
Laki-laki itu masih mengawasi gerak-gerik Lidia.
Takutnya nanti dia berbuat nekat dan mencelakai Dera.
……………………………..
Di rumah Dera
Mama Ken mengambil cincin dari kotak yang ada di dalam tasnya.
“Nak, ayo ini dipasangkan dulu di jari calon istrimu” perintah mama Ken yang menyerahkan cincin pada anaknya itu. Ukurannya jari pun di samakan dengan jari ukuran Lula.
Dengan muka datar Kendra pun meminta Dera untuk menyodorkan tangannya dan dia memasangkan cincin di jari Dera.
“Alhamdulillah Der, akhirnya kamu udah sold out wkwk hiks wkwkw hiks wkwkw” canda Mira
“Ya Kak ya, alhamdulillah. Kita akan jadi temen kak, bestie hehe” sahut Lula pada Mira
“Hustt diam dulu, Nak Dera belum memasangkan cincin ke jari Kak Kendra. Ayo nak, di pasangkan dulu cincinnya” Pinta Mama Ayu yang meminta Lula untuk diam.
Dengan cepat Dera memasangkan cincin itu ke jari Kendra.
“heh pelan-pelan dong. Kamu kira gak sakit apa?” ketus kendra.
“ah cuma masangin gitu doang masa sakit sih” ejek Dera tak mau kalah.
Setelah acara tukar cincin selesai, Bu Lestari dan Bu Ayu menyiapkan segala hidangan ke meja makan. Disusul oleh Mira dan Lula.
“Mah, Tante sini kami bantu” Lula dan Mira bersamaan ingin membantu
Mira dan Lula mengambil beberapa cemilan dan kue buatan Bu Lestari.
“Ma, enak ya, jadi kalau kita pengen roti tinggal minta saja sama Kak Dera atau kak Dera suruh buatin dirumah” celetuk Lula
“Hustt ya gak boleh gitu to nak, kalau pengen apa ya beli, jangan gitu ah gak baik. Maaf ya mbak, Lula ini kadang omongannya ga bisa di saring dulu” ujar mama Ken yang berusaha meluruskan penyataan dari anaknya.
Sedangka Dera yang berada di dapur berusaha mengambil air yang ada di teko kecil untuk diletakkan di meja makan. Namun tiba-tiba dia hampir terpeleset, Kendra yang baru datang dari kamar mandi segera menangkap tubuh Dera.
“Kamu itu ya, udah besar ko ga bisa hati-hati sih” ucap kendra menyelahkan kecerobohan Dera.
“ya Namanya juga mau jatuh ah” Dera langsung terbangun dari tangan Kendra yang kekar itu.
Di sisi lain ada Sekretaris Rey yang sedari tadi memperhatikan tingkah Pak Bos nya di ruang tamu.
“sepertinya air es akan mencair, tunggu saja waktunya Pak Bos” senyum menyeringai menghiasai wajah tampan sang sekretaris.
Keluarga Alex dan Feri pun berkumpul di ruang makan, Mereka menghabiskan malam ini untuk merayakan hari pertunangan anak mereka.
“sini Rey, ayo makan” ucap Mama Ken yang sedari tadi memperhatikan Rey yang sibuk dengan ponselnya.
Semua makan dengan khidmat, dan tak lama kemudian Keluarga Alex berpamitan.
………………………………
“selamat pagi burung-burung, pohon-pohon hijau. Tumben pagi-pagi udah terik aja nih” ujar Dera yang kebetulan hari ini dia bangun siang karena sedang datang bulan jadi dia tidak solat subuh.
Dilihatnya jari mungil itu, sudah ada cincin ya melekat
“Astaga, iya, aku kan sudah bertunangan dengan laki-laki itu, bisa-bisanya aku lupa” Dera berbicara pada diri sendiri
Baginya acara tadi malam juga membuatnya sangat lelah, pikirannya terkuras, masa depannya tinggal beberapa hari lagi atas kebebasan ini. Tiga minggu lagi dia akan jadi Nyonya Muda Kendra.
Jam sudah menunjukkan pukul 06.30
Saatnya dia mandi dan bersiap untuk ke kampus. Dia sudah rapi dengan pakaian lengan panjang celana levis. Rambut coklatnya dibiarkan terurai. Tak lupa dia semprotkan parfum Black Opium ia gunakan untuk menambah ciri khas feminimnya.
Segera dia turun ke lantai bawah dan sarapan Bersama ayah dan ibu. Tak lupa diberpamitan sebelum berangkat ke kampus
Sesampainya di kampus, dia ketemu Mira. “hei Mira cantekkkk” ucap Dera dengan menyentil pipi Mira
“apa sih Nyonya Muda Kendra, lagi seneng banget nih rupanya wkwk hiks wkkw hiks” canda Mira yang mengejek temannya itu.
“hust diam dong, jangan sampai teman kita tahu kalau aku dijodohkan sama Kendra Alexander, bisa-bisa habis aku sama mereka. Kendra kan di idam-idamkan banget sama cewek-cewek kampus” jawab Dera panjang lebar
“iya deh. Oh ya magang besok itu kan hampir sebulan kan, nah kita ga ketemu lama dong Der. Tempat magangku saja di ujung Utara, kamu di ujung Selatan, jauh juga kalau mau ketemuan” cemberut Mira
“itu mah gampang, besok aja kita pikirin kalau pas udah magang, okheee” ucap Dera sembari menenangkan Mira.
Hari demi hari di lewati dengan mempersiapkan segala konsep dan hal-hal mengenai kelangsungan acara pernikahan Kendra Alexander dan Dera Ananda.
Pernikahan akan berlangsung di hotel milik keluarga Kendra.
Semua harus perfect, tidak ada celah yang memalukan, dan keamanan juga harus sangat terjaga kalau perlu sang tamu yang datang harus di periksa, di scan benda logam.
.
.
.
aku berharap ketika cinta telah tumbuh, tak ada pengkhianatan dalam hubungan ini -Dera-
.
.
"puji"
.
Hallo Readers,♥️
Jangan lupa untuk like, comment, dan votenya juga