PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
PERMAINAN DI MULAI



Hello guys, maafkan ya, uploadnya jadi lama. Soalnya lagi banyak kegiatan yang ga bisa di tinggal. Semoga kalian tetep support author ya. Terima kasih (emot love)


Jangan lupa like, koment dan follow ya.


______


Di Bandara Internasional.


15 menit yang lalu pesawat yang di naiki seorang wanita telah mendarat.


Wanita cantik tersebut sedang duduk di kursi tunggu dengan memainkan ponselnya tak lupa dengan airpods yang ada di kepalanya. Kaca mata hitam, baju yang serba hitam dan syal yang dikalungkan di leher yang menambah tingkat kecantikannya.


"Halo, jadi jemput gak nih? kalau gak aku mau ke apart langsung aja" ucapnya pada sang penelpon karena sudah hampir 15 menit dia menunggu jemputan namun tak kunjung tiba.


Dia adalah Caitlin Wijaya yang telah pulang ke tanah air. Dengan niatnya yang ingin memajukan perfashionan di Indonesia dan dengan bekal ilmu yang di miliki dia berniat untuk mengembangkannya di tanah kelahiran.


Caitlin Wijaya pernah menjalin kasih dengan Kendra, namun sayangnya itu adalah hubungan gelap antara dia, Kendra dan Lidia. Dengan kata lain dia orang ketiga dari Kendra. Namun sayangnya Caitlin tidak tau bahwa dia adalah seorang selingkuhan dari Kendra Alexander. Dan pada saat itu hubungan Kendra dan Lidia adalah backstreet, mereka sengaja tidak mempublikasikan karena tidak mendapat restu dari keluarga Kendra.


Hubungan Caitlin dan Kendra tak bertahan lama, karena Kendra dulu berselingkuh atas dasar bosan. Tak lama mereka putus Caitlin benar-benar terpuruk dan akhirnya melakukan percobaan bunuh diri. Namun sayangnya aksi tersebut gagal. Dan untuk berusaha melupakan Kendra, akhirnya Caitlin memutuskan untuk healing ke luar negeri memperdalam ilmu fashionnya.


Namun sayangnya, berita tentang aksi percobaan bunuh diri Caitlin terdengar sampai telinga Danu Hartono yang tak lain adalah keponakan Kendra. Yang Danu tau bahwa Cait telah meninggal karena tidak ada kelanjutan informasi atau berita apapun tentang Cait.


"Kamu dimana? aku sedang on the way. 5 menit lagi nyampe" sebuah pesan singkat diterima Caitlin.


"Masih di tempat yang sama" dia mengirimkan foto dimana posisinya kini.


Benar saja, tak ada 5 menit sebuah mobil telah menjemputnya.


"Aku memarkirkan mobil di gedung parkir A yang berada di sebelah kanan sisi gedung terminal internasional. Kamu kesini gak apa-apa?" pesan singkat dari Lidia.


"Oke, wait" jawabnya. Dengan membawa koper dan tas kecil Caitlin lantas jalan ke parkiran yang diminta Lidia.


Setelah dibuka pintu mobilnya, disana ada Lidia dengan senyum terlukis indah diwajahnya.


"Hay Caitlin, maaf ya lama. Bagaimana tadi perjalanannya lancar? ada kendala gak ?" basa basi Lidia pada Caitlin..


"Aman.. tapi tadi sempat ada cuaca buruk gitu. So far ga apa-apa sih"


"Syukurlah. Ayo aku antar ke tempat tinggalmu" ucap Lidia dengan ramahnya.


"Ah iya. Aku sudah menunggu lama banget. Kita ke apart ku saja. Ini alamatnya. By the way kamu bisa tau namaku? maksudnya bisa mencari nama ID ku inst@gram" jawabnya dengan menunjukkan sebuah alamat apartemen tempat tinggal Caitlin.


Bukan hal susah bagi Lidia untuk menemukan sebuah fakta tentang Caitlin. Ingin rasanya dia membuka segala cara di depan Cait namun dia memilih bersandiwara.


"Kenalin, aku Lidia. Anggap saja aku adalah makhluk Tuhan yang dikirim sebagai teman baikmu kini, hehe. Oh ya, kamu pasti tak asing bukan dengan nama Kendra Alexander?", tanya Lidia.


"Ha? Kendra? kamu kenal juga dengannya? lantas apa hubunganmu dengan dia?" Caitlin dibuat bertanya-tanya dengan pernyataan Lidia tadi.


Kendra Alexander adalah satu nama yang membuatku kembali ke tanah air. Mungkin dulu aku tak bisa melupakanmu Ken apalagi melepaskanmu saat ku sedang sayang-sayangnya. Tapi itu dulu. Aku kembali ke Indo untuk mengejar cintaku yang telah kandas, memupuknya agar kembali merekah dan bisa ku miliki lagi. Tunggu kedatangku Kendra. Batin Caitlin dengan senyum manis dan segala harapannya tentang Kendra.


Tanpa sadar senyum Caitlin di lihat oleh Lidia.


Teruslah saja berangan tentang Kendra. Aku akan memperalatmu menjadi tipu daya agar Kendra meninggalkan wanita itu, setidaknya membuat dia dan istrinya hancur itulah yang ku harapkan.


"Nah iya betul juga kamu. He is my prince. Laki-laki tertampan yang pernah ku miliki. Laki-laki yang soooo perfect" jawabnya dengan menempelkan ujung jari telunjuk dengan ujung jempol artinya oke.


"By the way nih Lidia, kamu ko kenal Kendra? memang kalian pernah ketemu apa gimana?"


"Ya tadi Cait, dia adalah pria yang tampan dan menjadi incaran banyak wanita. Jadi pastilah aku tau" jawaban Lidia berusaha meyakinkan Caitlin agar percaya dengannya. Lidia juga melihat bahwa Cait masih menyukai Kendra.


Lidia sengaja mencari informasi tentang Caitlin selama di luar negeri. Selama itu pula lah, dia selalu mengirim pesan pada Caitlin agar terlihat akrab dan memudahkan misinya. Hampir setiap Caitlin membuat status pastilah di respon oleh Lidia. Karena itu adalah kunci keberhasilan dari kerja samanya nanti.


"Kita makan malam dulu ya, sekalian ku kenalkan pada teman ku. Jadi nanti kamu punya teman baru di Jakarta. Bagaimana? aku traktir deh" bujuk Lidia dengan iming-iming manisnya. Caitlin yang percaya bahwa Lidia adalah teman baiknya kini, dia pun menyetujui.


Hemm, enak nih dapat temen baru, selain cantik, tampilan menarik juga ternyata royal juga. Ku setujui saja daripada nanti di Apart juga pesen makan lagi. Makin lama. Bantinnya


"Oke deh, ngikut kamu aja. Tapi nanti anter ke apart beneran loh ya" ujar Caitlin yang kini scrool aplikasi Inst*gram.


Perjalanan yang hampir memakan waktu 20 menit itu tak terasa hampir sampai di tempat tujuan.


Sebuah restoran dengan nuansa internasional sengaja di pilih Lidia, pasti dia sudah memikirkan ini matang-matang.


Untung saja Danu memberikanku sejumlah uang, jadi bisa ku manfaatkan untuk makan malam di resto mewah ini. Mumpung gratis, ye kaan.


"Kita sambil nunggu makan datang, kita juga nunggu temenku ya. Nanti ku kenalkan ke kamu, biar temenmu disini juga tambah banyak", tutur Lidia namun hanya di diamkan oleh Caitlin.


Bagas yang datang rapi dengan jas dan dengan sebuah pouch hitam yang dibawanya menambah tingkat ketampanannya. Pandangan mereka bertemu dan seketika Lidia dan Caitlin berdiri menyambut.


"Selamat malam, Bagas" ucap Bagas memperkenalkan diri.


"Ya, Caitlin Wijaya, panggil Cait aja" ujar nya.


Lidia yang melihat tatapan Caitlin tak ramah pada Bagas mengambil kesimpulan bahwa Caitlin tak mudah beradaptasi dengan orang baru.


"Oh ya Cait, ini Bagas. Dia juga kenal sama Kendra. Jadi kalau ada apa-apa atau mau minta bantuan ketemu sama Kendra cukup minta tolong sama Bagas saja, biarkan dia yang mengaturnya untuk bertemu denganmu. Bagaimana? itu ide yang baik bukan?", ujar Lidia dengan memulai persandiwaraan ini.


"Oh jadi Bagas juga kenal sama Kendra. Iya nih sudah lama rasanya aku ga bertemu Kendra. Kapan-kapan kalau aku butuh bantuan bisa kali ya minta tolong ke kamu gas" ujar Caitlin dengan memberikan sebuah kartu nama agar mempermudah dirinya bertemu Kendra.


Seketika Bagas dan Lidia yang mengetahui respon Caitlin begitu mudah untuk dijebak pun seketika senang. Bak mendapat angin segar, mereka merayakannya dengan makan malam.


Dasar bod°h, kamu itu sengaja kita jadikan sebagai umpan untuk menghancurkan keluarga Kendra. Haha, gampang sekali rupanya, jadi aku gak butuh banyak tenaga untuk membujukmu.


...___________...


...Sejahat apapun kita sama orang....


...Waktu yang akan membalasnya....


...Begitu juga sebaliknya....


...Sebaik apapun kita sama orang....


...Balasannya pun tetap akan baik dan terbalasa pada masanya....