nanti Rey.


Semalaman aku tak bisa tidur hanya untuk mengungkapkan ini padanya” ungkap Kendra pada Rey yang menjadi tempat beradu nya.


Sekretaris Rey menghargai usaha Pak Bos nya untuk jujur kepada istrinya. Memang kejujuran itu penting dalam sebuah hubungan.


Agar nantinya tidak terjadi luka yang lebih dalam lagi jika rahasia itu terbongkar.


“Pak Bos, saya hanya bisa berdoa semoga Nyonya Dera bisa menerima masa lalu Anda. Bagaimanapun Anda harus memperjuangkan Nyonya Dera dan masa depan pernikahan kalian. Dia juga untuk diperjuangkan”


Kendra setuju dengan pendapat Rey. Dia juga akan berjuang untuk memenangkan hati Dera jika setelah tahu masa lalunya nanti sikap Dera menjadi berubah kepadanya.


“Aku mencintai Dera bukan karena permintaan Mama Papa yang ingin aku segera menikah. Tetapi karena aku benar-benar jatuh cinta kepadanya”


Sekretari Rey senang mendengar apa yang dikatakan Pak Bos nya.


“Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk tuan muda dan juga Nyonya Dera” ucap Rey dengan tulus. Kendra tersenyum mendengarnya.


“Terima kasih Rey”


.


.


.


Helloooo guyss..


gimana nih, masih siap baca lagi episode selanjutnya?? yukkk gaskeun donggg🥰