PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
episode #84



Malam hari ini telah dilewati dengan begitu panas.


Kendra tak berhenti untuk memanggil nama istrinya selama melakukan dan menikmati setiap pelepasan, tapi dia ingat perkataan dokter untuk tidak mengeluarkannya di dalam.


Malam ini Kendra benar-benar bahagia, awalnya dia tak ingin melakukan namun kondisi hotel yang kini membuatnya merasa sangat bergairah. Dan untung saja ada kesempatan yang bisa membuat dirinya meminta pada istrinya.


Dipeluknya tubuh mungil istrinya begitu erat.


“Sudah yuk. Sayang mau tidur?” tanya Kendra seraya mengecup kening istrinya dengan sayang.


"Iya mas. Aku sudah ngantuk.. ee tapi...


Dera berpikir sejenak mencoba menimang pertanyaan apa yang ingin dikatakan.


“Sayang, aku ingin itu..” kata Dera dengan nada manja.


“Oke sayang” lalu Kendra bangkit dari tidurnya dan secepat kilat Kendra mengukung tubuh mungil Dera lagi.


Dipikinya, Dera ingin melakukannya lagi, alias yang tadi masih kurang puas.


Dengan reflek Dera memegang erat tangan suaminya. Begitu terkejut dengan gerakan cepat dan gesit suaminya.


“Mas, kamu mau apa?” tanya Dera dengan kening yang sedikit mengerut. Tidak mengerti dengan tindakan suaminya.


“Tentu saja menuruti keinginan istriku yang cantik ini” ucap Kendra dengan mengecupi leher jenjang istrinya.


Dengan kesal dicubitnya perut roti sobek itu “ih Mas Kendra!! Bukan mau itu yang aku maksud. Aku mau yang lain mas” ucap Dera dengan memberengut kesal.


Kendra mengerutkan keningnya. Jadi sekarang dirinya yang salah lagi?


“Bersihkan pikiran negatifmu itu Mas. Tadi kan sudah. Jangan kotor terus pikirannya. Tidak baik tau!”ucap Dera dengan menatap galak wajah suaminya.


Oke, Kendra berusaha mencernanya. “Jadi, kamu mau itu yang apa sayang?” tanya Kendra dengan menegakkan tubuhnya.


“Aku ingin mengusap kumis tebal seseorang” lirinya pelan dengan semburat merah merona yang menghiasi ajah cantiknya. Dera benar-benar malu mengatakannya.


Kendra langsung tersedak setelah mendengar perkataan istrinya itu.


Jangan-jangan dia sedang ngidam nih. Ko makin hari makin aneh saja. Lantas kumis siapa coba yang harus Dera sentuh, gak mungkin sembarang laki-laki kan? Kumis tipisku saja baru ku cukur kemarin agar terlihat lebih muda.


“Apa tidak ada yang lain sayang? apa aja gitu selain yang kamu inginkan sekarang" ucap Kendra.


Dera yang mendengar perkataan penolakan secara terselubung itu langsung merasa sedih.


Ditatapnya wajah tampan suaminya itu dengan sendu.


“Apa kamu tidak mau menurutinya? Begitu? kamu merasa permintaanku aneh ? Iya? Seperti itu?” rentetan pertanyaan dengan wajah yang berubah sendu itu keluar dari bibirnya yang mungil.


Tentu saja, kendra langsung gelabakan mendengarnya. “Bukan begitu sayang, ini sudah malam. Jadi tidak mungkin aku mencari laki-laki berkumis kan” kata Kendra yang berusaha memberikan pengertian pada istrinya yang cantik ini.


“Oh jadi begitu Mas. Kamu tidak mau menuruti keinginan anak kamu sendiri, begitu? Kamu ingin anak kita nantiileran? Gara-gara keinginannya tidak di turuti oleh papanya” ucap Dera dengan menatap galak wajah suaminya.


“Tidak sayang, aku tidak mau anak kita ileran” jawab Kendra menanggapi perkataan istrinya itu. Kendra juga tidak mau kalau anaknya nanti ileran. Harga dirinya nanti ditaruh mana kalau anaknya ileran? Apalagi dirinya adalah seorang bos. Jelas saja Kendra tidak menginginkan hal itu trjadi.


“Kalau kamu tidak mau itu terjadi, jadi turuti Kendra” rajuk istrinya dengan menggoyang-goyangkan tangannya.


“Huft” Kendra menghela napasnya. Mencoba untuk menenangkan perasannya


“Besok pagi ya sayang? “ kata Kendra dengan bangkit dari tempat tidur.


“Iya ya sayang. Aku akan menyuruh Pak Yanto untuk kesini”kata Kendra dengan pasrah.


Kenapa ngidamnya sangat susah sekali dan tidak bisa ditawar.. sama persis seperti diriku. Duh nak, tolonglah jangan terlalu kaku seperti ini. Papa kelabakan jika ngidamnya Mama mu susah.


Kendra berpikir dan terus mencari siapa pria yang berkumis tebal, sedangkan para pekerjanya rata-rata tak berkumis dan gagah.


Dipikir lagi dan lagi.


Akhirnya dia kepikiran Pak Yanto, sopir pribadinya.


Untung saja Pak Yanto masih ada di hotel. Coba saja kalau tadi ku suruh pulang, bisa-bisa aku di paksa oleh Dera mencari pria berkumis. Toh juga aku ga rela melihat istri ku menyentuh laki-laki lain selain aku.


"Oke, tunggu disini ya" ujar Kendra yang meminta Dera untuk berdiam di kamar.


“Yeayyy!!” Jerit Dera dengan senang karena keinginanya akan dituruti oleh suaminya.


Dera benar-benar merasa dicintai dan disayangi oleh Kendra. Bagaimana tidak, apapun inginnya di turuti walau itu susah.


“Sama-sama sayang” jawab Kendra lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu karena kini badannya benar-benar lengket.


Kendra dengan anteng menunggu Dera diatas tempat tidur,


Tak berselang lama kemudian, Kendra telah selesai melakukan rutinitas mandinya. Dengan langkah tegapnya, Kendra berjalan mengambil celana pendek di dalam almari.


Di ambilnya celana santai warna hitam tersebut dan di pakainya. Tanpa atasan Kendra menghampiri Dera dan duduk di sisi ranjang.


Setelah itu Kendra segera menghubungi Pak Yanto.


“Pak tolong ke kamar sekarang. Masuklah, bilang saja kalau sopir pribadi saya” ucap Kendra memberi pengarahan pada Pak Yanto”


Pak Yanto tanpa banyak tanya hanya mengiyakan apa yang dikatakan oleh Pak Bosnya.


Memang Kendra sengaja menyiapkan kamar untuk para bodyguardb nya dan Pak Yanto. Untung saja kini mereka ada berperan saat dirinya membutuhkan bantuan.


Sesampainya di kamar Kendra, pak Yanto menemui Pak Bosnya terlebih dahulu di ruang tamu dan menjelaskan untuk apa kedatangannya kesini.


“E tapi pak..” jawab Pak Yanto.


“Plis, tolong Pak. Jika bapak mau aku akan memberikan 50 gram emas murni dan memberikan cuti sebulan pada bapak. Bagaimana? Ini demi anak yang dikandung istriku pak” ucap Kendra dengan memelas.


Pak Yanto kaget bukan kepalang. Beliau tidak bisa untuk menolak, hanya bisa mengiyakan saja.


“Tapi Pak Bos gak cemburukan pak?”tanya Pak Yanto.


“Gak lah Pak, daripada harus mencari laki-laki yang lain, apalagi pria muda” ucap Kendra.


Mereka kini tengah berada di ruang tamu.


Dera tersenyum melihat kedatangan Pak Yanto. Saat Pak Yanto datang dengan kumis tebal, sesuai dengan apa yang di inginkan tadi. Rasa geli menggelitik di jari tangannya. Hingga membuat Dera tertawa senang.


“hahaha.. geli banget Mas” ucap Dera dengan sangat senang.


Kendra yang melihat tingkah lucu istrinya hanya geleng-geleng kepala dan terkadang juga ikut tertawa.


Pak Yanto hanya bisa pasrah melihat kumisnya yang kini dipegang oleh istri Pak Bosnya.