
Hello guys, maafkan ya, uploadnya jadi lama. Soalnya lagi banyak kegiatan yang ga bisa di tinggal. Semoga kalian tetep support author ya. Terima kasih (emot love)
Jangan lupa like, koment dan follow ya.
______
Sore harinya Kendra sedang fokus dengan perkembangan saham yang ada di Indonesia dari sebuah website. Secangkir teh yang menemaninya di tamani dan beberapa cookies.
"Hem perkembangan saham yang cukup baik. Dan juga peningkatan laba untuk bulan ini juga sangat besar. Ditambah adanya menang tender kemarin. Beruntung sekali aku, bisa kerja sama dengan perusahaan-perusahaan ternama di dalam dan luar negeri" ucapnya pada diri sendiri.
Tiba-tiba ada sang Papa yang datang dengan membawa secangkir kopi. Beliau menatap Kendra yang wajahnya sangat sumringah sore ini, jadi ini mungkin waktu yang tepat pikirnya untuk memulai menanyakan sesuatu yang mengganjal baginya.
"Ken, gimana perkembangan kasus Ayah Dera? ini sudah sangat lama lho Ken. Kamu masih mengurus kelanjutan kasus ini apa enggak?" tanyanya dengan meneguk kopi yang ada di tangannya.
"Ya masih Pa. Coba aku telpon Bram dulu Pa", Akhirnya Kendra memutuskan untuk menelpon Bram.
Tit.
Tit.
Tit.
Akhirnya telpon pun di angkat olehnya.
"Gimana? sudah ada perkembangan mengenai kasus Ayah dari istriku?" tanya Kendra.
"Kemarin sempat aku berpikir pelaku utamanya adalah Danu Hartono. Tapi..."
"TAPI APA?!"
"Tapi yang membμnuh adalah Danu Hartono" Kendra sekaligus naik pitam karena bisa-bisanya dia mengetahui fakta bahwa yang membμnuh mertuanya adalah musuh bebuyutannya.
"Tapi sepertinya ini sebuah komplotan" jawab Bram.
"Argh sial@n!!" Kendra lantas mematikan ponselnya.
Alex yang melihat ekspresi sang anak yang berubah drastis dari yang tadi pun seakan mengetahui apa yang terjadi.
"Bagaimana Ken?" tanya Papanya yang melihat ekspresi sang anak yang mulai berbeda.
"Papa pasti gak nyangka. Siapa dalang dibalik kemati@n Ayah Dera! Bener-bener diluar dugaan!"
"Maksudmu!!" jawabnya dengan menyipitkan mata
"Pelakunya adalah Danu Hartono Pa" Kendra yang makin geram rasanya ingin membanting gelas yang ada dihadapannya. Namun langkahnya terhenti karena terbayang wajah sang istri yang menangis seperti dulu ketika dia kehilangan Nurul, seorang maid yang ada di rumah Kendra.
"Ha? bagaimana bisa? bukankah hubungan kalian sudah baik-baik saja? mengapa bisa begini?"Alex yang mendengar informasi tersebut pun kaget bukan kepalang.
"Kendra ga tau Pah. Sedangkan kita besok pergi ke pernikahannya. Rasanya ingin menyeret dia ke kantor polisi saat hari bahagianya besok. Biar dia langsung jadi tersangka sekalian tak apa" tuturnya dengan senyum tipis bak seorang psikopat.
"Jangan Ken. Jangan. Tunggu lah dulu sampai nanti dia selesai menikah. Apa kamu tak kasihan pada istrinya?"
"Lebih kasihan lagi jika nanti dia sudah menikah Pa, istrinya yang lebih terpuruk dengan sikapnya itu"
Tingkat emosi Kendra yang makin memuncak, dia tak tau harus bagaimana sedangkan di sisi lain dia tak ingin melihat sang istri merasa sedih atas sikapnya. Namun disisi lain ada sebuah fakta yang membuatnya ingin marah sejadi-jadinya.
"SHITT! Bisa-bisanya dia pelaku dari semua ini. Pantas saja kasus ini berjalan cukup alot. Tak heran memang, jika dia saja memiliki banyak orang gelap yang selalu melindunginya" ucap Kendra pada papanya.
"Tunggu saja sampai waktunya tiba. Baru kita eksekusi kasus ini. Bagaimana? untuk saat ini kita sandiwara saja dulu. Sampai nanti memungkinkan kamu laporkan saja ke polisi" Alex berusaha memberikan solusinya untuk Kendra agar anaknya tersebut bisa menurunkan egonya.
Kendra segera menelpon genk Mafia nya untuk terus mengawasi gerak gerik Danu Hartono. Jangan sampai dia keluar negeri dalam waktu dekat.
____________
Pagi harinya keluarga Alex sedang bersiap diri. Kendra yang sudah menyiapkan cek untuk kado pernikahan Danu segera menghampiri istrinya yang tengah merias diri. Diperhatikannya Dera sejenak lantas melangkah mendekati. Rasanya Kendra ingin menceritakan apapun yang dirahasiakannya pada Dera. Namun dia tak tega jika nantinya mengganggu perkembangan janin yang dikandung istrinya.
"Hallo sayangku, hallo baby ku, udah gede aja nih di perut mommy. Cepet keluar dong sayang, daddy pengen cepet ketemu nih" ucapnya dengan mengusap perut Dera.
"Hust, Mas Kendra ini apa-apaan? belum saatnya lahiran ini. Nanti malah prematμr berabe mas. Baru juga menginjak 6 bulan", titah Dera yang geregetan dengan ucapan Kendra.
Kenapa istriku akhir-akhir ini berani ya denganku. Padahal dia adalah tipe istri penurut, kalem gitu. Wah jangan sampai ini bawaan hamilnya ini. Bisa-bisa besok anakku jadi suka membantah daddynya sendiri.
Sang Mama yang tiba-tiba masuk kamar anaknya, karena pintu yang tak tertutup dan ada menantunya yang sedang bersolek.
"Ada apa sih ini, pagi-pagi udah ribut aja. Ayo berangkat. Papa udah siap lho. Alula juga", ucap Ayu pada sang anak dan Menantu.
"Sudah siap Ma, ini tinggal pakai sepatu aja. Nanti kami menyusul ma" jawab Dera.
Tak berselang lama, Kendra mengambilkan sepatu yang pas untuk istrinya karena dia tau gerak Dera semakin hari semakin berkurang karena kehamilannya yang semakin membesar. Sepatu warna hitam dengan aksen sedikit hiasan dan tak berheels tinggi namun tetap elegan itu memperlihatkan kakinya yang jenjang.
"Sini sayang, ku pakaikan saja. Kasihan baby kita kan kalau kamu di paksa nunduk nanti malahan kesakitan dia" Kendra segera memasangkan sepatu di kaki Dera. Dilihatnya kaki yang dulu kecil sekarang ikut membengkak karena kehamilannya. Namun Kendra menyukai hal tersebut. Sesekali dia mainkan jari jemari Dera yang mungil.
"Ih Mas, sudah. Jangan di mainin terus. Aku tau ya aku itu sekarang gendut. Gak kayak dulu lagi" Dera yang sangat sensitif itu seketika merubah raut wajahnya.
"Bukan begitu sayang, bukan. Ya ya maaf ya" Akhirnya untuk mengembalikan mood istrinya, Kendra pun menggandengnya menemui sang Mama Papa.
Tak lama setelah itu mereka berangkat ke pernikahan Danu.
_____________
Welcome to Wedding Danu Hartono dan Seva Aryawiguna❤️
Kendra dan keluarga memasuki gedung mewah tersebut. Mereka lantas bersalaman dengan mempelai sebelum akhirnya makan hidangan yang telah di sediakan.
"Selamat bro. Semoga samawa" sandiwara Kendra pada Danu yang sebenarnya dia menahan amarahnya.
"Thenkyu bro, udah dateng aja. Perut istri lo udah besar ya. Sebentar lagi jadi daddy nih" canda Danu. Namun Kendra tak menggubris dan melanjutkan jalan. Disusul pula oleh Dera, Alex, Ayu dan Alula.
Setelah dirasa cukup,mereka akhirnya makan prasmanan.
"Sayang, kamu pengen apa?biar aku saja yang mengambilkan" tanya Kendra pada istrinya.
"Aku pengen salad buah yang. Tolong ambilkan ya" pinta Dera yang tadi sempat dlihat salad tamu yang lewat.
Akhirnya Kendra berjalan ke bagian salad buah dan tiba-tiba..
Bruak..
"KAMU??" Kendra membelalakan mata. Dia bingung bukan kepalang.
FLASHBACK ON.
Di tempat yang berbeda.
Lidia dan Bagas kini telah bersiap menunggu Caitlin yang masih berdandan di apartemennya. Mereka sengaja menjemput Caitlin untuk melancarkan rencananya. Misi yang mereka lakukan masih sama yaitu menghancurkan keluarga kecil Kendra Alexander apalagi istrinya yang sedang hamil ini seakan membuat suasana nantinya tambah memanas.
"I'm so sorry. Maaf lama ya" ucap Cait memasuki mobil.
Ya jelas lah lama. Lo kira nunggu hampir sejam itu sebentar? benar-benar kerja sama dengan lo hanya membuatku makin menua saja karena selalu membuat mood ku buruk. Pengen banget segera melancarkan misi, terus bisa lepas dari dirimu Cait. Batin Lidia yang berpura-pura memasang wajah senyum.
"Ya, gak lama ko Cait. Masuk saja"
Sembari Cait membenarkan posisi duduknya, Bagas pun menancap gas menuju pernikahan Danu.
"Oh ya Cait, nanti di acara ini ada juga Kendra. Kamu cari saja dia. Pasti nanti ketemu" ujar Lidia dengan senyuman licik ya.
"Really? Oh i'm so miss him" jawab Caitlin dengan berkaca lagi takutnya nanti make up nya tak perfect.
Haha. Rasain lu. Game di mulai. Selamat menikmati Kendra Alexander.
FLASHBACK OFF.
...______________...
...Semakin dewasa, semakin menata hati dan pikiran untuk tidak lagi menggantungkan expects yang terlalu tinggi pada orang lain....
...Karena hati yang telah patah berawal dari kepercayaan yang sembarang yang ditaruh dengan gegabah....