PLEASE, LOVING ME

PLEASE, LOVING ME
NASI GORENG



Jangan lupa vote dan sarannya ya man-teman.


Karena saran dan masukan dari kalian itu penting banget.


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini


Terima kasih sudah membaca ceritaku.


Dan jangan lupa memberi bintang 5 ya🌟🌹


Happy reading.


🌹❤️


Malam telah datang. Bintang bertaburan menghiasi indahnya malam. Namun, tidak membuat seorang perempuan yang berada di dalam kamar itu tertarik untuk melihatnya.


Kamar mewah yang biasanya ramai dengan suara televisi dan candaan kini telah berubah tak seperti dulu. Sekarang hanya tampak lenggang dan sepi.


Hanya ada Dera yang kini tengah tidur sendirian di kamarnya.


Kendra kembali ke kamarnya. Dilihatnya makanan yang telah di letakkan Bi Tirna tadi siang tak tersentuh sama sekali. Masih utuh dan tertata rapi.


Akhirnya dia memutuskan untuk ke dapur.


Dipersiapkannya satu per satu bahan yang digunakan. Di ambilnya bumbu instan untuk nasi goreng di atas almari penyimpanan. Dipersiapkan pula toppingnya, ayam dan babat kesukaan Dera. Segera dia cuci dan di gorengnya.


Tiba-tiba ada salah satu maid yang melihat sang Pak Bos turun tangan untuk masak.


"Pak, biarkan saya saja Pak" pinta sang maid.


"Ga usah. Biarkan aku saja yang memasak untuk istriku" jawabnya.


"Apa ada yang bisa saya bantu Pak?" ucap maid tersebut.


"Aku bilang kan tidak. Udah sana. Jangan ganggu" jawabnya.


Dengan lihainya, satu persatu bahan pun di cincang, ada juga yang di blender. Untuk toppingnya dia iris kecil-kecil sesuai selera.


Semua bumbu di masukkan dan di orak arik. Ditambahkannya kecap sedikit untuk menambah rasa sedap.


Butuh waktu 30 menit untuk menyelesaikannya dan dicobanya beberapa kali untuk mendapatkan rasa yang pas sesuai keinginannya.


"Hemmm, sudah enak nih. Ayam dan babatnya juga sudah banyak. Semoga kamu suka sayang" ucapnya dengan mencium sepiring nasi goreng yang ada di hadapannya.


Lantas, dia menyiapkan segelas air putih. Setelah selesai, Dia berjalan menuju lantai dua.


Pintu kamar terbuka.


Disana ada Dera yang terlelap dengan tidurnya.


Sedangkan Kendra yang tengah berdiri di tengah pintu dengan membawa satu hasil olahannya di tangan kanannya. Dan minuman air putih di tangan kirinya.


Makanan yang merupakan favorit Dera.


Dengan perasaan bahagia Kendra membawa makanannya dan berjalan menuju tempat tidur istrinya.


Sekarang telah menunjukkan pukul 10.00 malam.


Kendra membangungkan Dera dari tidurnya. Perlahan di goyangkan bahu istrinya secara perlahan.


“Sayang, aku membuatkan nasi goreng ayam campur babat kesukaan kamu untukmu. Kamu pasti suka. Bangun yuk sayang, ayo makan dulu” ujar Kendra dengan perlahan.


Diletakkannya makanan yang tlah dia bawa ke atas nakas dekat tempat tidur.


Namun, saat melihat makanan yang masih tertata rapi dan utuh, kendra menghela napasnya dan mencoba untuk menahan segala amarah.


Dia tidak mau jika nanti dia dan istrinya cek cok lagi. Kendra janji pada dirinya sendiri akan menahan egonya. Apalagi Dera sedang hamil, dan tidak ingin membuat istrinya stres.


“Sayang, ayo makan” ajak Kendra. Akan tetapi hanya kebisuan yang dia terima.


Kendra memerhatikan wajah cantik yang ada di hadapannya. Diperhatikan wajah wanita yang sangat di cintainya, wanita yang bisa menerima kehadirannya lagi dan wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu sesungguhnya.


Dera tak menjawab ataupun merespon perkataan suaminya. Dia sedang tidur dengan lelapnya.


“Kamu dari tadi pagi belum makan sayang. Ayo makan. Jangan sampai sakit lagi. Kamu boleh marah lagi setelah selesai makan. Tapi kamu harus makan terlebih dahulu” hal itu sukses membuat kedua bola mata istrinya bergerak, beralih menatapnya.


“Nurul.. Nurul” ucapnya dengan lirih. Kendra menahan napasnya setiap kali istrinya menyebut nama Nurul.


Rasa sesak begitu mendalam dia rasakan setiap kali istrinya menyebut nama itu dengan keadaan seperti ini.


Diusapnya dengan sayang buliran kristal itu. Membuat wajah cantik itu sedikit terkejut dengan perlakuannya.


Dera perlahan membuka matanya.


Kendra mengangguk memulai obrolan “Bagaimana kalau besok kita mengunjungi makam Nurul?” ajak Kendra.


Karena tadi setelah membahas masalah Bagas dan Rey, Kendra menanyakan letak makan Nurul.


Dera megangguk, mengiyakan. Dera begitu merindukan Nurul dan juga kedua orang tuanya.


Mungkin dengan mengunjungi makam Nurul, Dera akan merasa sedikit lebih baik. Kendra trsenyum “Tapi kamu harus makan dulu”. Lalu diambilnya sepiring nasi goreng buatannya.


Disendoknya nasi goreng itu dan disuapkan ke istrinya. Untungnya, Dera menerima suapan Kendra.


Perasaan bahagia menyelimuti dirinya ketika istrinya menerima suapan pertamanya.


Sedangkan Dera mengunyah nasi goreng dalam kebisuannya. Jujur, nasi goreng buatan suaminya memang benar-benar sangatlah enak.


Tapi kini sekarang terasa berbeda. Terasa hambar dimulutnya. Saat Kendra akan menyuapkannya lagi, Dera menggeleng kecil.


Kendra mengernyitkan dahinya “Kenapa sayang?” tanya Kendra dengan heran. “Aku mau tidur” kata Dera dengan tegas. Membuat Kendra dengan gelagapan langsung menaruh piring nasi gorengnya. Dibantunya istrinya untuk berbaring.


“Sayang minum vitamin dulu. Nanti baru lanjut tidur lagi” ucanya.


Dera mengiyakan dan meminum vitamin kehamilannya. Setelah itu Dera mengganti posisinya yang awalnya terlentang menjadi memunggungi suaminya.


Kendra menghela napasnya ketika melihat istrinya yang seperti itu. Karena tak ingin membuang sia-sia nasi goreng buatannya, jadi Kendra memakan sisa nasi goreng istrinya.


Dimakannya dengan lahap hingga habis tak tersisa. Lalu meminum air yang dibawanya.


Setelah semuanya habis, Kendra segera berjalan kedalam kamar mandi untuk gosok gigi dan mencuci wajahnya.


Mencoba untuk meminimalisir emosinya.


Setalah semuanya selesai, Kendra segera bergegas naik ke lantai dua dan tidur disisi istrinya.


Sudah lama dirinya dan istrinya tak seperti ini. Setelah itu dipeluknya pinggang istrinya dengan posesiv.


Direngkunya tubuh mungil itu agar lebih menempel dengan tubuhnya. Di kecupnya puncak kepala istrinya.


“Selamat tidur sayang. Have a nice dream my love” ucap kendra dengan pelan yang masih terdengar di pendengaran Dera.


Dera sedari tadi hanya berpura-pura tertidur. Berusaha untuk menyelami dunia mimpinya, namun tak kunjung bisa juga.


Tak berselang lama, kemudian Dera dapat mendengar dengkuran halus dari suaminya yang mulai tertidur menyelami dunia mimpi.


Dera mulai merasakan geli di celuk lehernya karena hembusan napas Kendra. Dipegangnya salah satu tangan Kendra yang memeluk pingganggany dengan posesiv.


Dera masih ingat sekali, dulu sewaktu dia kecil, Dera adalah gadis yang baik dan manja pada ayahnya. Tubuh dengan baik dalam didikan yang sangat baik pula bersama ayah dan bundanya.


Namun kini ayahnya telah tiada dan berharap Kendra bisa menjadi sosok lagi-laki yang bisa memimpinnya.


^^^


Aku memaafkanmu,


Tapi aku butuh waktu.


Maaf untuk perlakuanku kemarin,


Bukannya aku tak nyaman di dekatmu


Namun, aku memerlukan waktu untuk memulihkan hati ini yang terlalu rapuh🥀