PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
DANAU



Hello guys, masih semangat ga nih baca episode per episode. Maaf ya uploadnya sangat slow.


________________


Mobil yang di naiki Brian berhenti disebuah tempat yaitu di danau. Terlihat lumayan ramai tapi tidak mengurangi romantisme malam itu. Banyak aktifitas yang ada disana dan beberapa lampu yang menerangi menambah suasana syahdu.


Alula yang tak tau dimana dan mau apa Brian mengajaknya ke tempat yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Pikirnya laki-laki kaya, tampan untuk apa pergi ke danau? ngedate pula? sedangkan dirinya sudah berdandan sangat cantik.


"Ni cowok mau ngajak gue kemana sih? mau ngedate apa mau cari wangsit?" gerutunya perlahan. Brian yang mendengarkan ucapan Alula pun hanya tersenyum simpul membiarkan Alula sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Ayo ikut saja. Aman ko" ajaknya dengan menggandeng tangan Alula. Tak ada penolakan akhirnya Alula pun hanya mengikuti kemana tangan tersebut digandeng.


"He lo ga mungkin bakal ngepet disini kan? ga mungkin cari wangsit juga kan?" akhirnya dia pun berceletuk.


"Ya kali gue pake gituan. Udah jangan crewet"


Diperjalanan menuju tempat yang dituju Brian berusaha mengajak Alula bicara.


"Apa yang kamu pikirkan tentang kita?" tanya Brian yang sesekali melirik ke arah Alula.


"Ha?" dirinya yang tak menyangka bahwa Brian akan menanyakan hal tersebut merasa kaget dan aneh mengapa Brian menanyakan hal tersebut.


"Iya. Apa yang kamu pikirkan tentang aku dan kamu?" diulangnya sekali lagi.


Ga mungkin aku menjawab apa yang sebenarnya aku rasakan. Bisa-bisa dia GeeR lagi. Ga mungkin ah, biarin aja aku jawab cuek. Toh juga mungkin dia ga punya rasa sama aku. Batinnya.


Alula akhirnya mengalihkan pembicaraan "Hem malamnya indah sekali, kunang-kunangnya juga sangat banyak. By the way kita ki ga nyampe-nyampe sih di tempat yang kamu pengen" sebisa mungkin dia mengalihkan ke pembicaraan yang lain agar pembahasa mengenai dari hati ke hati tak dilanjutkan.


"Ko ga jawab sih. Ya udah kalau begitu. Ga apa-apa" Brian menyerah dan tak memperpanjang pertanyaannya. Dia juga tau mungkin Alula ga mau menjawab ini pasti ada satu dan lain hal.


Andai kamu tau Yan. Kita adalah dua orang asing yang baru saja dipertemukan dengan tangan Tuhan. Dengan takdirNya, kamu hadir di kehidupanku. Hidupku yang dulu hanya berwarna putih dan hitam sekarang menjadi berwarna dengan hadirnya kamu.


Mungkin aku belum mengenalmu lebih jauh, tapi aku ingin kita tetap seperti ini. Daripada nanti kamu tau kalau aku mencintaimu. Aku akan bertahan dengan prinsipku, diam ku adalah caraku bersamamu. Alula benar-benar kepikiran dengan pertanyaan Brian.


Mereka terus berjalan. Hingga Alula bertanya "Mengapa kamu mengajakku kesini? apa yang akan kau bicarakan? mengapa tak memilih tempat yang lebih terang dan asyik untuk kita ngobrol?"


"Karena ini adalah tempat ternyaman ketika aku ingin menghilangkan kepenatan. Ayo kita naik itu" Brian mengajak Alula untuk menaiki sampan tak bertuan tersebut.


Brian lebih dahulu masuk ke dalam sampan dan disusul oleh Alula. Ini adalah kali pertama dia naik sampan seperti ini. Keluarga konglomerat mana pernah seperti ini? baik kendaraan umum saja belum tentu setahun sekali, apalagi perahu seperti ini?


"Awas loh, hati-hati. Aku takut jatuh" ucapnya yang menurut Brian itu adalah moment langka melihat raut wajah Alula yang semula riang menjadi ketakutan.


"Iya udah tenang aja. Gini-gini udah pro tau. Udah ahli" jawab Brian.


Perlahan sampan di dayung. Alula yang sudah bisa mulai menyatu dengan kondisi perahu pun menjadi tenang.


"Waw indah sekali, banyak bintang pula" ucap Alula sembari memperhatikan langit yang berhias bintang.


"Ya, aku tau" jawab Brian yang seketika pandangannya berubah melihat Alula dengan intens. Pandangan yang semakin dalam membuat Alula menjadi salah tingkah.


"Em.. tunggu, lebih baik kita memutar musik agar tidak sepi begini. Tunggu sebentar. Aku punya list lagu terbaik untuk beberapa hari terakhir ini" Akhirnya dia pun membuka ponselnya dan berniat membuka ponselnya.


Betapa kagetnya, dia lupa untuk mengecharge ponsel ya. Baterei yang dimiliki tinggal 10% .


"Aishhh kenapa bodoh sekali aku. Batreku lowbat" celetuknya pada Brian.


"Ya udah pakai ponselku saja" Brian memilih dan memilah satu persatu musik yang menurutnya bagus.


"Aku suka musiknya. Lagu siapa itu?" tanya Alula.


"Ed Sheeran - Shape of You"


"Bagus. Aku suka" ucap Alula.


Lagu ini mengingatkan ku pada dirinya. Tanpa kamu tau La, kamu berbeda darinya, tapi justru kamulah yang mampu mengalihkan pandangan ku yang telah bertahan menunggu kehadirannya beberapa tahun ini. Aku bingung La, harus bagaimana. Dia datang kembali ketika ku mulai mengenalmu tanpa membawa embel-embel taruhan yang aku lakukan.


_____________________


Disisi lain ada seorang pria yang selalu mengikuti kemana Alula pergi. Tanpa dia sadari hingga mobilnya berhenti disebuah danau. Pria yang kehilangan jejak Alula pun segera bergegas mencari dimana keberadaan gadis yang dicari dengan bantuan orang yang dilaluinya.


"Apakah kamu tau seorang gadis dan pria yang berjalan ke arah sini? ini fotonya" pria tersebut memperlihatkan foto dari Alula.


"Oh ya tadi ke arah danau" jawabnya.


"Oke terima kasih" akhirnya sang pria melanjutkan menuju ke tempat yang dimaksud.


____________________


Alula yang sedang menikmati suasana malampun ingin mengadabikan moment tersebut. Dikeluarkannya ponselnya dan memposisikan tangannya untuk memotret dirinya dan Brian. Namun justru Brian menghindar dan tak menyukai hal tersebut.


"Apa kamu ga suka kalau aku memotret momen ini?" tanya Alula.


Hening. Tak ada jawaban. Hanya sebuah gestur yang menunjukkan sikap kurang suka karena Brian sedikit menghindar.


"Why? kenapa ga suka? apa ada yang salah?"


"Aku mengalami masa sulit tumbuh karena paparazzi"


"Ya benar saja. Kamu pria tampan yang selalu menjadi incaran para wanita di kampus. Dan ternyata itu sangat mengganggumu. Tapi adakah pengaruh yang lain?" jawab Alula. Brian pun hanya tersenyum simpul. Dan memperhatikan Alula yang tadinya exited menjadi diam seketika.


"Lantas kenapa kamu jadi diam?" Brian.


"Ha? engga ko, ga apa-apa" Alula akhirnya justru memotret pemandangan malam yang ada disekitarnya.


"Kamu suka mengabadikan setiap moment?" tanya Brian.


"Ga juga. Hanya moment tertentu saja. Emm tapi malam ini aku berdandan sangat cantik bukan. Hehe"


"Iya. Tapi justru malah aku membawamu ke danau ini. Pasti dipikiranmu kita akan pergi ke tempat mewah, ramai dan banyak orang bukan? Aku kurang suka hal tersebut. Aku lebih menyukai malam, sepi dan ya kamu tau juga nanti"


"Kenapa aku seperti bertemu dengan pria yang berbeda?"


"Maksudmu?"


"Ya, ketika di kampus kamu adalah pria yang sangat ekstrovert, rese, periang dan suka cari masalah. Tapi mengapa pria yang ada dihadapanku ini begitu mellow dan pendiam?" jawab Alula.


...____________________...


...Inilah aku....


...Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada....


...Yang ga pernah kamu temui sebelumnya....