
Pernikahan tinggal beberapa hari lagi, waktu terus berjalan tak peduli dengan Dera dan Kendra yang masih belum siap menerima kenyataan bahwa dijodohkan.
“Kendra, kapan kamu akan prewed dengan Dera? Pernikahan kalian tinggal beberapa hari lagi. Undangan tinggal siap cetak nunggu beberapa foto prewed kalian untuk tambahan baground. Ayo lah segera” perintah Papa Ken sembari mengingatkan anaknya.
“Ya Pah, Kendra ingat ko. Nanti coba Ken tanya ke Rey dulu kapan jadwal kosong Ken, ya kan Rey” jawab Kendra sembari melempar pertanyaan ke Rey.
Tak lama kemudian Sekretaris Rey membuka agenda untuk beberapa hari kedepan, dan akhirnya di temukan hari yang kosong yang bisa digunakan untuk Pak Bos nya prewed.
“Siang ini nanti Pak Bos sudah free. Ini hanya ada 3 hari dan hari H pernikahan Pak Bos, jadi tidak bisa lagi diundur atau dimajukan” jawab Sekretaris Rey Panjang lebar.
“Ha? Siang ini? Gak ada lusa atau kapan gitu? Pakaian gaun dan jas pun belum ku persiapkan Rey!!" jawabnya dengan membelalakkan mata
“Eitss,, anak mama jangan khawatir. Segala konsep, baju sudah Mama persiapkan. Segera packing baju yang kamu perlukan dan segera telfon Dera. Mama akan meminta salah satu pegawai untuk menyiapkan penerbangan menuju Cappadocia, Turki” jawaban mama sebagai pahlawan kali ini perlu diacungi jempol oleh sang Papa
“Pak, tolong siapkan helicopter untuk penerbangan ke Turki ya,, untuk penginapannya tolong di urus sekalian dan prewedd nya” pinta Ayu pada pegawai yang dipercayainya tersebut.
Yang tadinya Kendra sudah melangkah ke kamar akhirnya kembali lagi dan menanyakan nomor Dera pada mamanya. “Kendra gak punya nomor Dera mah” tuturnya.
“astaga, nomor calon istri pun kamu tak punya. Laki-laki macam apa kamu ini Ken Ken” mama menggelengkan kepalanya seakan tak percaya bahwa anaknya tidak memiliki nomor calon istrinya tersebut.
“coba sini HP mu, papa ketikkan” ternyata Papa Ken sudah memiliki nomor Dera, karena untuk mempersiapkan perlengkapan pernikahan.
……………………………
Kring… kring.. kring bunyi ponsel Dera
“nomor siapa ini, tak ku kenal. Apa aku matiin saja ya” akhirnya dia tolak
Kedua kali, tiga kali Kendra telfon tetap di tolak Dera.
“Hallo” ucap Dera dengan hati hati
“hei, kenapa kamu matiin terus, mau cari masalah kamu? Kalau ada telfon itu diangkat siapa tahu penting. Belum ngomong apa-apa juga udah buat sebel dulu” ujar Ken Panjang lebar yang sedari tadi sebenarnya HP Dera di jauhkan dari telinga. Bisa bayangkan kan? Seberisik apa Ken jika marah?
“iya maaf, kenapa telfon pagi-pagi begini?” dengan rasa penasarannya yang semakin menjadi karena dari mana Kendra tahu nomor yang dimiliki Dera.
“siang ini kita prewed, siapkan segala pakaian yang kamu perlukan dan masalah gaun sudah dipersiapkan oleh mama ku. Nanti setelah aku selesai rapat dengan kolega ku, Rey akan menjemputmu” belum juga dijawab Dera, telfon sudah dimatikan oleh Kendra.
“Apa-apan nih katanya calon suami, juteknya minta ampun. Mau bertahan berapa hari coba pernikahan kita? Sehari, dua hari? Ah dasar laki-laki aneh.. Tapi kam Mamanya sangat baik, pasti aku akan jadi menantu idaman nih hehe. Awas ya kalau pas prewed Kendra macam-macam akan ku getok kepalanya pake sendal andalanku” angannya semakin menjadi sebelum Ibu mengetuk pintu kamarku
“nak, segera dipersiapkan perlengkapanmu. Tadi Papa Ken telfon katanya nanti kamu akan terbang ke Turki untuk prewed. Persiapkan dengan baik ya nak. Jangan berbuat apapun dengan Ken sebelum kalian halal” ucap Ibu ku dan memberi wejangan.
"Bagaimana juga bisa macem-macem lah ketemu aja udah kayak anjing sama kucing Bu Bu" Batin Dera
Setelah Ibu Lestari keluar dari kamar Dera, secepat mungkin dia prepare apapun yang dia butuhkan. Satu persatu memenuhi kopernya. Akhirnya dia membawa dua koper karena di pikirannya dia akan ke Turki seminggu.
“Oke, selesaiiiiii.. ah lelahnya” setelah mempersiapkan bawaan, Dera tidur sebentar.
Alarm berdering sesuai dengan jam yang di setel.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, segera dia bangun lantas pergi ke kamar mandi.
Setengah jam berlalu dan keluarnya dari kamar mandi, langsung secepat mungkin dia make up setipis mungkin, karena dia tidak suka dengan make up yang tebal selain itu juga wajahnya sensitif.
hello.. jangan lupa vote yaa♥️♥️