PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
episode #85



Pagi telah menjelang. Dera telah bangun dari tidurnya sejak jam 5 pagi.


Badan yang terasa lengket dan sangat lelah, kini membuatnya ingin segera mandi. Dengan dibantu oleh suami tercintanya tadi, akhirnya Dera bisa melakukan mandi pagi dengan menggunaakan air hangat. Di tambah dengan beberapa wangian bunga yang membuatnya relax dan juga nyaman.


Benar-benar Kendra memperlakukannya bak seorang tuan putri.


Apa ini definisi cinta yang sesungguhnya.. saling menerima, saling kasih mengasihi, saling cinta dan saling memaafkan. Inti "Saling", hanya saja banyak orang yang menginginkan hubungan yang baik dan langgeng tanpa mau untuk melakukannya hal terbaiknya.


Sedangkan Kendra berada di dalam kamar untuk menata tempat tidurnya yang berantakan. Apalagi semalam Kendra dan istrinya telah melakukan olahraga malam di atas ranjang.


Jadi jangan terkejut jika melihat keadaan tempat tidurnya yang sangat berantakan. Sprei yang kusut dan amburadul, boneka bear yang menjadi kado Kendra pada istrinya yang telah terlempar kemana-mana, bantal guling yang entah dimana, bunga-bunga yang awalnya sebagai penghias kini sudah berceceran di lantai.


Kendra mengambil satu per satu bantal dan guling yang ada di lantai.


"Semalem sebegitu ganas kah kami? hingga semua tercecer seperti ini" Kendra mengambil guling yang terjatuh dekat lampu meja.


"Duhh, capek sekali" Diambilnya bantal yang berada jauh dari jangkauannya.


"Satu lagi nih, bantalnya" Dengan tenaga yang tersisa, akhirnya pun selesai.


"Uhhh akhirnya" ucapnya dengan meregangkan otot-otot di punggungnya. Karena dari tadi dia berdiri dan jongkok untuk meraih barang-barang tersebut yang ada di lantai.


Itulah ocehan Kendra selama merapikan sedikit kamarnya.


Selebihnya dia biarkan karena ada pelayan hotel nantinya yang akan membersihkan.


Setelah itu Kendra menatakan baju ganti untuk istri nya. Lalu dengan langkahnya yang lebar, Kendra berjalan menuju almari pakaian istrinya.


Dibukanya pintu almari tersebut dan dipilihnya beberapa pakaian yang menurutnya akan cocok jika digunakan istrinya.


Dan pilihannya jatuh pada dress bunga-bunga yang terlihat sangat cantik dan juga manis. Warna dress yang kalem dan lembut itu pasti akan sangat manis jika dipadukan dengan kulit putih susu istrinya.


Tanpa komando, otak Kendra membayangkan jika istrinya sedang memakai dress pilhannya. Pasti akan sangat pas dan juga cocok.


Sabar Kendra, jangan sampai minta lagi. Kasihan istrimu, di dalam kan ya juga ada Kendra junior yang juga harus leluasa disana.


Dibawanya dress bunga-bunga itu lalu diletakkannya di atas tempat tidur. Tidak lupa juga pakaian dalamnya,Kendra juga memilihkannya.


Pakaian dalam warna hitam favoritnya karena setiap kali istrinya memakainya pasti terlihat semakin sexy dan juga cantik.


Apalagi dengan kulitnya yang bersih putih. Itu semakin menambah kadar kecocokannya.


Tak selang lama kemudian, istrinya telah selesai melakukan aktivitas mandinya.


Dengan menggunakan handuk yang melilit tubuhnya yang mungil istrinya berjalan melewatinya begitu saja.


Sungguh, Kendra yang melihat tubuh mungil dan cantik itu merasa gairahnya sedang diuji dan dipermainkan.


Ingat Ken, istrimu sedang hamil. Jangan sampai kebablasan. Argh setan ini selalu menggodaku untuk meminta lagi dan lagi.


“Sayang, kamu mandi sana. Jangan lama-lama” titah Dera dengan mengambil pakaian yang telah suaminya siapkan.


Keningnya sedikit mengerus ketika melihat pakaian yang suaminya pilihkan untuknya.


Ternyata sumai ku suka warna yang sweet dan girly.


Kendra menghela napasnya dengan kasar “Apa tidak ada morning kiss untukku sayang?” tanya Kendra penuh harap.


Kendra juga ingin morning kiss setiap hari seperti Mama dan Papanya lakukan setiap hari.


“Hufftt" helaan napas langsung keluar dari bibir mungil Dera.


Dia berbalik menatap tubuh tegap suaminya yang berada di belakangnya.


Baiklah lebih baik aku mengalah saja daripada tidak ada morning kiss.


“Iyaa sayang, tapi janji.. oke? Jangan berbohong” rajuk Kendra dengan berjalan mendekati istrinya. Lalu dipeluknya tubuh mungil Deraa yang masih menggunakan handuk.


Aroma harum langsng tercium di indra penciumannya.


Dikecupnya dengan sayang pundak kepada istrinya


“I love you Dera Ananda” ucap Kendra di sela kecupannya.


Dera tersenyum mendengarnya. Dibalasnya pelukan hangat itu “I love you too Kendra Alexander” kata Dera dengan menyandarkan kepala di dada bidang milik suaminya.


Dera benar-benar merasa beruntung karena telah dipertemukan dengan suaminya. Begitupun Kendra yang juga merasa beruntung karena telah memiliki Deraa.


Bukankah seharusnya hubungan romasa seperti ini? Sama-sama saling bersyukur dan juga merasa beruntung karena telaah dipertemukan dan saling memiliki satu sama lain? Bukannya malah saling menyalahkan dan menuntut satu sama lain yang tidak akan habisnya.


Lalu Kendra melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah kamar mandi.


Sedangkan Dera langsung memakaia pakaian yang telah di pilihkan suami tercintanya.


Mulai dari pakaian dalam hingga dress, Dera memakainya.


Setelahnya Dera berjalan menuju tempat meja rias.


Sesampainya di meja rias itu, Dera segera duduk dan mulai memakai riasan di wajahnya. Betapa kagetnya dia, semua alat make up sudah tertata rapi dan merk nya sama persis dengan miliknya.


Apa ini juga Kendra beli lagi? Atau yang dirumah dibawa kesini? Tapi tidak mungkin jika di bawa kesini.. tapi kalaupun beli lagi, apa gak terlalu boros?? Benar-benar membagongkan orang kaya itu yaaa..


Mengingat setelah ini dia akan periksa ke rumah sakit, akhirnya dia cepat-cepat untuk menggunakan bedak tabur dan juga liptint tipis yang dia oleskan di bibirnya yang mungil agar terlihat lebih segar dan juga fresh.


Tidak lama kemudian, Kendra telah menyelesaikan mandinya dan segera memakai pakaian.


“Ayo mas, mau jam berapa kita periksa ke rumah sakit?” tanya Dera.


“ya dek, setelah sarapan ya. Aku udah meminta karyawan hotel untuk menyiapkan sarapan agar kita sarapan di kamar saja” ucap Kendra.


Dera hanya mengangguk dan membereskan apa yang perlu dia bawa nantinya.


Boneka besar yang pasti akan dia bawa, di ikutkan ke mobilnya nanti. Dan juga buku pink untuk buku periksa kehamilan tak lupa dia bawa.


Hampir setengah jam, mereka menunggu para karyawan, akhirnya makanan yang di pesanpun datang.


Kini mereka melahap makanan yang ada di hadapannya karena mengingat semalam tenaganya sudah hampir terkuras.


“Sayang aku sudah selesai mandi, sudah sarapan juga” ucap Kendra dengan memberikan sebuah kode diperkatannya”


Dera yang mengerti apa yang dimaksud oleh suaminya, Dera langsung berdiri dan berjaalan mendekati suaminya.


Lalu dikecupnya bibir mungil suaaminya itu dengan sedikit berjinjit karena suaminya juga sedikit menundukkan tubuhnya agar istrinya mudah untuk menciumnya.


Cup


“Good morning sayangku” ucap Deraa dengan tersenyum.


Kendra yang tak kalah dengan istrinya, langsung mengecup pelan bibir cherry istrinya.


Cup


“Good morning too sayang” ucap Kendra dengan tersenyum senang.


………………………………